GIANYAR | TATKALA.CO --- Ubud Folkfest, festival tahunan yang diadakan di Ubud, Bali, kembali hadir. Ubud Folkfest yang kedua diselenggarakan selama 3 hari pada tanggal 2, 3, dan 4 Juni 2023 di Biji World, Jl. Raya Mas, Ubud, Bali.
Ubud Folkfest menghadirkan beragam penampilan menakjubkan dari seniman Bali dan Indonesia. Acara ini menampilkan pertunjukan musik langsung dan pertunjukan budaya.
Sederetan musisi seperti Iksan Skuter, Navicula, Emoni, Balawan Batuan Ethnic Fushion, The Nameks, Raski, Nasi Jinggo, Piga, Ary Juliant & The Badjigur Bluegrass ft. Sisasa, Catur Hariwijaya, dan Denny Dumbo, akan memeriahkan festival ini.
Tak hanya itu, Purnama Okky Ade Chandra, Gabriela Fernandez, Conrad Good Vibrations & Yella Sky Soundsystem, Kerta Art, Biji Seni Budaya, Radio Tegangan Tinggi, DJ Ebes, Jumat libur Soundsystem, CBEE, Elf Tranzporter X Dizzy Riz, Anda Perdana, Reza Achman, Metallesa, Gethza Mani, dan Agus Salim, juga tak mau ketinggalan.
Menurut Rizal Hadi, Founder Festival Ubud Folkfest, festival ini merupakan upaya nyata untuk merayakan keragaman musik, seni, dan budaya, serta memberikan platform kepada seniman dalam negeri maupun internasional.
“Kami sangat bersemangat melihat antusiasme masyarakat yang hadir dan seniman yang tampil di panggung demi panggung festival ini," tambahnya.
Sedangkan menurut Ida Bagus Oka Genijaya---yang juga Founder Festival Ubud Folkfest---memang sudah seharusnya Ubud merawat budaya.
Ia berkata, Ubud adalah tempat yang kaya akan kebudayaan dan seni, dan melalui Folkfest Ubud, daerah pariwisata ini memiliki kesempatan untuk merayakan dan merawat warisan budaya. Menurutnya, seni adalah bahasa universal yang dapat menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Tak hanya itu, Folkfest Ubud juga memfasilitasi hubungan antara penonton, penampil, dan seniman melalui serangkaian acara berkualitas.
Dalam festival ini, penonton akan terlibat secara langsung melalui seni interaktif dan pertunjukan langsung, sehingga mengembangkan apresiasi yang lebih mendalam terhadap berbagai bentuk seni.
Tak hanya hiburan
Ubud Folkfest tak hanya menyajikan hiburan, tapi juga workshop, seminar, dan screening movie.
Workshop akan diisi oleh Fajar Kadafi, Penawati, Gede Sayur, Awan Yozeffani, Joko Supriyono, Putu Bonuz, Lina Nata, I.G.P.A Mirah Rahmawati, Ida Bagus Putu Radnyana, Ida Bagus Arywara, Wiwanto Purnawan, Puhan, Oka Kartini Art Center, dan Black Gand Gang.
Sedangkan Seminar & Movie Screening diisi oleh Gede Robi, Rudolf Dethu, Jonas Kresna, dan Anom Darsana.
Festival ini membawa visi untuk meningkatkan keberhasilan para penampil, musisi, dan seniman yang dihadirkan setiap tahun dalam jajaran festival. Selain itu, Folkfest Ubud juga ingin membentuk komunitas yang kuat yang mendukung dan menghargai seni.
“Melalui festival ini, kami mengajak semua orang untuk menjunjung tinggi seni dan menghargai kebudayaan yang ada di Ubud. Bersama-sama, mari kita lestarikan dan kembangkan warisan budaya yang berharga ini," ujar Bagus Oka.[T]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...