Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
energi terbarukan menyerap energi
aktivis ekologi—dibuat dari
anggaran perubahan daerah. pura-pura
menyuarakan perubahan
propaganda bebas sampah
mondar-mandir
di kantor pemerintah
pejabat terus-menerus
menerangkan laporan pertanggungjawaban
yang lupa bertanggung jawab
kota mendokumentasikan
emisi karbon
menyalakan musim pembunuhan massal
musim belanja
pemerintah memekarkan
kuitansi kosong di daerah ini
seperti iklan yang tak bisa di-skip
kantor dinas
menempelkan mata-mata pada
toko yang tak menyediakan nota resmi
dari dalam kalkulator
muncul kesepakatan
rincian anggaran perbelanjaan:
10% kebohongan-kebohongan digital
10% pengunduran kapasitas
20% layanan pembatalan kesehatan
25% pendidikan yang labil
35% pembangunan infrastruktur kehampaan
aroma inflasi memenuhi kota
ini. membuat kita mesti
sembunyi. satu hal pasti:
pejabat overthinking
anjungan tunai mandiri
rusak
mengeluarkan kesia-siaan
untuk kita yang tak pernah masuk
daftar utama belanja
anggaran peningkatan kapasitas
sumber daya manusia
tak pernah meningkat
seperti nilai tukar mata uang
negara-negara berkembang
peraturan gubernur dicuci
di dalam ember malam-malam
diam-diam
terjemur di gedung tinggi
anggaran disetrika
warna harapan pudar
daerah makin pasrah
pasal-pasal seperti
pewangi mahal dan asing
untuk orang-orang berkeringat murah
satu bulan satu kali simpan
satu lembar soekarno-hatta terlipat
menyulap segala dari dalam lemari
kantor dinas tak punya kunci cadangan
mobil listrik lalu-lalang
dalam mimpi wakil gubernur
tabrak isu perubahan iklim
sampai hancur
propaganda peduli lingkungan
disiarkan wartawan
perintah wakil gubernur
sampah tak daur ulang
basah dijilat lidah politik
lima tahun sekali
suara-suara wakil gubernur
sembunyi dalam kartu-kartu identitas
masyarakat tak beridentitas
circle pit
tubuh rubuh disikut
industri pariwisata kuno
kelilipan debu
pasar. bergerak tak tertebak
laju pertumbuhan ekonomi
seperti musik punk
di kota ini
inlander kelas bawah
bikin konser. act of services
untuk words of affirmation
inlander kelas atas
cerewet dan gabut
selebgram pinjam kekuasaan
beringin tua
di perumahan cendana
merakit senjata politik
kota jadi kuning
serupa filter pastel
menipu generasi
melalui siaran langsung
suara dibutuhkan untuk
mengabaikan suara lain. dalam video
audio boleh tak memuaskan
visual harus bernas
hari pemilihan
adalah bom waktu
setangkai bunga virtual memekarkan
lembar-lembar kwitansi digital
mata uang begitu menyala dalam gelas kaca
meninggalkan aroma merah bungur
bagi ilusi pembangunan
seperti metamesta merilis bunyi
elektronik terdengar kronik
untuk peringatan yang tak kunjung berhenti
melaporkan hasil keuangan negara—
realitas rakitan penyuara jemala
[][][]
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...