Mahasegara Pertiwi, Kesadaran Mencintai Alam dari Mahasiswa ISI Yogyakarta

tatkala
by tatkala — Juli 03, 2023 in Budaya

Tatkala.co

DENPASAR | TATKALA.CO --  Sanggar Padepokan Sekar Djagad, Mutihan, Madurejo, Prambanan Sleman, Yogyakarta,  yang berisi para mahasiswa Jurusan Seni Tari Angkatan 2021 (SERASA) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini menampilkan kesenian sarat pesan tentang alam.dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023.

Para seniman itu tampil di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Minggu (2/7/2023) malam, Mereka menyajikan kesenian  berbalut spiritualitas  penyadaran akan harmonisasi kehidupan alam dan manusia.

Garapan berdurasi 30 menit tersebut mengangkat tema ‘Mahasegara Pertiwi’ yang  dibawakan para seniman kampus ISI Yogya itu, tampil mempesona dan sukses menyedot perhatian penonton, walau deras hujan menguyur Denpasar malam itu tiada henti.

Sajian pentas seni yang mengabungkan beberapa elemen budaya nusantara itu, menggaungkan Bumi Nuswantara nan indah. Semua yang kita miliki adalah atas kekuasaan Sang Hyang Pencipta, baik dan buruk sifat manusia adalah keseimbangan.

Pada intinya Garapan ini mengambil konsep Empat Papat Kalimo Pancer, yang bermakna keharmonisan hubungan manusia dengan alam, manusia dengan manusia maupun manusia dengan Tuhan.

“Empat Papat Kalimo Pancer intinya hubungan kebaikan keseimbangan antara manusia dengan Tuhanya, manusia dengan alam dan manusia dengan manusia. Sesuai dengan tema PKB Segara Kerthi, apabila manusia menhormati  alam, maka alam ini bisa seimbang antara makrokosmos dan mikrokosmos, bhuana agung maupun bhuana alit itu inti garapan,” jelas koodinator sekaligus Guru Besar Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta Prof. Dr. I Wayan Dana, disela pementasan berlangsung.

Dikatakan, dalam sajian pementasan ini, memang diberi tambahan ada stilisasi, distorsi tapi intinya empat papat kalimo pancer. “Kalau iringanya, kita mixkan dengan berbabagi musik ada tradisional berbau Bali, Jawa, Kalimantan, lebih warnanya mayoritas ke Jawa, terutama Yogya,” ungkapnya.

Prof. Wayan Dana menambahkan, untuk memberi kesan serta pemahaman kepada penonton, pihaknya menyebut garapan ini dilengkapi dengan narator. Ada narasi yang menterjemahkan makna atau pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat atau penoton.

“Ini diberikan narasi untuk menterjemahan Empat Papat Kalimo Pancer, dari gerak mirip ke sendratari, inikan membawa garapan berbau spiritual,  agar  lebih komunikatif lagi kita narasikan, sehingga  agar pesanya sampai ke masyarakat. Utamanya bagaiaman menyadarkan penonton itu untuk mencintai alam. Ini murni karyanya anak -anak Mahasiswa Semetser lima Fakultas Seni Pertunjukan jurusan Seni Tari ISI Yogyakarta,” pungkasnya.

Dalam lawatanya tampil di ajang PKB ke -45, rombongan ISI Yogyakarta ini menyertakan  penari 28 penari total keseluruhan 35 pendukung. [T][Pan/*]

https://tatkala.co/2023/07/02/lakon-alengka-brastha-saat-hanoman-membakar-alengka/embed/#?secret=Rbwckau6Mx#?secret=CaRXudoGqV
https://tatkala.co/2023/07/02/widnyana-sudibya-pesta-kesenian-bali-tanpa-dokumentasi-bagai-makan-mewah-tanpa-air/embed/#?secret=0n0kN7P9U3#?secret=76TbBJmzDL
https://tatkala.co/2023/06/30/keceriaan-remaja-betawi-pentas-di-kalangan-angsoka/embed/#?secret=BINInMOCgs#?secret=4WRgqZI8Ps
https://tatkala.co/2023/06/29/gong-kebyar-semadhi-yasa-desa-ababi-karangasem-bersuara-sejak-1928/embed/#?secret=GhPVbeHMso#?secret=7Of9SSUlfB
https://tatkala.co/2023/06/29/legenda-panjang-sekaa-gong-desa-menyali-dari-zaman-ki-barak-panji-sakti-hingga-ke-panggung-pkb/embed/#?secret=59WmJYi4hN#?secret=TyNB5d00VM
Avatar

tatkala

Related Posts