Ia duduk di bangku pertama menulis nama seorang lelaki di lengannya kemudian mengusapnya dengan cepat ketika lelaki itu tiba di depan pintu dan berlalu melewatinya.
CINTA
Ia tahu dirinya tahu bahwa tak ada malam yang bisa menghentikan ketergesaan lelaki itu mengenakan jas, mengecek waktu di jam tangannya, menyisakan selembaran uang di atas nakas, bertanya apakah masih ada sisa lipstik di pipi, apakah masih tercium wangi pomegranate di tubuh, kemudian memakai sepatu sambil melompat mengecup kening dan menutup pintu.
Ia tahu bahwa dirinya tahu tetapi ia memilih untuk merasa tidak mengetahui apa-apa.
CINTA
Keduanya menunggui hujan reda seperti sedang menanti siapa yang lebih dulu mengakui aku tak bisa jauh darimu.
Di sana tak ada yang mereka kenal. Semuanya tercipta tanpa nama dan mereka sulit membedakan semuanya tanpa nama.
Hujan turun tanpa nama, bunga meneteskan air tanpa nama, taman basah tanpa nama, dan cinta tanpa nama.
“Bisakah kita menamai cinta dengan cinta?” tanya si perempuan.
Tapi tak ada yang keluar dari mulut si lelaki.
“Cinta adalah keasingan,” kata yang lelaki, dalam hatinya.
Mungkin cinta adalah keasingan dan mungkin cinta dan keasingan adalah sesuatu yang sesungguhnya tanpa nama.
Tapi mungkin saja di sana semuanya telah bernama; hujan yang turun itu, bunga yang meneteskan air itu, taman yang basah itu. Dan tinggal mereka yang tersisa.
Keduanya masih di sana menunggui hujan reda seperti sedang menanti siapa yang lebih dulu bertanya siapa namamu?
UNTUK DE
Aku pernah selalu memikirkanmu. Tetapi aku pernah selalu tidak memikirkanmu. Pada saat aku selalu memikirkanmu, aku tiba-tiba menjadi orang yang gemar membaca kisah-kisah mengharukan Doestoevsky, Tolstoy, Gibran, atau Allende, menulis sajak-sajak air mata pada tengah malam, menjadi seorang dermawan untuk pengemis yang kadang lewat, dan aku sering memintanya untuk mengucapkan namamu (andai kamu ada di sini). Sementara ketika aku sedang selalu tidak memikirkanmu, percayalah, aku selalu mencoba untuk memikirkanmu, dan ketika aku bisa memikirkanmu, aku terkadang teringat pada pengemis itu (andai kamu ada di sini). Tapi kamu tidak di sini, dan aku selalu memikirkanmu ada di sini.
TENTANG PEREMPUAN CANTIK YANG DUDUK MALU-MALU DI RUMAHNYA SAMBIL MEMEJAMKAN MATA DI BALIK DAUN JENDELA KETIKA MENUNGGU SEORANG LELAKI DATANG MENGETUK PINTU
“Selamat sore.”
Ini aku. Iftarmu.
KEKASIHKU
“Aku juga mencintaimu. Sampai bertemu di sana.”
Empat belas hari kemudian, di mana waktu telah menunjukkan pukul 23:18, si lelaki masih menunggu di jembatan itu, meski ia hanya mendapati dirinya sendiri.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara membutuh...
SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran International Automodified (...
Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu panggung, keindahan kimono...
KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I Gede Lecir dan adiknya, I Made Geta...
SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka Fine Art Gallery, Gianyar, yang terletak di Jl. Pro...
KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan telinga seakan terpikat oleh keselarasan ekspresi (...
Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari. Itu pun jari kiri. Saya tidak tahan dengan k...
LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada.
Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol, lubang di setiap pengunci pintu, dan l...
Pelancong Gersang
Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah.
Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,mema...
"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah."
Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi Singaraja, ia dapat m...