Kelak Apakah Jokowi Tak Berkenan Dikenang Sebagai Penyair?
Fakta, tak berselang lama setelah Presiden Jokowi meluncurkan “kabinet kerja”nya pada akhir Oktober 2014 lalu, saya juga mengumumkan peluncuran buku puisi saya yang kedua, Mencari...
TRANSFORMASI guru agar ke depan menjadi lebih adaptif dan fleksibel sehingga mendorong siswa lebih maju dalam rangka melaksanakan merdeka belajar.
Itulah yang dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa saat membuka kegiatan Puncak Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Sabtu, (25/11).
Melalui Tema HGN, "Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar," Sekda Suyasa menggambarkan perlunya guru memotivasi siswa untuk maju dalam menyukseskan merdeka belajar, dan siap menghadapi perubahan, terutama di era digitalisasi.
"Guru, sebagai faktor strategis, memiliki peran penting dalam keberhasilan pendidikan yang membentuk dasar dan mengembangkan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Buleleng I Made Astika menjelaskan bahwa peringatan setiap tanggal 25 November adalah bentuk apresiasi terhadap peran, dedikasi, dan jasa guru di seluruh Indonesia.
Guru, sebagai pendidik profesional, memiliki tugas mulia dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didiknya.
"Dengan semangat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-78, Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru," terangnya.
Disisi lain, Ketua PGRI Kabupaten Buleleng, Nyoman Purnayasa, melaporkan bahwa PGRI Kabupaten Buleleng telah menyelenggarakan berbagai kegiatan di bidang olahraga, seni, akademik, dan kemanusiaan.
"Program "PGRI Berbagi" melibatkan guru berprestasi untuk meningkatkan profesionalisme, termasuk memastikan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah Kabupaten Buleleng," katanya. [T][Ado/*/Adv]
Fakta, tak berselang lama setelah Presiden Jokowi meluncurkan “kabinet kerja”nya pada akhir Oktober 2014 lalu, saya juga mengumumkan peluncuran buku puisi saya yang kedua, Mencari...
Ketika cara dominasi melalui ototarian telah usang, hegemoni menjadi cara yang paling ampuh untuk menguasai kaum marginal. Apa dominasi, apa hegemoni? Dominasi identik dengan keker...
Selain DKI Jakarta, sebenarnya banyak daerah bersiap menggelar Pilkada serentak, Februari 2017, termasuk Buleleng, Bali, daerah kelahiran saya. Namun perhatian orang di Indonesia i...