Topeng Tugek Carangsari – Memainkan Topeng Mengolah Karakter
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
KEBERHASILAN proses pembelajaran sangat ditentukan oleh learning ownership ( LO) siswa. Sebab LO menjadi kunci keberhasilan pembelajaran. Siswa yang rendah LO-nya akan mengalami kendala dalam pembelajaran. Sebaik apapun lesson plan yang disusun, jika LO siswa rendah, capaian pembelajaran (CP) tidak akan tercapai sesuai dengan harapan.
LO mencakup lima komponen utama: motivasi dan keterlibatan, orientasi tujuan dan pengarahan diri, efikasi diri dan kepercayaan diri, metakognisi dan pemantauan diri, serta ketekunan.
Paradigma pendidikan Student Centered Larning (SCL) yang mengarahkan siswa aktif dalam proses pembelajaran, mendudukkan Guru dalam pembelajaran sebagai fasilitator. Paradigma SCL akan berhasil terimplementasi dalam pembelajaran apabila LO siswa tumbuh dalam diri siswa. Tugas gurulah untuk menumbuhkan LO murid.
LO sangat penting ditumbuhkan pada diri siswa. Guru dan orang tua mempunyai peran yang sangat penting dalam menumbuhkan LO-nya. Diharapkan siswa dengan sendirinya dapat menumbuhkannya. Ibarat pembelajaran itu sebuah perjalanan, siswa diberikan otonomi untuk menempuh perjalanan itu untuk mencapai CP. Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan guru untuk menumbuhkan LO.
Melibatkan siswa dalam penyusunan lesson plan
Ini penting dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Kebutuhan siswa dalam pembelajaran tidaklah sama.
Pelibatan siswa dalam menyusun lesson plan untuk mengetahui kebutuhan belajar siswa. Guru dapat merancang pembelajaran berdiferensiasi sehingga kebutuhan masing-masing siswa dapat terakomodasi.
Berikan pilihan kepada siswa
Cara lain untuk meningkatkan LO adalah dengan memberikan pilihan kepada siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Cara belajar siswa tidaklah sama. Ada siswa dalam menyerap pembelajaran dengan cara visual, auditori, dan kinestetik.
Cara belajar berbeda ini hendaknya diperhatikan oleh guru sehingga siswa merasa senang dalam mengikuti pembelajaran karena siswa dapat terlibat dalam pembelajaran dengan caranya sendiri.
Berikan siswa kesempatan untuk berdiskusi dan presentasi
Dalam diskusi, siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya dan memberikan setiap siswa memimpin diskusi. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam berbicara di depan teman-temannya.
Memberikan kesempatan siswa untuk melakukan presentasi merupakan cara menumbuhkan kepercayaan diri siswa. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan buah pikirannya di depan teman-temannya.
Melibatkan siswa dalam refleksi pembelajaran
Refleksi pembelajaran sangat penting dilakukan untuk mengetahui kendala yang dialami dalam pembelajaran. Apakah metode yang diimplementasikan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran atau tidak. Siswa diberikan kesempatan untuk melakukan refleksi untuk mengetahui apakah kebutuhan siswa sudah terakomodasi dalam pembelajaran. Refleksi ini dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran berikutnya.
Gunakan strategi pembelajaran kooperatif
Strategi pembelajaran kooperatif adalah cara untuk meningkatkan LO siswa di kelas. Strategi ini melibatkan siswa bekerja sama dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah.
Pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa untuk meningkatkan interaksi di antara mereka. Mereka dapat saling membantu dalam pembelajaran sehingga siswa yang mempunyai kemampuan yang baik dapat melakukan pendampingan kepada temanya yang mempunyai kemampuan kurang baik.
Kelima hal tersebut jika dimplementasikan dalam pembelajaran, CP pasti tercapai. LO siswa perlu ditumbuhkan untuk menciptakan suasana kelas yang aktif interaktif. Siswa terlibat aktif interaktif dalam pembelajaran karena kebutuhan siswa terakomodasi dalam proses pembelajaran.[T]
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
JIKA di atas meja belajar anda terdapat dua buah benda yaitu gadget dan buku, manakah yang akan anda pilih? Saya percaya, demi sinetron kesukaan ibu-ibu di tivi, kebanyakan dari a...
LAGU anak-anak itu kadang unik, terutama liriknya. Saat Taman Kanak-Kanak dulu kita tidak begitu hirau dan memang tak banyak mengerti arti dan maksud lagunya itu apa. Cuma nyanyi d...
BALI merupakan kepulauan seribu pura yang telah terkenal sejak zaman dahulu. Masyarakat Bali tak lepas dari Tri Hita Karana yang merupakan landasan kehidupan beragama dan beradat....
JIKA benar harga rokok setinggi langit biru, dan jika benar harga tinggi itu bisa menghentikan orang merokok, dan (siapa tahu) nanti benar-benar tak ada yang merokok, bagaimana nas...
PERNAH nyuluh jangkrik? Zaman saya kecil, di desa saya di Jembrana, nyuluh jangkrik (memburu jangrik malam hari) adalah kegemaran saya dan teman sebaya. Jauh-jauh sebelumnya, bapak...
Cerpen: Putri Handayani HAMPIR setiap hari Griya Siwa tidak pernah sepi dari orang-orang yang ngayah1. Mulai dari membuat sarana upakara sampai meracik tirta, semua dilakukan oleh ...
KELAHIRAN istilah 'simakrama' menarik untuk ditelusuri. Awalnya istilah ini yang lebih mengarah pada padanan kata 'silahturahmi', yang mencerminkan keinginan untuk berbicara dan sa...
ADA serombongan remaja sedang berebut peran. Mereka akan menjadi pelakon sandiwara dalam perayaan Agustusan tingkat RT. Peran konglomerat, menteri, dokter, mahasiswa, semua mereka...
GARIS berliku itu menyerupai sungai. Lebar di hulu kemudian menyempit di hilir. Warnanya hijau, biru, dan jingga. Garis berliku serupa sungai itu membelah lukisan menjadi dua bagia...