kau mengigau jauh di hulu aku kilau yang memanggil-manggil selalu sebelum hujan meninggalkan cium paling biru
ada pagi yang tak pernah sampai mengaji keriuhan batu, ketika rindu berguru jauh ke mabuk tunggu, lalu sepasang nama tiba-tiba terpahat, mengekalkan cemburu
bisukan matahari dalam pelukmu, meski puisi-puisi dirampas percuma menjelma berita kematian di hari minggu
beri aku sekilas jawab, atau cahaya yang mengambil seluruh cinta meski kata-kata telah diucapkan percuma dan tak seorang pun menangkap keajaibannya
ruangkopi, minggu, 2023
ODE BUAT DELLA
senin menjemputmu, mengajak kembara ke pelataran musim, anak-anak mengaji cahaya kau tiba dengan kamus-kamus terbenam jauh di kepala
bicaralah, meski hari-hari digempur keriuhan meski anak-anak meninggalkan separuh diri mereka di kolong tempat tidur, menolak penghujan aksara dan angka-angka berderet sepenuh suka
kau masih akan terus tiba, duduk di pelataran musim bersama anak-anak mengaji cahaya, membawa mereka dalam kalimat berbunga “seorang penyair datang dengan sekeranjang cinta dan rayuan mawar, terima saja ia sebagai bagian dari hidup manasuka, biarkan ia menjelma doa-doa bahagia di akhir pekan yang menolak tamasya”
ruangkopi, minggu, 2023
PUKUL DUA PULUH
hatimu adalah gemuruh ketika bintang-bintang padam dan menunjuk cinta yang jatuh
malam pun retak ketika doa mengucap bersama harum kehancuran
pada puisi. bintang-bintang berkubur tanya tanpa spasi tanpa percakapan malaikat yang penuh basa-basi
CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu dipadati penonton. Di tengah suasana he...
Di tengah gempuran media sosial, kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu cukup? Atau ketika semu...
SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari atas panggung. Berpadu dengan suara su...
Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin
Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui batas disiplin ilmu modern. Ke...
ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya tertinggal zaman, dan pe...
GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan nuansa mitologi. Pemimpin di desa a...
BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari pembahasannya, apalagi...
DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka hidup di era yang menuntu...
SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning. Sebagian pinggirnya kusut dimakan usia...