Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
DESA PANCASARI adalah sentra penghasil buah stroberi di Bali. Stroberi bisa dimakan langsung. Namun jika panen melimpah dan tidak habis dibeli untuk dimakan langsung, maka buah itu bisa dijadikan produk makanan olahan seperti dodol dan selai.
Hal itulah yang kini dilakukan sejumlah petani di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.
Petani stroberi di Pancasari mulai mengembangkan produk olahan stroberi dalam upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian yang dihasilkan. Salah satunya dengan mengolah produk stroberi yang dihasilkan menjadi selai dan dodol.
Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Dr. Ir. Luh Suriati, M. Si., mengatakan, pengolahan stroberi menjadi seleai dan dodol dapat menjadi solusi dalam pemanfaatan produk pertanian desa.
Selai dan dodol stroberi juga dapat menjadi produk unggulan desa, mengingat Desa Pancasari menjadi salah satu daerah pariwisata yang banyak dikunjungi turis dari berbagai negara.
“Seperti yang kita ketahui, stroberi merupakan salah satu buah dengan masa simpan yang pendek dan mudah rusak. Perlu adanya pengolahan dan peningkatan kualitas serta kuantitas pada produk olahan yang telah diproduksi,” ujarnya.

Dodol stroberi dari Pancasari | Foto: Ist
Suriati mengungkapkan pengembangan produk inovasi selai dan dodol stroberi akan sangat bermanfaat dalam mendukung pengembangan Desa Pancasari sebagai destinasi ekowisata.
Potensi wisata di Desa Pancasari membuka peluang hadirnya berbagai kegiatan masyarakat yang mendukung kegiatan wisata. Salah satunya adalah kegiatan budidaya stroberi yang dapat mendukung ketersediaannya bahan pangan yang kemudian dapat diolah dan dapat ditawarkan kepada pengunjung, misalkan selai dan dodol stroberi.
Ia mengakui upaya sosialisasi dan pelatihan pengolahan stroberi menjadi selai dan dodol telah dilakukan pada 26 Juni 2023 dengan melibatkan ibu-ibu Kelompok Pengolah Sekar Sari Pancasari.
Sosialiasi dan pelatihan dilakukan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional yang merupakan kerjasama antara Universitas Warmadewa dengan Central Bicol State University of Agriculture (CBSUA)-Filipina.
Dilakukannya kolaborasi dengan bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengolahan stroberi di desa Pancasari secara inovatif. [T][Ado/*]
LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak tahu apa yang terjadi ke d...
ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas di jalan-jalan kampung, menyelinap di antara...
DENPASAR – TATKALA.CO | Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 202...
Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu muncul: apakah hidup ini ditentuka...
Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang disajikan secara megah dengan iringan...
“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you, baby ….” Ponsel Garu masih mengalunkan musik tersebut berulang-ulang di tengah hu...
JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya seperti temayang berpindah...
BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat jati diri d...
Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar. Selain lukisan, Gus Saka juga memajang hasil ngebo...
SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan meluas. Bagi seorang epigraf dan arkeolog, kata ...