Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Ia duduk di bangku pertama
menulis nama seorang lelaki di lengannya
kemudian mengusapnya dengan cepat
ketika lelaki itu tiba di depan pintu
dan berlalu melewatinya.
Ia tahu dirinya tahu bahwa tak ada malam
yang bisa menghentikan ketergesaan lelaki itu mengenakan jas,
mengecek waktu di jam tangannya,
menyisakan selembaran uang di atas nakas,
bertanya apakah masih ada sisa lipstik di pipi,
apakah masih tercium wangi pomegranate di tubuh,
kemudian memakai sepatu sambil melompat mengecup kening dan menutup pintu.
Ia tahu bahwa dirinya tahu tetapi ia memilih untuk merasa tidak mengetahui apa-apa.
Keduanya menunggui hujan reda
seperti sedang menanti
siapa yang lebih dulu mengakui
aku tak bisa jauh darimu.
Di sana tak ada yang mereka kenal.
Semuanya tercipta tanpa nama
dan mereka sulit membedakan semuanya
tanpa nama.
Hujan turun tanpa nama,
bunga meneteskan air tanpa nama,
taman basah tanpa nama,
dan cinta tanpa nama.
“Bisakah kita menamai cinta dengan cinta?”
tanya si perempuan.
Tapi tak ada yang keluar dari mulut si lelaki.
“Cinta adalah keasingan,” kata yang lelaki, dalam hatinya.
Mungkin cinta adalah keasingan
dan mungkin cinta dan keasingan
adalah sesuatu yang sesungguhnya
tanpa nama.
Tapi mungkin saja di sana semuanya telah bernama;
hujan yang turun itu,
bunga yang meneteskan air itu,
taman yang basah itu. Dan tinggal mereka yang tersisa.
Keduanya masih di sana menunggui hujan reda
seperti sedang menanti siapa
yang lebih dulu bertanya
siapa namamu?
Aku pernah selalu memikirkanmu. Tetapi aku pernah selalu tidak memikirkanmu. Pada saat aku selalu memikirkanmu, aku tiba-tiba menjadi orang yang gemar membaca kisah-kisah mengharukan Doestoevsky, Tolstoy, Gibran, atau Allende, menulis sajak-sajak air mata pada tengah malam, menjadi seorang dermawan untuk pengemis yang kadang lewat, dan aku sering memintanya untuk mengucapkan namamu (andai kamu ada di sini). Sementara ketika aku sedang selalu tidak memikirkanmu, percayalah, aku selalu mencoba untuk memikirkanmu, dan ketika aku bisa memikirkanmu, aku terkadang teringat pada pengemis itu (andai kamu ada di sini). Tapi kamu tidak di sini, dan aku selalu memikirkanmu ada di sini.
“Selamat sore.”
Ini aku. Iftarmu.
“Aku juga mencintaimu. Sampai bertemu di sana.”
Empat belas hari kemudian,
di mana waktu telah menunjukkan pukul 23:18,
si lelaki masih menunggu di jembatan itu,
meski ia hanya mendapati dirinya sendiri.
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...