BULELENG | TATKALA.CO -- Setelah ditunggu-tunggu, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd ., akhirnya melantik wakil rektor dan pejabat penting lain di lingkungan Undiksha Singaraja, Selasa 27 Juni 2023.
Dalam pelantikan itu Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T.,M.T.I. tetap dipertahankan di tempat semula, yakni sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama. Pada masa kepemimpinan Nyoman Jampel sebelumnya, Rasben berada di kursi yang sama pada periode 2019-2023.
Yang lain adalah wakil rektor dengan nama baru. Dr. I Wayan Artanayasa, S.Pd.,M.Pd. memegang jabatan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya. Sebelumnya Artanayasa, menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Olahraga dan Kesehatan.
Lalu, Prof. Dr. I Ketut Sudiana, M.Kes., diberi jabatan sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat. Sebelumnya Prof. Sudiana menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Selain itu, dilantik pula untuk Direktur Pascasarjana yang dipercayakan kepada Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd yang sebelumnya sebagai Rektor Undiksha periode 2015-2019 dan 2019-2023; Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran, Prof. Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd.,M.Pd yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik dan Kejuruan; serta Ketua LPPM, Prof. Dr. I Nengah Suparta, M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Rektor Undiksha, Prof. Lasmawan mengakui penentuan pejabat ini menjadi hal yang sulit baginya karena Undiksha memiliki banyak orang hebat dan cerdas.
Di sisi lain terdapat keterbatasan posisi jabatan. Ia menilai pejabat yang dilantik ini memiliki rekan jejak yang cukup matang di bidangnya masing-masing. Hal tersebut menjadi salah satu alasan untuk menunjuknya sebagai pendamping dalam menjalankan roda tata kelola universitas ke depan.
Dalam arahannya, ia menyampaikan Undiksha sebagai salah satu perguruan tinggi yang sedang bertumbuh menuju kedewasaan dari sisi capaian kinerja, tentu harus mampu mengambil peran yang signifikan atas tugas mulia sebagaimana yang telah digariskan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yaitu peneguhan eksistensi dan produktivitas dalam melahirkan SDM yang kompeten serta berdaya saing di era disrupsi.
Menurut Lasmawan, kiprah Undiksha sebagai lembaga pendidikan telah mampu menorehkan banyak capaian prestasi dan inovasi. Capain tersebut terus diupayakan dapat semakin meningkat melalui pelaksanaan program-program strategis. Hal ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius dari para pejabat baru.
Rektor Prof. Lasmawan juga meminta dalam bekerja selalu membangun komunikasi dalam kebersetaraan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang bertumbuh. Karena melalui bangunan komunikasi yang baik, diyakini semua persoalan akan terlewatkan dalam ruang-ruang ketulusan, kejujuran, dan komitmen pengabdian kepada Undiksha sebagai rumah kedua.
Lebih dari itu, para pejabat juga diminta bekerja dengan pesaja yang dimaksanakan sebagai kesesuaian antara perkataan dan kinerja. “Jangan sekali kali menaman pohon masalah apalagi membuat masalah, karena semua itu akan membuat kita semua susah,” tegasnya.
Melalui kesempatan ini juga disampaikan apresiasi kepada Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat dan Prof. Dr. I Gusti Ngurah Putu Suharta, M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pascasarjana. Keduanya dinilai telah memberikan kontribusi atas peningkatan capaian Undiksha.
Sebelum pelantikan yang ditandai dengan pengambilan sumpah dan penandatangan naskah sumpah jabatan, enam pejabat tersebut melaksanakan upacara majaya-jaya di Parhyangan Undiksha. [T][Ado]
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara membutuh...
SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran International Automodified (...
Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu panggung, keindahan kimono...
KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I Gede Lecir dan adiknya, I Made Geta...
SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka Fine Art Gallery, Gianyar, yang terletak di Jl. Pro...
KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan telinga seakan terpikat oleh keselarasan ekspresi (...
Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari. Itu pun jari kiri. Saya tidak tahan dengan k...
LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada.
Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol, lubang di setiap pengunci pintu, dan l...
Pelancong Gersang
Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah.
Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,mema...
"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah."
Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi Singaraja, ia dapat m...