Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
“Gampang Cuan”, sebuah film drama komedi karya penulis dan sutradara Rahabi Mandra segera tayang di bioskop. Pada 8 November lalu, di XXI Epicentrum, Jakarta, film produksi Temata Studios, Adhya Pictures, dan Legacy Pictures ini digelar Gala Premiere yang dihadiri oleh jajaran Sutradara, Produser, serta Cast.
Ada banyak alasan untuk menonton film ini. Setidaknya, menurut Sutradara Rahabi Mandra, berdasar rilis yang diterima tatkala.co, terdapat tiga alasan untuk menonton film ini.
Pertama, ide ceritanya dekat dengan semua orang, yaitu jungkir balik cari cuan secepatnya untuk kedaruratan keluarga.
Kedua, film ini menghibur, seru, dan di saat yang sama memberikan insight keuangan yang mencerahkan.
Ketiga, formula ensemble cast yang unik dan out of the box—Anya Geraldine yang menunjukkan kemampuan olah perannya di luar persona yang biasa dimainkan; Vino G. Bastian, aktor jenius yang kali ini menampilkan kualitas komedi yang luar biasa; dan Meriam Bellina yang biasa dikenal antagonis, kali ini akan membuat penonton terkejut dengan sisi dramatisnya.”
Vino G. Bastian yang berperan sebagai Sultan dalam film ini mengatakan, menjadi Sultan merupakan satu tantangan. “Karena kebetulan saya bukan anak pertama di keluarga. Sementara di sini saya harus memikul ekspektasi sebagai panutan keluarga, harus menghidupi diri sendiri, dan harus menjadi dewasa menghadapi dua adik dengan karakter yang berbeda. Konflik ini menjadi satu hal yang menarik untuk saya gali,” katanya.
Proses syuting film ini mulai Juni hingga Agustus 2023. Namun proses riset dan penyusunan cerita sudah dilakukan sejak dua tahun, yakni sejak tahun 2021. Sutradara sendiri terinspirasi dari fenomena para Crazy Rich, yang kerap memotivasi masyarakat untuk bisa sukses dan naik kelas, namun seringkali masyarakat tidak paham prosesnya, dan cenderung mau yang instan saja.
Film ini mengisahkan sosok Sultan (Vino G. Bastian), anak sulung di keluarga yang bertahun-tahun merantau ke Jakarta dari Sukabumi dengan pekerjaan yang serabutan. Bahkan harus meminjam rentenir untuk mengirimkan uang ke kampung. Suatu hari, Sultan dikagetkan dengan kedatangan adik perempuannya, Bilqis (Anya Geraldine) yang menjumpai bahwa realita kehidupan kakaknya tidak sebagus yang diceritakan.
Selain itu, Bilqis juga membawa surat hutang mendiang ayahnya sebesar Rp300 juta yang harus segera dilunasi. Di sisi lain, Sultan dituntut untuk membiayai kuliah si adik bungsu, Aji (Alzi Markers). Sultan dan Bilqis kemudian jungkir balik mencari cuan untuk membayar hutang tanpa sepengetahuan sang Ibu, Mamah Diah (Meriam Bellina).
Meski mengambil sudut pandang perantau yang secara demografis asalnya tidak jauh dari ibu kota, film ini menyoroti betapa besarnya ekspektasi masyarakat daerah terhadap kemudahan hidup di Jakarta, padahal nyatanya banyak rintangannya.
Dibalut dengan nuansa komedi dan diiringi oleh soundtrack “Jiwa Yang Bersedih” dari Ghea Indrawari, saksikan perjuangan keluarga Cisaat mencari makna keluarga di film “Gampang Cuan” tanggal 16 November 2023 di seluruh bioskop di Indonesia. [T][Rls]
***
Jajaran Cast Gampang Cuan:
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...