Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menambah lima professor lagi. Dengan tambahan lagi lima itu, Undisha kini punya 61 profesor.
Targetnya, tahun 2025, Undiksha punya 100 orang profesor. Jadi, untuk mencapai target, Undiksha harus menambah 39 profesor lagi sampai dua tahun ini.
Lima profesor atau guru besar yang baru itu dikukuhkan, Rabu, 23 Agustus 2023.
Mereka adalah Prof. Dr. Drs. I Wayan Kertih, M.Pd untuk guru besar bidang ilmu Pendidikan IPS, Prof. Dr. Desak Made Citrawathi, M.Kes bidang ilmu Pendidikan Kesehatan, Prof. Dr. Maria Goreti Rini Kristiantari, M.Pd bidang ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Dasar.
Dua lagi adalah Prof. Dr. Ni Made Pujani, M.Si bidang ilmu Pendidikan IPA, dan Prof. Dr. Ni Ketut Rapi, M.Pd bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Fisika.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Senat Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd.
“Capaian jabatan guru besar oleh para dosen bukan tujuan akhir dari seorang akademisi. Karena pada dasarnya esensi pendidikan adalah bagaimana menjadikan manusia yang didik dan dilatihkan untuk memiliki makna bagi diri sendiri, bagi lingkungan, dan bagi bangsa dan Negara,’ kata Rektor Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. dalam sambutannya.
Kapasitas dan nilai guru besar bukan semata-mata ditentukan oleh gelar yang disematkan. Tetapi lebih akan lebih dihargai manakala bisa menyumbangkan ide dan gagasan maupun melakukan tindakan nyata yang bermanfaat bagui masyarakat.
“Pelekatan gelar guru besar bukan brarti menghentikan langkah untuk berinovasi. Undiksha sedang berbenah, masyarakat tengah digoda oleh berbagai fenomen disruption. Tentu ini mestinya menjadi perhatian para guru besar dan membantu lembaga untuk menjawab tantangan yang ada,” kata Lasmawan. [T][Ado]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...