TABANAN | TATKALA.CO — Festival Budaya XII yang diselenggarakan oleh Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan telah terlaksana. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan sebagai wujud nyata akan kepedulian terhadap budaya dan seni Bali.
“Kegiatan ini diselenggarakan dengan dasar pertimbangan sebagai dasar sarana atau wadah bagi generasi muda untuk melestarikan kebudayaan yang menjadi ciri khas Bali,” ujar Made Dany Mahendra, S.Tr.Akt, selaku Ketua Panitia Festival Budaya XII.
Festival Budaya XII diselenggarakan pada Minggu, 7 Mei 2023 yang bertempat di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan. Kegiatan ini didukung penuh oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dinas Kebuyaan Kabupaten Tabanan, Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan.
“Dengan terselenggaranya Festival Budaya XII, dapat menjadi salah satu kegiatan positif untuk tetap melestarikan budaya Bali khususnya budaya dalam seni tari dan busana adat ke pura,” terang I Made Yudiana, ST, MT, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan dalam sambutannya.
Festival budaya tahun ini merupakan festival yang paling ramai dengan total peserta terbanyak yaitu 224 orang.
Seluruh peserta lomba busana adat ke pura dan lomba tari dinilai oleh dewan juri yang kompeten di bidangnya, seperti Ida Bagus Yudistira, S.Sn., S.Pd., Ida Ayu Made Diastini, S.St., M.Si., dan Andri Purwanto. S.T.
Dewan juri sedang menyaksikan penampilan salah satu peserta
Seluruh penilaian dilakukan secara transparan, objektif, dan netral sehingga hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dan pendamping ketika mengikuti Festival Budaya XII.
Para Pemenang Lomba
Pemenang lomba busana adat ke pura kategori A (kelas 1-3 SD) Putri yaitu Ni Putu Viona Ananda Putri (Juara 1), Ni Komang Santani Ima Titib (Juara 2), Ni Komang Ayu Nabila Kayana Putri (Juara 3), Ayu Vina Prameswari, Putu Kania Vashti Putri Setyadhi (Harapan 2), dan Ni Kadek Jyestha Akshaini Padmawati (Harapan 3).
Pemenang lomba busana adat ke pura kategori AB (kelas 1-6 SD) Putra yaitu Ketut Tirta Satyaevan Suartika Putra (Juara 1), Komang Yogi Mahessa Suartika Putra (Juara 2), dan Gede Bagus Rendy Wisnu Jaya Manggala (Juara 3).
Pemenang lomba busana adat ke pura kategori B (kelas 4-6 SD) Putri yaitu Arya Regina Saraswati (Juara 1), Kadek Tara Dwi Maharani (Juara 2), Putu Ayu Dyah Kavari Suda (Juara 3), Ni Luh Made Suandari Putri (Harapan 1).
Pemenang lomba busana adat ke pura kategori C (kelas 7-9 SMP) Putra Putri yaitu Ni Luh Gede Marsya Putri Maharani (Juara 1), Komang Jesinta Erica (Juara 2), Ni Putu Jenita Parwati (Juara 3), Ni Luh Gede Putri Ayu Candra Mulan (Harapan 1), Ni Made Anggieta Cintya Darma (Harapan 2), Ketut Jesiro Erico (Harapan 3).
Kemudian, pemenang lomba Puspanjali (kelas 1-3 SD) yaitu Ni Wayan Widya Lestari Putri (Juara 1), Gusti Ayu Agung dara Ayu Prameswari Pinatih (Juara 2), Ni Kadek Fiona Aprilia Sari (Juara 3), Desak Made Mesya Adelia Putri (Harapan 1), I Dewa Ayu Ketut Kalyana Tara Byaha (Harapan 2), Ni Putu Kesya Anatasya Putri (Harapan 3).
Pemenang lomba Condong (kelas 4-6 SD) yaitu Luh Yudi Apriliasih (Juara 1), Ayu Putry Vidaya (Juara 2), Ni Komang Kirana Setyadewi Nanda Yoga (Juara 3), Ni Putu Gita Widyastari (Harapan 1), Ni Made Ayu Dwipasari (Harapan 2), Ni Putu Nadia Ardelia Putri (Harapan 3).
Pemenang lomba Baris Tunggal 2 Babak (kelas 4-6 SD) yaitu Kadek Kelvin Arliana Putra (Juara 1), I Wayan Wahyu Diyunda Pratama Putra (Juara 2), Putu Anggara Wistara Gunawan (Juara 3), I Putu Beatricio Harka (Harapan 1), Pande Made Abhiarta Prajaya (Harapan 2), Putu Iravan Putra Yaista (Harapan 3).
Pemenang lomba Margapati (kelas 7-9 SMP) yaitu Ni Luh Vivi Diyanti (Juara 1), Eka Surya Ningsih (Juara 2), Ni Kadek Sasa Dewi (Juara 3), Ni Kadek Brenda Maharani Agnestina (Harapan 1), Ni Putu Dinda Lely Apriliani (Harapan 2), Komang Ayudhea Keysha Ananda (Harapan 3).
Bukan Hanya Ajang Kompetisi
Kegiatan ini bukan ajang mencari juara saja, melainkan juga menjadi tempat untuk belajar dan memperbaiki diri dengan evaluasi yang langsung diberikan oleh dewan juri.
Salah satu peserta sedang menunjukkan penampilan terbaiknya
“Di sini, dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari salah menjadi benar, sehingga ketika mengikuti kegiatan di event selanjutnya, para peserta dapat menampilkan yang lebih baik dengan kriteria yang tepat pula,” tambah Ida Ayu Made Diastini, S.St., M.Si. saat memberikan evaluasi kepada peserta.
Hingga saat ini, Festival Budaya masih menjadi salah satu kegiatan bergengsi di Kabupaten Tabanan dalam bidang kebudayaan dan selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Bali.
“Festival Budaya dapat menjadi kegiatan tindak lanjut bagi generasi muda dalam mencintai seni budaya Bali melalui pelestarian budaya dengan cara mengikuti perlombaan dalam Festival Budaya XII,” tutup Andri Purwanto, ST selaku Dewan Pembina Pasemetonan Jegeg Bagus Tabanan.[T][Jas/*]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...