PISANG ternyata bisa diolah menjadi arak. Jika begitu, petani tentu bisa meningkatkan nilai ekonomi dari produk pertanian pisang yang dihasilkan selama ini.
Apalagi bahan baku pisang sangat mudah ditemui karena proses pertumbuhannya tidak perluperlakuan khusus dan harganya juga relatif murah.
Buah pisang merupakan salah satu bahan yang dijadikan bahan utama dalam mengolah berbagai makanan, meski sebelum diolah pisang sudah dapat dikonsumsi dan rasanya enak serta bervitamin.
“Salah satu produk turunan pisang yang tinggi nilainya ialah arak bali. Arak bali merupakan minuman beralkohol yang terbuat dari hasil fermentasi buah,” kata akademisi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa Ir. I Wayan Sudiarta, MP., di Denpasar, Selasa (11/7/2023).
Menurut Sudiarta, pisang mengandung berbagai polisakarida pektin, pati, dan xilan yang dapat menyebabkan warnanya keruh dan kental” kata
Sudiarta mengatakan, pada umumnya masyarakat Bali mengetahui metode fermentasi dalam pembuatan arak menggunakan mikroorganisme. Arak Bali diproduksi dengan menfermentasi nira lalu didistilasi, dan memiliki kandungan alcohol 15-45% .
Saat proses pembuatannya, masyarakat Bali biasanya hanya menambahkan lau (serabut kelapa dan kulit pohon bayur) pada nira sebagai starter alami. Berdasarkan fakta tersebut, diperkirakan pada lau terdapat mikroorganisme yang mampu mengkonversi zat gula menjadi etanol
Pembuatan arak dengan bahan dasar pisang ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 yang mengatur tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.
Melalui peraturan gubernur tersebut menjadikan “Arak Bali” yang dahulu peredarannya di laksanakan secara ilegal, sekarang menjadi legal dan mendapatkan perlindungan hukum, dengan tetap mengikuti cara dan tata kelola yang telah di atur dalam kebijakan tersebut.
Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Buah pisang memiliki kandungan gizi yang beragam serta dibutuhkan oleh tubuh. Pisang secara alami bebas lemak, kolesterol dan natrium.
Sudiarta mengakui upaya pemanfaatan pisang sebagai bahan baku arak telah diujicoba dan disosialisasikan kepada masyarakat. Salah satunya sosialisasi dan pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani Kusuma Dewi di Desa Asah Duren, Pekutatan, Jembrana.
Ujicoba ini dilaksanalan melalui program pengabdian masyarakat (PKM) Nasional yang merupakan kolaborasi dari Universitas Warmadewa dan Universitas Sam Ratulangi yang diselenggarakan di Desa Asah Duren, Kecamatan Pekutatan, Jembrana pada Senin, 10 Juli 2023.
Ketua Kelompok Wanita Tani Kusuma Dewi, Ni Ketut Sadri menyampaikan inovasi pembuatan arak berbahan pisang memberikan solusi dalam upaya pemanfaatan pisang menjadi produk bernilai ekonomis tinggi dan higienis.
Kenyataan ini tentunya membuka peluang yang sangat besar bagi para pengrajin arak untuk memproduksi, menyebarluaskan serta mempromosikan keberadaan arak sebagai minuman tradisional khas Bali.
Selain itu Arak Bali berpotensi untuk digunakan sebagai komoditas yang dipasarkan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. [T][Ado/*]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...