Puisi-puisi Arif Billah | Elegi Dewi Lanjar

Arif Billah
by Arif Billah — September 09, 2023 in Puisi

Tatkala.co

ELEGI DEWI LANJAR

bermahkotakan kerang
bertahtakan karang
bening matanya mutiara bersarang
kulit segemerlap kilatan sisik
berselendang ombak berisik

Nirmalanya tak pernah menyihir kita
tapi kail dan jala kita lilitkan pada rahimnya
jangkar-jangkar mengoyak anak paling tua
lalu kita buahi pula dia dengan minyak dan bahan kimia

Dewi Lanjar telah marah
kontraksinya kambuh
melangkah ke tanah rendah
menjelma keruh
memutahkan sampah dan air bah
sakitnya sudah tak bisa sembuh

28/02/2023

KIRAB PIANDEL ABIRAWA

alas gung liwang liwung
meminta banding perkara
untuk para penghuninya

ubarampe, bagi mereka
tak seberapa untuk luasnya
tanah yang akan dijadikan
calon pusat peradaban

namun piandel abirawa
tak bisa diam begitu saja

alas pasuruan lamongan
dibabat habis-habisan
walau penuh jin dan setan

Kanjeng Sunan Prabu Sayid Nur
menohokkan piandel abirawa
menuju alas roban di sisi utara

merjan-merjan ingatan
harus selalu diutuhkan
untuk pusaka pembuka peradaban

22/11/2022

KI AGENG CEMPALUK

era yang mati menjadi pupuk sebuah negri
ayah dan putranya berkelana ke barat, menjejaki hutan
di pesisir menanam sebulir kepercayaan tanpa akhir

hingga Mataram akhirnya menuai buah paling matang
hasil diperam dari pepohonan yang dibabat;
lumbung padi ditumpuk meninggi; pun bendungan
dengan ribuan aral menghantui.

Sang Ayah
menyingkir ke tanah perdikan
mendekatkan diri ke ilahi

menyisih
ke sisi
Kesesi

16/04/2023

TEROR PANTURA

ada banyak hal di sini
dari kuli sampai orang mati
juga pedagang nasi
yang orang sudah tak sudi beli
hingga masakannya basi di kuali

sepanjang jalan utara
tanahnya wangi dengan dupa
kental berjejal aral
pekak akan rapal
mantra membumbung di udara
asap, debu, dan jelaga
kadang menahan celah cahaya

melarung kepala sapi
ke tengah lautan sepi
dilakoni untuk melanggengkan tradisi
dan menolak bala dari para roh penghuni

ada juga mayat tanpa kepala
yang masih segar darahnya
atau mereka dalam tanah purba
fondasi jalan raya
dari ribuan tulang pekerja

kebanyakan mati karena lapar
padahal mereka harusnya di bayar

di atas kertas, Daendels terbilang adil
untuk memberi gaji orang bertulang kecil
namun bupati sudah mulai berlajar tak tahu diri sejak dini
mengutil dana jalan raya, menyalahkan gubernur hindia belanda

dendam berdebam dalam salah sangka
roh mereka beterbangan tak terima
menjelma terkam teror pantura
mencari tumbal orang tak dikenal

14/3/2023

ABA-ABA DAHULU

Kembang cempoko putih,
cempoko kuning,
kembang melati

Aku menyaksikan derap-derap langkah
para penari dengan putih kaus kaki

mereka membungkukkan diri
menyelinap di antara ruang
berkelindan dengan menawan
bersama sesak gema laras pelok, rebana
dan kendang, menarikan gerak hiburan
untuk menidurkan para tirani
deksura dari kelam tanah sebrang

lalu, nyaring peluit menyuarakan perlawanan
melalui para penari berkaca mata hitam
bukan untuk menutup mata pada kedzaliman
namun demi menjaga keutuhan tanah tuhan
di tlatah seharum wangi melati

kemudian sinden menjadi lebih berani
menembangkan lir ilir dengan nada tinggi
sambut pejuang dari gerilya yang mulai datang
tumbangkan penjajah yang sedang gamang

mungkin, pada waktu lalu
karena si deksura tak siap
dalam mengamini kekalahannya
mereka berteriak sekuat tenaga

aba-aba dahulu
aba-aba dahulu
babalu
babalu

06/04/2023

BUBUR ABANG PUTIH

takir berisi bubur hangat
kusuapkan pada mulut keadaan

kesarehan, mendidih dari gula
menyingkirkan amarah dan bala

gurih santan, mutmainah
menundukan keras hati
obsesi pada tuhannya sendiri

1/4/2023

https://tatkala.co/2023/09/02/puisi-puisi-pranita-dewi-bedawang-nala/
https://tatkala.co/2017/03/18/acep-zamzam-noor-kwatrin-kegembiraan-kwatrin-kesedihan/
https://tatkala.co/2021/03/27/puisi-puisi-ipuisi-sbedy-stiawan-zs-jatuh-cinta-sesungguhya-sunyi/
https://tatkala.co/2023/07/22/puisi-puisi-arif-billah-demit-dan-jin-alas-roban/
https://tatkala.co/2023/08/12/puisi-puisi-andy-sri-wahyudi-jejak-api-melihat-ingatan/
Tag: Puisi
Avatar

Arif Billah

Related Posts
Esai

KLAKSON

BY Hartanto Juni 20, 2026

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya sedang belajar stir mobil. Sebab, suara klak...

Read More