Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
PUSAT Unggulan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabadian kepada Masyarakat (PUPAR LPPM) Unud menerima kunjungan perangkat desa dikunjungi rombongan perangkat desa dari Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur Jumat (24/11). Rombongan beranggotakan 25 orang dipimpin Sekretaris Desa Tulungrejo Herdi Saxono bertujuan mendapatkan langkah-langkah praktis dan strategis pengembangan wisata perdesaan di desa tersebut.
Rombongan diterima peneliti PUPAR Unud Dr. I Made Sarjana, SP., M.Sc. dan Agus Muriawan Putra, STTPar,. M.Par yang berbagi strategi percepatan pengembangan pariwisata di desa tersebut. Dr. Made Sarjana menceritakan pariwisata perdesaan dibangun untuk menciptakan lapangan kerja dan juga kesempatan masyarakat desa sehingga masyarakat lokal dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
“Pariwisata perdesaan merupakan implementasi pembangunan pariwisata berkelanjutan juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta didukung masyarakat setempat,” tegasnya. Ketua Lab. Subak dan Agrowisata itu menambahkan keterlibatan masyarakat mulai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi menjadi factor kunci keberlanjutan pariwisata perdesaan termasuk di Desa Tulungrejo.
Lebih jauh, Dr. I Made Sarjana memaparkan PUPAR Unud berupaya berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan di seluruh pelosok nusantara. PUPAR hadir disejumlah provinsi maupun daerah tingkat II di Indonesia seperti Provinsi Maluku Tenggara, Kabupaten Merauke (Papua), Mahakam Ulu (Kaltim), maupun Kaimana (Papua Barat).
“Kami juga terlibat pengembangan pariwisata di tingkat desa seperti pengembangan masterplan RATU BHASMA di Desa Babahan dan Masterplan “Astungkara” di Desa Angseri Kabupaten Tabanan. Kami berhasil mengidentifikasi keunikan potensi desa secara baik karena dukungan masyarakat sehingga tematik yang ditawarkan sebagai produk pariwisata menjadi spesifik dan inovatif,” tuturnya.
Agus Muriawan Putra, M.Par memberikan paparan yang menukik tajam terkait pariwisata perdesaan di Desa Tulungrejo. “Tulungrejo memiliki potensi wisata yang sangat beragam dan unik, seperti Pura Luhur Giri Arjuno, serta potensi pertanian seperti perkebunan dan peternakan,” tutur Dosen Fakultas Pariwisata Unud itu.
Ditambahkan, pihaknya yang beberapa kali berkunjung ke Tulungrejo dengan tujuan perjalanan spiritual (tirtayatra) dan juga mendampingi mahasiswa praktek lapangan (PL) meyakini Desa Tulungrejo mampu dikembangkan sebagai destinasi wisata impian karena suasana perdesaan yang sejuk dan pemandangan yang indah. UMKM mendukung pengembangan wisata perdesaan, jelasnya, juga sudah berkembang baik seperti adanya olahan pangan lokal berupa camilan kering yang menjadi cendera mata. Ditambahkan untuk menakar seberapa jauh pariwisata mampu berkontribusi secara baik kepada desa memang perlu evaluasi dan penyusunan masterplan.
Iwan dan Eka Ayu Ananda mengapresiasi paparan peneliti PUPAR tersebut. Iwan menjelaskan pertemuan tersebut sesuai dengan ekspektasinya dalam kunjungannya ke PUPAR mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Disebutkan, ada dua kendala krusial dalam pembangunan pariwisata di Desa Tulungrejo yakni proses perizinan pengembangan DTW buatan yang berbelit, dan juga mengintegrasikan pengelolaan seluruh Daya Tarik Wisata dalam satu pintu dibawah pemerintahan desa.
Agus Muriawan Putra menanggapi terkait rumitnya perizinan harus ditelusuri secara baik apa penyebabnya. Misalnya, peruntukan tempat yang dibangun tidak sesuai seperti kawasan pertanian/hutan lindung yang tidak seharusnya dialihfungsikan diusulkan pengembangan fasilitas pariwisata maka situasi semacam ini menghambat proses pembangunan. “Jadi rencana pembangunan disesuaikan dengan peruntukkan kawasan di Rencana Detail Tata Ruangnya, untuk itu dibutuhkan penyusunan masterplan, “ tuturnya.
Sementara itu, Dr. I Made Sarjana menyarankan dialog secara terbuka antara pemangku kepentingan pariwisata untuk mencari titik temu pengelolaan DTW secara integrasi. Diakhir pertemuan, perangkat desa Tulungrejo meminta penjelasan terkait mekanisme pengajuan kerjasama pengembangan pariwisata dengan PUPAR Unud. Acara tersebut ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama. [T][Ado/***]
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...