Buleleng Terkaya di Bali, Sesungguhnyalah Tak Perlu Investor
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak...
TIDAK MUNAFIK, saya juga pernah melakukannya: bergunjing. Saat bertemu sahabat atau kerabat, membicarakan orang lain. Nikmat sekali, rasanya kita manusia paling baik, tanpa cacat-cela. Orang lain yang kita bicarakan tak ada baiknya. Tampak selalu buruk di mata kita.
Bergunjing kini seakan menjadi hal yang wajar; saat makan bersama kawan sekantor, misalnya. Topik pembicaraan lebih banyak tentang orang lain; A yang begini atau B yang begitu, atasan begini atau bos begitu. Makan yang dalam budaya ketimuran –dulu—adalah aktivitas yang “sakral” pun kini ternodai dengan energi negatif ketika sambil membicarakan orang lain.
Atau, di kompleks perumahan juga rumah kos, bergunjing seakan menjadi “healing”, pelepasan emosi, yang tersalurkan dalam perbincangan. Tak hanya perempuan, juga laki-laki. Bergunjing tak mengenal jenis kelamin juga usia. Anak-anak yang sering melihat dan mendengar orang tuanya bergunjing tentu akan meniru kebiasaan itu saat mereka dewasa nanti.
Bergunjing juga bisa dilakukan secara virtual, di media sosial melalui fitur komentar atau pesan, selain grup-grup WhatsApp yang begitu mudah dibuat tanpa peraturan yang ketat, digemari banyak orang untuk bisa mengobrol tentang berbagi hal sesuai minat dan keperluan kita.
Seorang guru spiritual, menyusun sembilan pedoman perilaku untuk paguyubannya. Hal pertama, “tidak membicarakan orang lain terutama saat mereka tidak ada”. Ini tentu bukan tanpa alasan. Bergunjing bisa menimbulkan konflik, terutama, saat misalnya omongan kita tentang orang lain disampaikan kepada orang yang kita bicarakan.
Atau, karena menulis postingan atau juga story tentang perasaan kita, orang lain menjadi tersinggung karena dirasa menyangkut dia. Juga, kebisaan “saling sindir” melalui media sosial yang berujung kericuhan. Perseteruan bisa timbul karena ucapan yang salah. Lidah tidak bertulang, kata pepatah lama yang sekarang banyak dilupakan.
Jika pun terlibat dalam perbincangan, baiknya membicarakan sesuatu yang baik saja; kemajuan pekerjaan, ide usaha, hobi atau hal-hal yang menyenangkan—tidak melibatkan kehidupan orang lain. “Peduli” dan “nyinyir” agak sulit dibedakan pada masa sekarang. “Healing” bisa dilakukan bukan dengan bergunjing—merusak hati, dalam arti kiasan dan sesungguhnya. Ingatkan saya juga, jika bertemu kalian lalu jatuh dalam pergunjingan.[T]
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak...
INI adalah komentar seorang teman pebisnis sukses, orang Bali yang tinggal di Amerika “Orang Bali harusnya ajarkan anak-anaknya berbisnis bukan hanya sembahyang”. Dan comment yang...
WABAH Pokémon Go sepertinya sudah masuk ke ceruk kehidupan orang Bali. Di Pulau Seribu Pura ini, tentu bukan hal aneh jika sarang Pokémon banyak terdapat di Pura. Di Pura besar ata...
Cerpen: Ni Kadek Desi Nurani Sari Purnama pasah, tiga anak bajang berjalan melenggang ke arah barat tempat di mana, rusuk seorang ibu tersesat jalan pulang. Mereka kembara, membawa...
BUNGA KECOMBRANG (1 ) Pada kelopak mudaku kau temukan rasa yang enggan pergi dari tiap ujung papila Kau terbakar rasa larut dalam liur kuntum kuntumku membuat...
SALAH satu cara mengatasi kerumitan pilihan hidup dalam dunia, --- yang mana orang-orangnya kian jauh dari kesempatan untuk berbeda adalah mengikuti ke mana arah pemikiran pergi,...
"Itulah pekerjaan, saya profesional, keluarga tahu saya bekerja sebagai penari joged, tidak jual diri," KERUMUNAN tampak dari kejauhan. Iringan suara gamelan rindik berpadu dengan...
HARI sekolah tiba. Orang tua harap-harap cemas. Apakah si anak bisa berprestasi di sekolah. Jika iya tentunya membanggakan. Namun, hilangkan harapan itu. Baiknya, jangan paksa anak...
Judul: Magening # Pengarang: Wayan Jengki Sunarta # Penerbit: Kakilangit Kencana # Tahun: April 2015 # Tebal: vi, 164 halaman # ISBN: 978-602-8556-53-8 899.221 3 NOVEL Magening...
PADA suatu masa, tak terlalu lama, di negeri ini pernah ada penggemar cicak dan ada penggemar buaya, ada juga yang suka melihat ribut-ribut antara keduanya. Tapi saya sendiri lebih...