Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
BAGAIMANA cara perempuan bangkit setelah dilanda pandemi Covid 19?
Mari kita baca 14 wanita yang menuliskan cerita tentang pengalaman mereka bangkit dari tamparan pandemi yang sempat membuat siapa pun di dunia, laki atau perempuan, mengalami masa-masa tidak enak, bahkan terpuruk.
Empat belas penulis wanita itu berasal dari wilayah di Indonesia dan juga ada yang tinggal di luar negeri. Cerita pengalaman mereka dikumpulkan dalam sebuah buku dengan tema “Perempuan Bangkit” atau “Arise & Thrive”.
akan dilangsungkan pada Hari Sabtu, 11 November 2023, di Swissbell Hotel Tuban Kuta Bali, jam 10.00 – 14.00 WITA. Jadi, datanglah.
Dalam buku itu para penulis menyuarakan isi hati dan apa yang mereka lakukan untuk bangkit. Buku ini diinisiasi Bali Writing Club, tentu saja sebuah kelompok yang punya perhatian terhadap dunia tulis-menulis.
Penulis-penulis itu datang dari berbagai latar belakang, antara lain Lidia Lavigne (Pendiri Bali Writing Club, Business Owner, dan Life Coach), Dwi Vera (MC Profesional), Janawati Luh (Transformational Numerologist dan Energy Healing Practitioner).
Ada juga Mino Singgi (Business Owner), Liza Djohan (Business Owner dan Creative Marketing), Fadlun Kasau (Business Owner dan Marathoner), Gek Krismawati (Career Woman and Business Owner), Rai Sukmawati (Dosen dan Business Owner), Nia Septinawaty (Dosen dan Translator), Sri Wahyuni (Business Owner), dan Ni Luh Sriartini (Penulis dan Online Enterpreneur).
Tiap penulis memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Dalam acara Inspiring Talk Show yang telah diadakan pada Hari Rabu, 25 Oktober 2023 melalui media Live Facebook, Sri Wahyuni dan Ni Luh Sriartini mengungkapkan sedikit apa yang ditulisnya.
Sebagai seorang pemilik bisnis dari SWY Fashion & Rattan Bali, Sri Wahyuni telah menulis lebih dari 40 buku. Dalam Buku Antologi “Perempuan Bangkit”, Sri Wahyuni khusus bercerita tentang bagaimana dia bertahan dengan bisnisnya di masa pandemi Covid 19, yang belum pernah ditulis secara mendalam di buku yang lainnya.

.
Sedangkan Ni Luh Sriartini menulis tentang perjalanannya bisa sampai menikah dengan seorang warga negara asing dan sekarang tinggal di Jerman. Jawaban dari semua pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh keluarga maupun teman-temannya terjawab di buku ini. Why? Why? Di sinilah tertulis alasannya yang tidak pernah dipublikasikan sebelumnya karena selama ini disimpan sebagai informasi pribadi saja.
Janawati Luh yang akan tampil di Inspiring Talk Show tanggal 5 November 2023, bercerita pengalamannya selama pandemi yang memiliki makna sangat mendalam untuknya. Dimulai dengan kebangkitan dari alur pemikiran lama di mana alur ini bisa expired dan mesti belajar untuk bergerak ke pemikiran yang baru untuk bisa beradaptasi dengan keadaan yang selalu berubah. Lalu bangkit dari zona nyaman yang artinya melakukan sesuatu di luar kebiasaan seperti ikut menulis buku antologi.
Bangkitnya Inner Self-Confidence, Inner Creativity, dan Inner Happiness adalah hasil dari mengikuti kelas-kelas leadership di organisasi yang mengajarkan Kontemplasi. Dan yang tak kalah pentingnya adalah bangkit juga dari kondisi finansial untuk kesejahteraan yang lebih baik di masa depan.
Inspiring Talk Show berikutnya adalah Hari Senin, 30 Oktober 2023 menampilkan Liza Djohan dan Fadlun Kasau melalui media Live Instagram Bali Writing Club. Berlanjut di RRI Pro 1 Denpasar di acara Dialog Denpasar Siang Ini, para penulis yang berpartisipasi adalah Lidia Lavigne, Dwi Vera, dan Mino Singgi, live juga di Youtube RRI pada Hari Rabu, 1 November 2023.
Bekerjasama dengan Svargakita Art Creative Competition 2023 di Lippo Plaza Kuta Bali, Inspiring Talk Show berikutnya pada Hari Minggu, 5 November 2023, menampilkan Dwi Vera, Gek Krismawati, Rai Sukmawati, Janawati Luh, Nia Septinawaty, dan Lidia Lavigne sebagai Moderator.
Setelah rangkaian Inspiring Talk Show, maka Launching Buku Antologi dengan tema “Perempuan Bangkit” atau “Arise & Thrive” akan dilangsungkan pada Hari Sabtu, 11 November 2023, di Swissbell Hotel Tuban Kuta Bali, jam 10.00 – 14.00 WITA. Acara ini akan dimeriahkan oleh para penulis, para sponsor yang memberikan banyak doorprize, Inspiring Talk, serta makan siang.
Para pembaca yang membaca tulisan ini bisa menghadiri acara launching. Untuk pendaftaran dan pembelian buku, bisa menghubungi para penulis, atau bisa melalui Whatsapp 085101216204.
Dengan hadirnya Buku Antologi “Perempuan Bangkit” diharapkan dapat menjadi inspirasi dan kekuatan bagi para wanita pembaca bahwa Anda tidak sendirian.
Ada para wanita lainnya yang sudah mengalami keadaan terpuruk dan bisa bangkit kembali, tegar, dan berdiri di kaki sendiri untuk masa depan yang lebih baik. Dan tentunya menjadikan hidup ini lebih bermakna untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan untuk lingkungan sekitar, serta untuk nusa dan bangsa. [T][Rlss]
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan kampus, bukan hanya untuk tujuan wisata, na...
PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara yang serbacepat. Demi menghemat ene...
“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne, semengan ada bedik jumah. Nak, mekaad peteng, teka peteng. K...
Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau rekan satu hotel ataupun s...
JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang akan dijadikan ikon kampus di Turk...
PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang lebih dinamis dan atraktif. Pertunjukan seni berjalan ini...
KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber pengetahua...
DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan, bergema meneror kedua...
LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti hembusan angin laut, Minggu 7 Juni 2026....