‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
BULELENG | TATKALA.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buleleng mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng tetap harus melakukan penyempurnaan dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023, terutama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
“Walaupun pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2022 sudah bagus namun penyempurnaan tetap harus dilakukan pada pelaksanaan APBD tahun 2023,” kata Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menanggapi penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2022 di DPRD Buleleng.
Supriatna mengatakan, DPRD Buleleng menilai hasil pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Buleleng tahun 2022 sudah baik serta dibuktikan pula dengan penilaian keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kesembilan.
“Namun penyempurnaan tetap harus dilakukan untuk pelaksanaan APBD 2023 ini, terutama pelaksanaan program pengentasan kemiskinan di Buleleng,” kata Supriatna.
Untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna meminta dinas-dinas terkait di Pemkab Buleleng bekerja keras untuk mewujudkan masyarakat mandiri melalui program-program pemberdayaan,
“Program-program pengentasan kemiskinan dari Pemkab Buleleng sebenarnya sudah berjalan dengan baik, namun perlu digiatkan lagi, terutama program pemberdayaan masyarakat agar terwujud masyarakat yang mandiri,” kata Gede Supriatna saat diwawancarai Minggu, 2 Juli 2023.
Perogam pengentasan kemiskinan yang sudah berjalan selama ini, kata Supriatna, adalah program jaminan sosial, berupa bantuan-bantuan sosial kepada warga miskin. Program itu diharapkan terus disempurnakan agar benar-benar tepat sasaran.
“Dana untuk jaminan sosial dalam APBD 2023 memang sudah banyak dianggarkan, dan program itu mesti benr-benar tepat sasaran,” kata Supriatna.
Nah, selain program jaminan sosial, menurut Supriatna, Pemkab Buleleng lebih banyak lagi membuat dan menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat, misalnya melaksanakan pelatihan-pelatihan ketrampilan agar tercipta masyarakat yang terampil dan mandiri.
“Misalnya dilakukan pelatihan-pelatihan salon, bengkel, pembuatan kue dan makanan ringan, serta pelatihan lainnya, agar masyarakat bisa berusaha sendiri,” ujar Supriatna.
Selain itu, jika ada bantuan-bantuan sosial berupa sarana dan prasana, sebaiknya bantuan itu berupa alat-alat yang memang dibutuhkan oleh warga untuk berusaha. “Jangan sampai bantuan alat yang diberikan tak sesuai dengan keterampilan yang dimiliki warga,” kata Supriatna.
Di sisi lain, kata Supriatna, pemerintah juga tetap membuka program-program penciptaan lapangan pekerjaan lewat investasi-investasi yang dilakukan pengusaha atau investor, agar masyarakat bisa bekerja setelah mereka memiliki keterampilan. Dengan begitu, warga menjadi memiliki banyak pilihan, apakah bekerja secara mandiri atau membuka usaha sendiri, atau bekerja di tempat lain sesuai dengan keterampialn yang dimiliki.
“Dengan terbangunnya masyarakat yang terampil dan mandiri, pemerintah tak perlu lagi memberi ‘ikan’ namun bisa memberikan ‘kail’ sehingga warga bisa mencari ‘ikan’ secara mandiri,” kata Supriatna. [T][Adv/Ado]
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudoyonomenon...
SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka yang menghabiskan waktu bertahun-tahun menempuh pend...
DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, tim Pengabdian k...
Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) berkunjung ke Yayasan Bali Baby...
DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen dulu." Di lingkungan peke...
SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan sawah yang hijau. Burung-burung berkicau. Angi...
KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi D4 Man...
DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna...
DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan pangan yang paling jujur, sebuah warisa...