Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
energi terbarukan menyerap energi
aktivis ekologi—dibuat dari
anggaran perubahan daerah. pura-pura
menyuarakan perubahan
propaganda bebas sampah
mondar-mandir
di kantor pemerintah
pejabat terus-menerus
menerangkan laporan pertanggungjawaban
yang lupa bertanggung jawab
kota mendokumentasikan
emisi karbon
menyalakan musim pembunuhan massal
musim belanja
pemerintah memekarkan
kuitansi kosong di daerah ini
seperti iklan yang tak bisa di-skip
kantor dinas
menempelkan mata-mata pada
toko yang tak menyediakan nota resmi
dari dalam kalkulator
muncul kesepakatan
rincian anggaran perbelanjaan:
10% kebohongan-kebohongan digital
10% pengunduran kapasitas
20% layanan pembatalan kesehatan
25% pendidikan yang labil
35% pembangunan infrastruktur kehampaan
aroma inflasi memenuhi kota
ini. membuat kita mesti
sembunyi. satu hal pasti:
pejabat overthinking
anjungan tunai mandiri
rusak
mengeluarkan kesia-siaan
untuk kita yang tak pernah masuk
daftar utama belanja
anggaran peningkatan kapasitas
sumber daya manusia
tak pernah meningkat
seperti nilai tukar mata uang
negara-negara berkembang
peraturan gubernur dicuci
di dalam ember malam-malam
diam-diam
terjemur di gedung tinggi
anggaran disetrika
warna harapan pudar
daerah makin pasrah
pasal-pasal seperti
pewangi mahal dan asing
untuk orang-orang berkeringat murah
satu bulan satu kali simpan
satu lembar soekarno-hatta terlipat
menyulap segala dari dalam lemari
kantor dinas tak punya kunci cadangan
mobil listrik lalu-lalang
dalam mimpi wakil gubernur
tabrak isu perubahan iklim
sampai hancur
propaganda peduli lingkungan
disiarkan wartawan
perintah wakil gubernur
sampah tak daur ulang
basah dijilat lidah politik
lima tahun sekali
suara-suara wakil gubernur
sembunyi dalam kartu-kartu identitas
masyarakat tak beridentitas
circle pit
tubuh rubuh disikut
industri pariwisata kuno
kelilipan debu
pasar. bergerak tak tertebak
laju pertumbuhan ekonomi
seperti musik punk
di kota ini
inlander kelas bawah
bikin konser. act of services
untuk words of affirmation
inlander kelas atas
cerewet dan gabut
selebgram pinjam kekuasaan
beringin tua
di perumahan cendana
merakit senjata politik
kota jadi kuning
serupa filter pastel
menipu generasi
melalui siaran langsung
suara dibutuhkan untuk
mengabaikan suara lain. dalam video
audio boleh tak memuaskan
visual harus bernas
hari pemilihan
adalah bom waktu
setangkai bunga virtual memekarkan
lembar-lembar kwitansi digital
mata uang begitu menyala dalam gelas kaca
meninggalkan aroma merah bungur
bagi ilusi pembangunan
seperti metamesta merilis bunyi
elektronik terdengar kronik
untuk peringatan yang tak kunjung berhenti
melaporkan hasil keuangan negara—
realitas rakitan penyuara jemala
[][][]
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...