“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
1/
Mengeram geram Mataram di nganga luka Batavia
Wedono Pesisir Kulon kena getahnya
Alas Roban segera dibutuhkan
Untuk dijadikan lahan, bukan kuburan
Tapi para penebang kayu berubah jadi hantu
lewat pagebluk oleh jin penuh nafsu
Dadungawuk mengamuk, kekuasaannya diremuk
peri prayangan berhamburan dari dalam hutan
meminta jatah preman di hamparan lahan seluas lautan
karena sudah keterlaluan
Bahurekso turun tangan
tanpa segan raja jin ditaklukan
2/
Raja Uling kelihatanya sedang berani mbeling
usil bermain air, menjebol bendungan Sungai Lojahan
Alas Roban berubah menjadi tanah yang sakit
Karena radang pada tenggorokannya bangkit
Ulah harus dibayar lunas
Markas sebuah kedung dilibas
menyemburkan mutah darah kehitaman
Bahurekso bermandikan gowok
prajurit Raja Uling yang digorok
Pedang Swedang dilibaskan pada udara terang
Kolo Dibrikso ngeroso ora trimo
terbelah kulit kesaktian Bahurekso
Dia mengalah bukan untuk kalah
melainkan mundur untuk meminta petuah
dari Ki Ageng Cempaluk sang ayah
Merasuk dalam keputren
lalu Bahurekso merayu Dibrusowati
memintanya untuk mencuri
sebilah pedang swedang milik kakaknya sendiri
Raja Uling alias Kolodibrikso
Tak ada lagi yang berani mbeling
atau usil menjahili Kedung Kramat
yang kuat merobohkan bendungan sudah sekarat
nyawanya di ujung paling mengkilat benda keramat
3/
Wedono Pesisir Kulon menyaksikan
sebatang kayu bersemedi
pada dasar aliran harapan
Keringat mengucur deras dari pori
melebihi arus kali pada Sungai Lojahan
puluhan lelaki yang sedang mengeraskan otot lengan,
perut dan paha mengencang padat seperti pohon jejawi
tak mampu mengankat barang satu centi batang kayu mati
Bahurekso sudah tidak tahan lagi
gilirannya sekarang untuk bersemedi
memusatkan energi, ngembat watang
dengan tangannya sendiri
16/04/2023
santer kabar Alas Roban hunian jin tak bertuan
menanti korban untuk dimangsa demit dan koloninya.
demit dan jin tak ada di panjangnya hutan sana,
mereka asik berkaraoke bareng biduan dan sopir truk lainnya.
kadang mereka bersekongkol di tengah kebun jengkol
meniupi telinga kiri bupati untuk memperkaya diri,
hingga bisa bikin dinasti yang nyaman buat para kroni
merasuki pegawai negri untuk bekerja sesuka hati
terutama pemenang dorprize jabatan dari partai dukungan
Demit dan Jin Alas Roban kerap makan bebatuan
senyap bagai asap masakan dapur mertua idaman
turun ke pasar serupa merica, pedas di mata
ormas berbagai macam warna mengunyah basah
di antara rahang yang tak pernah merasa kenyang
Demit dan Jin Alas Roban bersembunyi
ditutupi ketelanjangannya sendiri
20/03/2023
Semerbak harum serabi mengecup leher mentari
merekahkan rindu seluas tanah mataram
nikmat serabi dengan kepulan asap kopi
mengingatkan kita tentang prahara Rantansari
yang lebih memilih menaruh jiwa pada kurir cinta
ketika Sultan mengirim seorang wakil
untuk menyampaikan seutas hasrat menggigil
serabi kalibeluk
gurih dengan cinta kasih purba
Sultan Mataram yang ingin Rantansari-nya
metuthuk mblenuk
anget dan empuk
seempuk tipu daya Bahureksa
si kurir pengirim cinta
Menukar putik bunga api sultan
dengan gadis pembuat serabi rumahan
Singgasana ratu mataram menjadi saksi
mengoyak jiwa si imitasi
ranum melati rontok tak terperi
Legitimasi yang lahir dari sulbi
menguap melalui tungku keturunan Endang Wiranti
seorang imitasi untuk ditukar dengan Rantansari
telah lama dijajakan pada urat nadi sejarah
riuh renyah Pasar Warungasem pecah
28/02/2023
Sulandono menyelimuti dirinya
dengan selendang malam pemberian ibu
merapalkan suluk-suluk di pertapaan
kelak untuk mengaminkan pertemuan
antara dirinya dan Sulasih yang dicinta
semarak obor menembus sandaran awan
Dewi Rantansari menunggangi sepotong cahaya
purnama di atas taburan bintang musim kemarau panjang
restu turun menjelma teduh
pada riuh bersih desa di pantai utara
Sulasih menari hingga menetes embun pagi
dirasuki Dewi Rantansari yang terpikat
pada sangkar ayam berisi gadis suci
sebatang kara, merambat pada gending
bergairah bagai kuduk merinding
sepotong selendang Sulandono genggam
untuk dia lemparkan pada kekasihnya
yang sedang menarikan doa-doa
bidadari putih terpana
oleh aura kilat mata
lelaki segagah Merapi
yang menyambarkan selendang
sederas ombak lautan
Rantansari telah melangkah pergi
Sulandono memboyong batang tubuh kekasih
Sulasih yang letih
24/3/2023
ronce-ronce gelungan cempaka
pada rona muka sepotong bathok kelapa
berbalut baju wanita dewasa
dengan senyum girang
polesan benges dari pawang
menari kaku pada badan buluh, penuh keluh
bidadari telah mengerami sebatang tubuh
semerbak gending kembang telon
membuat brendung ingin melepaskan diri
dari jasad di tangan para lelaki
diiringi tabuhan penampi
bumbung dan buyung
memanggil hujan esok hari
angin meniupkan aroma kemenyan
bocah dengan lakuning rembulan
jatuh ke tanah seperti sedang ayan, ketakutan
1/4/2023
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...