Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
PERUBAHAN SMA Bali Mandara menjadi sekolah reguler yang disamakan statusnya dengan SMA lain masih menyisakan permasalahan bagi beberapa orang. Isu-isu ini terus dihembuskan dan momennya jelang tahun politik 2024.
Kalau kita merunut mengapa SMA Bali Mandara didirikan, tujuan utamanya untuk memberikan pendidikan bagi siswa yang memiliki latar belakang ekonomi kurang mampu. Siswa diasraman. Biaya pendidikan, biaya makan, keperluan pakaian dibiayai oleh pemerintah. Ini merupakan bentuk ekslusivitas pendidikan.
Jika alasan pendirian SMA Bali Mandara memberikan kesempatan kepada siswa yang kurang mampu untuk mengenyam pendidikan, mengapa pemerintah kala itu, tidak memberikan perlakukan yang sama kepada siswa yang kurang mampu namun menempuh pembelajaran di SMA regular. Untuk memberikan pendidikan bagi siswa yang berlatar ekonomi kurang, tidak harus membentuk SMA Ekslusif. Ini merupakan bentuk diskriminasi dalam pendidikan.
Pemerintah Provinsi Bali kala itu, terlalu ambisi membangun SMA Bali Mandira. Kalau mau disurvei ke desa-desa yang terpencil di Bali masih banyak sekolah baik dari tingkat sekolah dasar dan menengah memerlukan perhatian Pemerintah Provinsi Bali untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana.
Apakah sudah semua SMP dan SMA dalam belajar bahasa (Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Bali) memiliki laboratorium bahasa? Apakah setiap ruang sekolah sudah dilengkapi dengan AC atau kipas angin? Sekolah yang ada di kota saja belum semua dilengkapi sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Janganlah mengekslusifkan satu sekolah sedangkan sekolah lain sarana dan prasarananya belum memadai.
Siswa yang memiliki latar belakang ekonomi kurang dapat bersekolah di sekolah regular. Pemerintah hendaknya memberikan kemudahan dan bahkan memberikan beasiswa kepada siswa tersebut. Apalagi dengan diberlakukannya Kurikulum Merdeka, sekolah diwajibkan untuk menerapkan pendidikan inklusi. Inklusi adalah sebuah pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka untuk siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda, meliputi: karakteristik, kondisi fisik, kepribadian, status, suku, budaya dan lain sebagainya.
Pola pikir ini selanjutnya berkembang dengan proses masuknya konsep tersebut dalam kurikulum di satuan pendidikan sehingga pendidikan inklusif menjadi sebuah sistem layanan pendidikan yang memberi kesempatan bagi setiap peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusi bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa menyatakan bahwa pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersamasama dengan peserta didik pada umumnya.
Pendidikan inklusi mensyaratkan keterampilan guru dalam menangani siswa yang memiliki kondisi yang berbeda. Apakah semua guru sudah memiliki metode yang tepat dalam menangani anak yang hiperkatif atau mengalami keterbelakangan mental? Janganlah mengekslusifkan satu sekolah. Ada yang lebih urgen direalisasikan.
Guru-guru di sekolah regular belum memiliki keterampilan yang memadai dalam menangani anak yang berkebutuhan khusus (ABK). Setiap sekolah hendaknya ada guru yang ahli menangani ABK. Memberikan pelatihan bagi guru untuk menangani ABK sangat mendesak. Idealnya satu kelas didampingi oleh dua guru seperti sekolah-sekolah internasional.
Adanya dua guru yang mendampingi anak ketika pembelajaran, ABK akan tertangani dengan baik. Mampukah pemerintah mengangkat guru untuk melaksanakan pendidikan inklusi serta melaksanakan pembelajaran yang berdiferensiasi?
Inilah fenomena pendidikan yang dialami para guru di sekolah. Janganlah mengekslusifkan sekolah. Apalagi kengototan pengembalian status SMA Bali Mandara jelang tahun politik. Masyarakat akan berpikiran negatif. Sebagai orang akademisi berpikirlah secara jernih dalam menanggapi sebuah isu. Politik masuk sekolah akan menambah kekusutan permasalahan pendidikan kita. [T]
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...