kau mengigau jauh di hulu aku kilau yang memanggil-manggil selalu sebelum hujan meninggalkan cium paling biru
ada pagi yang tak pernah sampai mengaji keriuhan batu, ketika rindu berguru jauh ke mabuk tunggu, lalu sepasang nama tiba-tiba terpahat, mengekalkan cemburu
bisukan matahari dalam pelukmu, meski puisi-puisi dirampas percuma menjelma berita kematian di hari minggu
beri aku sekilas jawab, atau cahaya yang mengambil seluruh cinta meski kata-kata telah diucapkan percuma dan tak seorang pun menangkap keajaibannya
ruangkopi, minggu, 2023
ODE BUAT DELLA
senin menjemputmu, mengajak kembara ke pelataran musim, anak-anak mengaji cahaya kau tiba dengan kamus-kamus terbenam jauh di kepala
bicaralah, meski hari-hari digempur keriuhan meski anak-anak meninggalkan separuh diri mereka di kolong tempat tidur, menolak penghujan aksara dan angka-angka berderet sepenuh suka
kau masih akan terus tiba, duduk di pelataran musim bersama anak-anak mengaji cahaya, membawa mereka dalam kalimat berbunga “seorang penyair datang dengan sekeranjang cinta dan rayuan mawar, terima saja ia sebagai bagian dari hidup manasuka, biarkan ia menjelma doa-doa bahagia di akhir pekan yang menolak tamasya”
ruangkopi, minggu, 2023
PUKUL DUA PULUH
hatimu adalah gemuruh ketika bintang-bintang padam dan menunjuk cinta yang jatuh
malam pun retak ketika doa mengucap bersama harum kehancuran
pada puisi. bintang-bintang berkubur tanya tanpa spasi tanpa percakapan malaikat yang penuh basa-basi
DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang calon wirausaha ditanya mengenai apa y...
SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali seperti sediakala?"
Pertanyaan...
PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya di Jembrana-Bali, yang telah berpulang pada 21 Januari 20...
KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi ini: hutan-hutan terbaik yang be...
"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota Singaraja," ujar Bupati Buleleng, dr. I...
JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan akan datang orang-orang yang dan...
HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai marmer rumah mewah di kawasan elit. Suara temba...
MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA
mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata
jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta kebijakan berbe...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar. Di tengah gemuruh tabuh dan warna-warni busa...
RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat dikenali secara utuh dalam epik Ramaya...