BADUNG | TATKALA.CO - Buah kelapa bisa dibuat menjadi aneka produk olahan, seperti minyak kelapa, kelapa parut kering, kopra, gula kelapa, santan, nata de coco, sirup air kelapa, kecap kelapa, keripik, selai kelapa, santan awetan dan beragam produk lainnya.
Untuk itulah Petani di Kabupaten Badung diminta untuk mengolah produksi kelapa yang dihasilkan menjadi produk inovatif untuk mendukung pengembangan pariwisata di Badung.
“Kelapa adalah salah satu hasil pertanian yang bernilai ekonomis tinggi bila dilakukan pengolahan lebih lanjut karena hampir semua bagian tanaman dapat diolah lebih lanjut, terutama buahnya,” kata Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar), Ir. I Wayan Sudiarta, MP, di sela-sela kegiatan sosialisasi dan pelatihan serangkaian “Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah” di Desa Carangsari, Badung pada Kamis 18 Mei 2023.
“Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah” di Desa Carangsari, Badung
Sudiarta menyatakan over produksi menyebabkan harga buah kelapa hanya Rp.2000 - Rp.4000 perbuah sedangkan ongkos panjat cukup mahal yaitu Rp.20.000,- perpohon. Murahnya harga buah kelapa maka perlu dipikirkan alternatif mengolahnya menjadi produk lain, sehingga nilai ekonomis buah kelapa dapat lebih ditingkatkan dan dapat menambah pendapatan masyarakat.
Ia memaparkan buah kelapa, khususnya yang sudah tua mengandung kalori yang tinggi, sebesar 359 kal per 100 gram; daging kelapa setengah tua mengandung kalori 180 kal per 100 gram dan daging kelapa muda mengandung kalori sebesar 68 kal per 100 gram.
Sedang nilai kalori rata-rata yang terdapat pada air kelapa berkisar 17 kalori per 100 gram. Air kelapa hijau, dibandingkan dengan jenis kelapa lain banyak mengandung tanin atau antidotum (anti racun) yang paling tinggi.
Disebutkan komposisi kandungan zat kimia yang terdapat pada air kelapa antara lain asam askorbat atau vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium atau potassium. Mineral yang terkandung pada air kelapa ialah zat besi, fosfor dan gula yang terdiri dari glukosa, fruktosa dan sukrosa.
Sudiarta mengungkapkan pengembangan produk inovatif berbahan kelapa diharapkan dapat mendukung pengembangan desa wisata di Kabupaten Badung. Mengingat pohon kelapa cukup mudah ditemui di desa-desa di Kabupaten Badung, salah satunya di Desa Carangsari. Apalagi Desa Carangsari telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Badung tahun 2021 lalu. [T][Ado/*]
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara membutuh...
SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran International Automodified (...
Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu panggung, keindahan kimono...
KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I Gede Lecir dan adiknya, I Made Geta...
SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka Fine Art Gallery, Gianyar, yang terletak di Jl. Pro...
KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan telinga seakan terpikat oleh keselarasan ekspresi (...
Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari. Itu pun jari kiri. Saya tidak tahan dengan k...
LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada.
Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol, lubang di setiap pengunci pintu, dan l...
Pelancong Gersang
Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah.
Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,mema...
"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah."
Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi Singaraja, ia dapat m...