TIDAK TERASA PROGRAM pengabdian NCS di Desa Batur sudah berjalan hingga memasuki bulan ke-lima. Berbagai kegiatan telah terselesaikan dengan baik dan penuh suka cita. Diantara prosesi ritual yang berlangsung di Desa Batur, tim juga dapat merasakan moment berharga dari ritus sakral yang berlangsung.
Semua tim telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan bidangnya masing-masing, dan hari ini pun kegiatan NCS di Desa Batur ditutup. Penutupan dihadiri oleh Kabiro Umum dan Keuangan Dr. I Gusti Ngurah Sudibya, SST.,M.Sn, Jro Gede Penyarikan Batur, Perbekel Batur Tengah I Made Sasmika, SST, Para Penari Debunga Desa Batur, Juru Gamel Desa Batur, Guru Tabuh Selonding serta segenap Tim Pengabdian Masyarakat ISI Denpasar.
Kegiatan penutupan NCS Batur didahului dengan sambutan ketua Tim NCS ISI Denpasar. Pada kesempatan ini ketua Tim mewakili segenap anggota yang bertugas menyampaiakan ucapan terimakasih kepada Jro Gede Batur beserta aparat desa lainnya yang sudah menjamu tim dengan sangat baik.
Disampaikan dalam kegiatan ini, dari awal tiba sudah disuguhkan teh sebelum memulai pengabdian. Begitu juga setelah selesai kegiatan, semua tim harus “nunas” (makan bersama) di dapur suci terlebih dahulu sebelum mepamit dari Pura, ujar Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.
Masing-masing tim sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Terbentuk tari maskot, Murda Nata yang tariannya digarap oleh Dr. Ida Ayu Trisnawati, SST.,,M.Si., dan Dr. I Wayan Suharta, S.SKar., M.Si. sebagai penggarap musiknya.
Tari Baris Daddap juga sudah mampu direkontruksi dengan memperbanyak penari yang mulamya hanya 3 orang, sekarang sudah berjumlah 10 orang. Pemberian dua buah gending Selonding kepada Selonding Batur, pembentukan monograf Desa Batur, Vidio branding, semua sudah digarap dan dipersembahkan untuk Desa Batur.
Tim juga sudah meletakkan prasasti pengabdian di Pura Desa Batur sebagai petanda pengabdian yang sudah dilakukan. Diakhir sambutan, ketua tim mewakili segenap tim NCS Batur juga memohon maaf atas keterbatasan waktu pengabdian sehingga ditutup pada hari ini Kamis, tgl 8 Juni 2023.
Penyerahan Vidio Baranding Desa Kepada Jro Gede Batur. | Dokumentasi Tim NCS ISI Denpasar, Tahun 2023
Pada sambutan kedua disampaiakan oleh Jro Gede Batur Duuran. Beliau juga berterimakasih kepada tim.NCS sudah mampu merekontruksi Tari Baris Dapdap yang ditakuti akan punah, kini telah bangkit dan menerus kegenerasi berikutnya.
Jro Gede Batur mengapresiasi kinerja semua tim NCS Batur sudah bekerja keras untuk membangun dan membangkitkan kesenian-kesenian Batur. Beliau menyampaikan juga dari penyajian pagelaran tari Maskot Batur, berdasarkan hasil pengamatan dari Gubernur, dihimbau untuk mengevaluasi kembai tatanan kostum tarinya.
Disampaikan juga dalam sambutannya, di Desa Batur banyak terdapat gamelan, seperti; gamelan Selonding, 2 set gamelan Gong Gede, Angklung, Semar Pagulingan, 2 Gedog Wayang dan kesenian-kesenian lain yang ada di Batur. Semuanya sudah bangkit dan nantinya akan difungsikan dalam berbagai aktivitas ritual di Desa Batur. Akhir sambutan Beliau, menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan dalam penyambutan tim selama melakukan tugas pengabdian di Desa Batur.
.
Penyerahan Sertifikat Kepada Penari Baris Dapdap | Dokumentasi Tim NCS ISI Denpasar, Tahun 2023
Acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor ISI Denpasar yang disampaikan oleh Kabiro Umum dan Keuangan. Sambutan dibuka dengan humoris dalam nuansa kekeluargaan. Rektor ISI Denpasar melalui Kabiro Umum dan Keuangan berterimakasih juga kepada Jro Gede Batur, masyarakat Desa Batur yang sudah menerima Tim ISI Denpasar dengan penuh keakraban.
Pada kesempatan itu juga disampaikan ucapan terimakasih kepada semua Tim NCS Desa Batur yang sudah bekerja keras penuh semangat mengabdi untuk membangkitkan dan mengembangkan kesenian di Desa Batur. Kedepannya akan tetap terjalin kerja sama antara ISI Denpasar dengan Desa Batur.
Selanjutnya sambutan dilanjutkan oleh Jro Gede Penyarikan Batur. Beliau mengapresisi juga pelaksanaan NCS ISI Denpasar yang sudah dilaksanakan. "Kalau akademisi sudah turun memberikan pembinaan, akan menghasilkan yang beda dengan teori dan pendekatan yang diberikan semua masalah kesenian dapat diatasi dengan baik” kata Beliau.
.
Penyerahan Sertifikat Kepada Penabuh (Guru Selonding) dan Juru Gamel | Dokumentasi Tim NCS ISI Denpasar, Tahun 2023
Jro Gede Penyarikan berharap kesenian-kesenian di Batur tidak hanya dibina saat ini saja, namun kedepannya dimohon untuk tetap mendapat perhatian dan pendampingan teknis dari tim ISI Denpasar. Penciptaan tari maskot Desa Batur dengan judul “Tirtha Mahamreta Pratistha” Tirtha Mahamreta mempunyai makna simbolisme danau Batur sebagai pusat kesejahteraan hidup manusia Bali.
Hal itu termuat dalam Kakawin Purwaning Gunung Agung Danu Batur dengan menyebutkan istilah Tirtha Mahāmreta Mahottama. Sedangkan Pratistha berarti peruwatan; penyucian. Maka, Tirtha Mahamreta Pratistha berarti air utama yang memberi kehidupan dan kesucian. Tarian ini ditarikan oleh 11 orang penari perempuan sebagai symbol sebelas mata air yang ada di Desa Batur, tegas Jro Penyarikan Batur.
.
Penyerahan Sertifikat, Vidio Tari dan Buku Monograf Desa Batur | Dokumentasi Tim NCS ISI Denpasar, Tahun 2023
Koordinator pengabdian masyarakat LP2MPP ISI Denpasar Drs. I Made Ruta, M.Si, menambahkan tentang isi dari program Nata Citta Swabudaya (NCS). Program ini merupakan program baru dari ISI Denpasar yang sudah berlangsung 2 tahun.
Program ini bertujuan untuk membangkitkan ekosistem seni di masyarakat. Kesenian kesenian klasik yang menemukan masalah dalam kebangkitannya, melalui program NCS dapat mengundang para dosen-dosen seni sesuai dengan bidangnya.
Mereka akan dengan siap, sigap, dan tanggap mengabdi untuk membantu masyarakat terhadap masalah kesenian yang dihadapi. Selain itu, kedepannya ISI Denpasar akan memberikan juga tenaga ahli yang siap untuk mengandi untuk kepentingan masyarakat terhadap pemajuan kesenian di daerah.
Acara penutupan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto kegiatan pengabdian kepada masing-masing bidang kesenian yang dibina. [T]
.
Penyerahan Foto Tari Maskot dan Prasasti Kepada Jro Gede Batur | Dokumentasi Tim NCS ISI Denpasar, Tahun 2023
MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang menggelegar, sinkronisasi koreo...
SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku di Kelurahan Beng, Gianyar, Bali. Di tengah orkestrasi aroma...
TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah sudah berapa ratu...
KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang mengangkat Bahasa dan Aksara B...
JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad Yamin dan Soepomo menyampaikan pidatonya. Hari lah...
“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan, maupun perayaan hari raya....
Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung
Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang jalan desa, hingga di pusat-p...
MENJELANG pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, perhatian publik justru tidak tertuju pada tarian, tabuh-tabuh baru, atau tema yang diusung tahun ini. Yang ramai diperbincangkan han...
INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah dan hasil keraji...
BEBERAPA waktu lalu saya sengaja mampir ke sebuah toko buku di Malang yang pernah menjadi tempat favorit saya semasa mahasiswa. Dulu, toko buku itu selalu hidup. Lorong-lorongnya...