Pertumbuhan Ekonomi Saja Tidak Cukup
DI sebuah obrolan sore yang dipenuhi asap kopi, suara kendaraan berlalu-lalang, dan pemberitaan tumbuhnya perekonomian kuartal I 2026 (5,61 persen), seorang kawan tiba-tiba berkat...
BULELENG | TATKALA.CO --- Hari itu kawasan sungai Tukad Yeh Leh, Desa Dapdap Putih, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, tampak jauh lebih bersih dari biasanya. Sampah seperti daun, ranting, plastik, dan sebagainya dikumpulkan lalu dibakar. Tak hanya kawasan sungai, kawasan pura, jalan-jalan desa, dan sebagainya, juga tampak lebih asri, bersih, dan terawat.
Sungai, pura, dan jalan-jalan desa tersebut dibersihkan oleh masyarakat, bendesa adat, pekaseh LPM, pemuda, dan segenap tokoh Desa Dapdap secara swadaya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Pasca pergantian nama desa dari Tista menjadi Dapdab Putih, November 2022 lalu, segenap tokoh, perangkat desa dan masyarakat kini sedang gencar-gencarnya mengangkat potensi desa tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan, selain menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan mencintai lingkungan, Desa Dapdap juga mengadakan banyak kegiatan dalam menyambut Hari Kemerdekaan Hut ke-78 RI.

Komponen masyarakat Desa Dapdap Putih lakukan bersih-bersih di Tukad Yeh Leh / Foto: Ist
Kegiatan seperti perlombaan, jalan santai, parade, karate inkai, senam kader posyandu, futsal, catur, bulu tangkis, tarik tambang, sampai lomba layang-layang, semarak meramaikan desa yang berada di kawasan dataran tinggi beriklim sejuk itu. Kegiatan swadaya tersebut dimulai 6 hingga 8 Agustus 2023.
Kepala Desa Dapdap Putih I Gede Marjaya saat dikonfirmasi Rabu (9/8/2023) mengungkapkan, dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan ke-78 RI, berbagai lomba melibatkan warga masyarakat. “Ada lomba karaoke, ada lomba tarik tambang, balap karung, jalan santai, senam, hingga bersih-bersih lingkungan,” kata Marjaya.
Marjaya menambahkan, semua peserta adalah warga Desa Dapdap. Secara intern dia sangat senang karena semangat dan suka cita warga sangat luar biasa dalam mengikuti kegiatan. Salah satu tujuan tersebut, selain untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan, juga sekaligus memupuk semangat kebersamaan di tingkat desa.

Menurut Marjaya, kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan seperti ini---khususnya di tingkat desa---baru pertama kali dilaksanakan. “ Momen seperti ini patut dijaga, kita maknai dalam upaya menjaga dan menjalin semangat gotong royong, dalam kebersamaan,” tandasnya.
Sekadar informasi, seperti diberitakan sebelumnya, penggantian nama desa berpenduduk 4.640 jiwa dan dikenal sebagai penghasil kopi dan salak gula ini, dilakukan berdasarkan surat keputusan Menteri Dalam Negeri No. 100.116117 Tahun 2022, tertanggal 9 November 2022.[T][Jas/*]
DI sebuah obrolan sore yang dipenuhi asap kopi, suara kendaraan berlalu-lalang, dan pemberitaan tumbuhnya perekonomian kuartal I 2026 (5,61 persen), seorang kawan tiba-tiba berkat...
DALAM diskusi dengan beberapa teman di grup WA, saya tidak menolak diposisikan sebagai ‘buzzer’. Tapi, dengan catatan (cetak tebal, miring, plus diwarnai stabilo warna merah) – sa...
MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa diabaikan begitu saja. Banyak...
DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan malaikat-malaikat kecil nan polos. Mereka men...
KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa beban. Nyanyian, tarian dan jiwanya be...
Di atas meja kayu panjang di beranda sebuah toko modern, sebuah kaleng bekas diletakkan begitu saja. Bentuknya sudah penyok di beberapa bagian. Permukaannya kusam seperti benda ya...
DI Mataram, pemutaran film Pesta Babi baru berjalan tiga menit ketika dibubarkan. Di kota lainnya, penyelenggara didatangi, diawasi, atau ditekan bahkan sebelum layar sempat dinya...
BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah yang sama, barangkali bukan perkara sed...
FORUM Bukan Musik Biasa (BMB) #111 dilaksanakan Rabu, 20 Mei 2026 di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta. BMB #111 menghadirkan dua komposer muda, Budi Se...
PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, telah memasuki hari ketiga...