“Full Day School”, Bentuk Generasi Emas atau Generasi Cemas?
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
UBUD VILLAGE JAZZ FESTIVAL (UVJF) kini memasuki penyelenggaraan yang ke-10. Momentum penyelenggaraan yang ke-10 ini akan diakan di di STHALA Ubud Portfolio Hotel by Marriot, 28-19 Juli 2023,
“Seharusnya ini merupakan tahun ke-11, tetapi tahun 2020 dengan terpaksa kami meniadakannya karena pandemi,” Yuri Mahatma, Co- founder UVJF.
Ubud Village Jazz Festival merupakan even jazz bertaraf internasional dan paling ditunggu-tunggu. Jumlah pengunjung bertambah secara signifikan setiap penyelenggaraan, maka itulah salah satu alasan UVJF 2023 diadakan di lokasi baru.
“Kami telah mengadakan festival di ARMA selama sembilan tahun, dan jumlah pengunjung terus bertambah, tanpa ada tanda-tanda akan berkurang,” kata Yuri Mahatma.
Untuk itu, kata Yuri, pihaknya ingin mempertahankan festival yang nyaman dan layak dinikmati bagi penonton yang terus mengejutkan pihak penyelenggara dengan pengalaman baru.
“Akhirnya kami memutuskan untuk mengadakannya di STHALA Ubud Portfolio Hotel by Marriot. Ruang terbuka hotel yang begitu menakjubkan adalah tempat yang sempurna untuk acara kami. Kami menanti-nanti untuk merayakannya dalam pemandangan yang indah ini,” ujar Yuri.
Klik Swantara, ketua tim arsitek festival, akan menggunakan “sihir” kreativitasnya untuk menciptakan suasana bagaikan mimpi, seperti biasa, menggabungkan, ruang untuk bisnis kuliner lokal serta perusahaan kecil dari sektor kreatif, untuk menambah pengalaman acara secara keseluruhan.
“Kami ingin menjaring tidak hanya penggemar jazz tetapi juga demografis yang lebih luas,” ujar Klik.
Perayaan tahun ke-10 ini menandai gerakan “Kembali-dengan-Kekuatan-Penuh”, pasca lockdown di seluruh dunia. Barisan musisi yang beragam dan berbakat dari seluruh dunia dan segala penjuru nusantara akan berkumpul untuk acara yang berlangsung selama dua hari ini.
“Musi-musisi itu akan membawa anda dalam perjalanan eksplorasi dan penemuan musik.,” ujar Klik.
Musisi itu antara lain Kevin Hays Trio (AS). Kevin merupakan pemenang Grammy Award yang sangat terkenal dan dihormati. Ada juga Pere Bujosa Trio (Spanyol), Henk Kraajeveld Quintet (Belanda), MANNA Trio yang akan tampil bersama legenda bass Indonesia Mates.
Juga ada Rio Moreno Latin Combo (Indonesia), Amanda Lee (Singapura), Wilson Quah (Malaysia-Indonesia), Jeremie Ternoy (Prancis), Yuri Mahatma & Astrid Sulaiman (Indonesia), dan pianis muda dan berbakat Nadine Adriana (Bandung-Indonesia), Etawa Jazz (Jogjakarta) dan masih banyak lagi.
Penyelenggara UVJF 2023 sangat berterima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia atas dukungannya dalam memilih kami sebagai salah satu dari 10 EVENT TERBAIK berskala Internasional tahun ini.
Selama dekade terakhir, UVJF telah dipercaya oleh kedutaan internasional sebagai platform untuk menampilkan musisi jazz dari negara masing-masing. Juga tahun ini, dengan dukungan dari departemen urusan kebudayaan Prancis (Instiut Français Indonésie), Association Jazz Croise, Belanda (Erasmus Huis), dan Spanyol (Institute d’Estudies Balearics), Rostov Jazz School and Administration of the city of Rostov-on- Don, Russia contohnya.
Selain di Ubud, berbagai Pre-Post Events dan Jazz Workshop UVJF 2023 daiadakan di berbagai tempat dan daerah di Bali. Yakni 26 July 2023 Apurva Kempinski di Reef Beach Club, 27 Juli 2023 Jazz Workshop di DeBeat Music Store, dan Sunset Road (14.30 WITA) Plataran Ubud; Vincent’s dan 30 July 2023 di Samasta Jimbaran. [T][Ado/*]
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
HAY, ges, Salam Sejahtera untuk ges ges semua di seantero jagad Indonesia tercinta. Semoga semua masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu memegang teguh ideologi Panca...
RATUSAN anak mendadak berlarian dari sisi barat dan timur Taman Lumintang, Denpasar. Mereka menghambur begitu saja di tengah-tengah lapangan. Mereka menari, berlari, kejar-kejaran,...
Cerpen: Surya Gemilang PARA pengunjung Taman Palakosa dibuat menganga pada sore itu oleh kehadiran seorang pria bertubuh kekar yang wajahnya abnormal; ia bermata tiga—m...
RASANYA baru kemarin saya menjadi mahasiswa semester 6 dan kini sudah beranjak ke semester 7. Segala pahit getir hari-hari di semester 6 yang agak jahanam akhirnya bisa saya lalui...
“Dadi minum, sakewale abedik!” begitu pesan luhur dari Sembroli. Dan kalimat itu dikatakan berkali-kali. Setiap kali menyebut “pesan luhur”, ia selalu angkat gelas dan menenggak ar...
PAGI tadi aku duduk di sebuah kursi taman di belakang gedung kampusku yang baru. Sudah tiga hari aktivitas ini aku lakukan. Aku pun sebenarnya tidak betul-betul tahu untuk apa dan...
MEDIA Sosial tentunya memberikan banyak manfaat. Mulai dari sarana untuk mengekspresikan diri, bertukar informasi, mencari lebih banyak teman, bahkan untuk menjalankan sebuah bisni...
BELAJARLAH pencitraan dari kuliner khas Buleleng, terutama dari lawar getih. Karena pencitraan itu adalah pertunjukan tentang “rasa dan kesan” yang serupa antara apa yang dilihat m...
SINTHA Pramadewi terlihat serius melihat aksara demi aksara yang tertulis di atas selembar daun lontar. Dengan terbata-bata ia berusaha membaca aksara demi aksara, yang ukurannya t...