17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
energi terbarukan menyerap energi
aktivis ekologi—dibuat dari
anggaran perubahan daerah. pura-pura
menyuarakan perubahan
propaganda bebas sampah
mondar-mandir
di kantor pemerintah
pejabat terus-menerus
menerangkan laporan pertanggungjawaban
yang lupa bertanggung jawab
kota mendokumentasikan
emisi karbon
menyalakan musim pembunuhan massal
musim belanja
pemerintah memekarkan
kuitansi kosong di daerah ini
seperti iklan yang tak bisa di-skip
kantor dinas
menempelkan mata-mata pada
toko yang tak menyediakan nota resmi
dari dalam kalkulator
muncul kesepakatan
rincian anggaran perbelanjaan:
10% kebohongan-kebohongan digital
10% pengunduran kapasitas
20% layanan pembatalan kesehatan
25% pendidikan yang labil
35% pembangunan infrastruktur kehampaan
aroma inflasi memenuhi kota
ini. membuat kita mesti
sembunyi. satu hal pasti:
pejabat overthinking
anjungan tunai mandiri
rusak
mengeluarkan kesia-siaan
untuk kita yang tak pernah masuk
daftar utama belanja
anggaran peningkatan kapasitas
sumber daya manusia
tak pernah meningkat
seperti nilai tukar mata uang
negara-negara berkembang
peraturan gubernur dicuci
di dalam ember malam-malam
diam-diam
terjemur di gedung tinggi
anggaran disetrika
warna harapan pudar
daerah makin pasrah
pasal-pasal seperti
pewangi mahal dan asing
untuk orang-orang berkeringat murah
satu bulan satu kali simpan
satu lembar soekarno-hatta terlipat
menyulap segala dari dalam lemari
kantor dinas tak punya kunci cadangan
mobil listrik lalu-lalang
dalam mimpi wakil gubernur
tabrak isu perubahan iklim
sampai hancur
propaganda peduli lingkungan
disiarkan wartawan
perintah wakil gubernur
sampah tak daur ulang
basah dijilat lidah politik
lima tahun sekali
suara-suara wakil gubernur
sembunyi dalam kartu-kartu identitas
masyarakat tak beridentitas
circle pit
tubuh rubuh disikut
industri pariwisata kuno
kelilipan debu
pasar. bergerak tak tertebak
laju pertumbuhan ekonomi
seperti musik punk
di kota ini
inlander kelas bawah
bikin konser. act of services
untuk words of affirmation
inlander kelas atas
cerewet dan gabut
selebgram pinjam kekuasaan
beringin tua
di perumahan cendana
merakit senjata politik
kota jadi kuning
serupa filter pastel
menipu generasi
melalui siaran langsung
suara dibutuhkan untuk
mengabaikan suara lain. dalam video
audio boleh tak memuaskan
visual harus bernas
hari pemilihan
adalah bom waktu
setangkai bunga virtual memekarkan
lembar-lembar kwitansi digital
mata uang begitu menyala dalam gelas kaca
meninggalkan aroma merah bungur
bagi ilusi pembangunan
seperti metamesta merilis bunyi
elektronik terdengar kronik
untuk peringatan yang tak kunjung berhenti
melaporkan hasil keuangan negara—
realitas rakitan penyuara jemala
[][][]
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...