‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
TIDUR yang nyaman bukan hanya karena kasur yang berkualitas tetapi juga jenis bahan sprei yang digunakan. Layaknya pakaian, bahan sprei ada yang terasa panas di kulit atau adem. Tentu saja memilih sprei dengan bahan yang dingin jadi prioritas.
Selama Anda menggunakan sprei yang bahannya nyaman tidur akan menjadi lebih berkualitas. Saat bangun Anda bisa kembali bugar untuk menjalani hari lebih baik. Lalu apa saja jenis bahan yang bisa dijadikan acuan?
Tips untuk memilih bahan sprei terbaik paling mudah adalah dengan menempelkannya pada kulit. Kain yang nyaman akan terasa lembut, memiliki tekstur yang lemas dan tidak terasa panas. Sayangnya jika membeli online Anda akan sulit menempelkan kain ke kulit.
Anda yang membeli sprei secara online bisa mencermati jenis bahan yang digunakan. Selama ini ada beberapa bahan yang bisa jadi pilihan utama karena terasa dingin dan nyaman di kulit. Berikut pilihannya:
Tidak hanya kaos, katun juga kerap dimanfaatkan untuk pembuatan sprei. khusus sprei ada beberapa jenis katun yang direkomendasikan seperti katun Jepang yang kandungan katunnya hampir 95%. Ada juga katun catra yang jumlah katunnya 80%.
Apabila Anda ingin sprei dengan harga lebih miring bisa juga memilih katun panca yang memiliki campuran 75% katun dan 25% polyester. Ketiga jenis katun ini sama-sama terasa adem di kulit.
Bahan ini sebenarnya mirip dengan polyester, hanya saja microtex memiliki tekstur yang jauh lebih lembut. Hal ini disebabkan ukuran serat yang jauh lebih kecil. Tidak hanya sprei, microtex juga kerap digunakan dalam pembuatan selimut. Efek lain yang diberikan kain ini adalah rasa hangat sehingga sprei nyaman digunakan saat musim hujan. Tidur Anda akan lebih nyenyak di atas kasur yang hangat.
Terkenal mahal, sutera ternyata juga tersedia dalam bentuk sprei. Jika Anda memiliki dana lebih untuk membeli sprei maka bahan ini bisa jadi pilihan utama. Hanya saja untuk sprei biasanya yang digunakan bukan 100% sutera karena telah dicampur dengan katun.
tujuannya adalah supaya kain menjadi lebih tahan lama dan perawatan jauh lebih murah. Soal kualitas tentu terjamin karena bahan ini terkenal nyaman.
Sprei dari bahan tencel ramah lingkungan karena dibuat dari bahan bubuk kayu selulosa atau rumbut bambu organik. Tekstur yang dihasilkan sangat lembut bahkan mampu bersaing dengan sutera atau katun 100%.
Satu-satunya kekurangan dari bahan ini hanyalah membutuhkan perawatan yang teliti. Anda hanya bisa mencucinya dengan sistem dry clean sehingga tidak merusak serat kayu. Selain itu juga tidak boleh direndam karena warnanya akan mudah luntur.
Luangkan waktu Anda secara khusus untuk memilih jenis bahan sprei yang mana sebaiknya dipilih. Selain jenis bahan Anda juga perlu memperhatikan motif hingga tekstur kain yang sesuai dengan desain ruangan.
Jika ingin kasur tampak minimalis dan elegan sprei emboss bisa menjadi pilihannya. Anda bisa memilih sprei tipe ini langsung di Blibli dengan beragam warna yang sudah tersedia. Ada banyak merk sprei tipe emboss yang tersedia seperti TRUU, Madonna, Fata, Cleopatra dan masih banyak lagi.
Saat Anda membeli di Blibli jangan lupa untuk memperhatikan deskripsi produk. Di sana sudah tersedia informasi ukuran sprei yang bisa Anda beli. Tinggal sesuaikan saja dengan ukuran kasur di rumah Anda. Yuk cek produk sprei terbaik di Blibli. [T]
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudoyonomenon...
SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka yang menghabiskan waktu bertahun-tahun menempuh pend...
DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, tim Pengabdian k...
Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) berkunjung ke Yayasan Bali Baby...
DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen dulu." Di lingkungan peke...
SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan sawah yang hijau. Burung-burung berkicau. Angi...
KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi D4 Man...
DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna...
DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan pangan yang paling jujur, sebuah warisa...