Mahasiswa Kos dan Mahasiswa Rumahan: Punya Galau Masing-masing
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
energi terbarukan menyerap energi
aktivis ekologi—dibuat dari
anggaran perubahan daerah. pura-pura
menyuarakan perubahan
propaganda bebas sampah
mondar-mandir
di kantor pemerintah
pejabat terus-menerus
menerangkan laporan pertanggungjawaban
yang lupa bertanggung jawab
kota mendokumentasikan
emisi karbon
menyalakan musim pembunuhan massal
musim belanja
pemerintah memekarkan
kuitansi kosong di daerah ini
seperti iklan yang tak bisa di-skip
kantor dinas
menempelkan mata-mata pada
toko yang tak menyediakan nota resmi
dari dalam kalkulator
muncul kesepakatan
rincian anggaran perbelanjaan:
10% kebohongan-kebohongan digital
10% pengunduran kapasitas
20% layanan pembatalan kesehatan
25% pendidikan yang labil
35% pembangunan infrastruktur kehampaan
aroma inflasi memenuhi kota
ini. membuat kita mesti
sembunyi. satu hal pasti:
pejabat overthinking
anjungan tunai mandiri
rusak
mengeluarkan kesia-siaan
untuk kita yang tak pernah masuk
daftar utama belanja
anggaran peningkatan kapasitas
sumber daya manusia
tak pernah meningkat
seperti nilai tukar mata uang
negara-negara berkembang
peraturan gubernur dicuci
di dalam ember malam-malam
diam-diam
terjemur di gedung tinggi
anggaran disetrika
warna harapan pudar
daerah makin pasrah
pasal-pasal seperti
pewangi mahal dan asing
untuk orang-orang berkeringat murah
satu bulan satu kali simpan
satu lembar soekarno-hatta terlipat
menyulap segala dari dalam lemari
kantor dinas tak punya kunci cadangan
mobil listrik lalu-lalang
dalam mimpi wakil gubernur
tabrak isu perubahan iklim
sampai hancur
propaganda peduli lingkungan
disiarkan wartawan
perintah wakil gubernur
sampah tak daur ulang
basah dijilat lidah politik
lima tahun sekali
suara-suara wakil gubernur
sembunyi dalam kartu-kartu identitas
masyarakat tak beridentitas
circle pit
tubuh rubuh disikut
industri pariwisata kuno
kelilipan debu
pasar. bergerak tak tertebak
laju pertumbuhan ekonomi
seperti musik punk
di kota ini
inlander kelas bawah
bikin konser. act of services
untuk words of affirmation
inlander kelas atas
cerewet dan gabut
selebgram pinjam kekuasaan
beringin tua
di perumahan cendana
merakit senjata politik
kota jadi kuning
serupa filter pastel
menipu generasi
melalui siaran langsung
suara dibutuhkan untuk
mengabaikan suara lain. dalam video
audio boleh tak memuaskan
visual harus bernas
hari pemilihan
adalah bom waktu
setangkai bunga virtual memekarkan
lembar-lembar kwitansi digital
mata uang begitu menyala dalam gelas kaca
meninggalkan aroma merah bungur
bagi ilusi pembangunan
seperti metamesta merilis bunyi
elektronik terdengar kronik
untuk peringatan yang tak kunjung berhenti
melaporkan hasil keuangan negara—
realitas rakitan penyuara jemala
[][][]
SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan...
PADA zaman maya saat ini, seorang remaja tanpa menyentuh gadget atau handphone selama satu hari saja sudah termasuk hebat. Tapi di Desa Bungaya, Karangasem, Bali, ratusan remaja pu...
KESULITAN terbesar saya ketika harus membicarakan sajak-sajak Nuryana Asmaudi SA yang terkumpul dalam buku "Doa Bulan untuk Pungguk" (DBUP) adalah upaya menghilangkan bayang-bayang...
JIKA ingin melihat sejati-jatinya festival yang jujur, tanpa pesan ini-itu, tanpa pidato ini-itu, tanpa kampanye ini-itu, tanpa bau politik dan kekuasaan, tanpa EO dan panitia over...
MAHASISWA adalah sebutan untuk “siswa” dengan tambahan kata “maha” di depannya. Maha artinya besar. Mahasiswa tentu bukan lagi siswa biasa. Kehidupan siswa bisa bergantung pada or...
Cerpen: Made Adnyana Ole TUBUH mungil gadis itu ditusuk pedang cahaya ketika sinar purnama menerobos di sela ranting gaharu. Cahaya memantul dari tubuhnya hingga hutan kecil di tep...
IGAU andaikata rumput berwarna merah muda, sapi-sapi mungkin saja berwarna jingga. dan kau berdiri di atas batu kuning mengenakan sepatu hijau, menembaki aku dengan senapan buru l...
MASA KKN (Kuliah Kerja Nyata) kini sudah usai. Acara perpisahan di balai desa atau di lapangan umum sudah digelar dengan meriah, penuh canda sekaligus haru. Namun, setelah KKN buba...
MENYELENGGARAKAN ngaben megah menghabiskan banyak uang, diurus oleh beratus-ratus orang dengan uang ratusan juta rupiah, adalah salah satu contoh, betapa orang Bali senang sekali m...
BERBICARA sebagai orang awam, sembari turut menilai fenomena dan paradigma tentang berbagai hal yang terjadi di masyarakat, tentu dengan guyonan ringan ditambah dengan sruputan kop...