SAWIDJI adalah sebuah ruang kolektif bagi orang-orang kreatif, terutama pada ranah seni rupa. Dari Lodtunduh, Ubud, kini Sawidji menebar getaran kreatif dari tengah jantung Kota Denpasar.
Ya. Sejatinya Sawidji lahir dua tahun lalu di Lodtunduh Ubud. Di desa seni budaya dan wisata itu Sawidji menggelar berbagai pameran serta mengabarkan aktivitas melalui web online virtual dan media sosial.
Dan, kini, ruang kolektif seni itu hadir di Denpasar. Sawidji ingin merangkul para pelaku dan komunitas seni untuk berkolaborasi dan menjalani aktivitas berkesenian lintas batas.
Di jantung ibukota Bali itu Sawdji tepatnya berada di Jl Plawa IXA No 17 Denpasar. Keberadaannya didukung sejumlah aktivis serta komunitas di antaranya Batu Belah Art Space, Rumah Paros, ManButur Fotografi, Dibal Ranuh Kitapoleng, Umbra, Tjandra Hutama Fotografi, Jung, Mas Ruscitadewi, Yayasan Corti, Batu 8, serta budayawan Putu Suasta.
.
Karya-karya yang ditampilkan dalam perhelatan “Sawidji Comes Home” | Foto: Dok. Sawidji
Untuk menandai kehadiran Sawidji di Denpasar, digelar sebuah perhelatan bertajuk “Sawidji Comes Home” yang menyajikan pameran dan pertunjukan seni pada Minggu, 17 September 2023 sore.
Dian Dewi, inisiator dan koordinator Sawidji mengatakan selain berupa galeri dan studio, ruang kolektif ini juga dikembangkan berupa butik, kafe, dan mengelola kegiatan para kreator seni.
“Kami terus bergerak mengembangkan gagasan, edukasi, menjalani proses berkesenian, dan menawarkan produk akhir ke masyarakat,” kata Dian Dewi.
Dian Dewi menyebut ruang kolektif seni ini membuka diri ke berbagai pihak yang memiliki kesamaan perspektif untuk penciptaan kreatif, dialog interaktif, dan menautkan sejumlah simpul komunitas untuk memperluas jejaring seni.
.
.
Karya-karya yang ditampilkan dalam perhelatan “Sawidji Comes Home” | Foto: Dok. Sawidji
“Kami memilih pendekatan kolaboratif untuk mempertemukan seniman lintas batas dari berbagai disiplin ilmu agar masing-masing praktisi yang terlibat mendapatkan pengalaman dari kerja sama tersebut,” katanya.
Ruang kolektif ini berupaya pula memediasi kepentingan para pemangku (stakeholder) kegiatan seni dan publik melalui aneka kegiatan apresiasi secara berkala.
Pemilik Rumah Paros Made Kaek berharap kehadiran Sawidji bisa menjadi tempat bertemu para kreator seni baik di Bali maupun para pegiat seni dari luar Bali untuk berkreasi di kantong budaya yang baru ini.
“Seniman, budayawan, masyarakat pecinta seni, maupun paramuda dapat melakukan olahkreasi dan membicarakan berbagai ide di sini,” kata Made Kaek. [T][Rls/*]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...