aum harimau jawa hanya tinggal gema di dinding-dinding gua memantul di batang-batang pohon merobek kesunyian belantara yang tinggal sepetak sampai ke riuh kota tinggal gema memantul-mantul di seluruh suasana tak sirna-sirna
dan jejak-jejak kaki hanya bayangan terukir dari lobang-lobang daun yang tergantung menunggu gugur
tak ada lagi warna lorengnya tersisa hanya di kanvas para pelukis di foto daur ulang para fotografer di sajak-sajak para penyair di makalah-makalah para peneliti di angan-angan kaum ilmuwan
dan di jalan setapak menuju hutan: harimau jawa muncul di tengah halusinasi para perambah hutan menjelma menjadi legenda sepanjang masa sampai ke dalam mimpi anak cucu turunan ke 7
tak ada lagi harimau jawa di alam nyata :tinggal cerita hanya cerita hanya cerita
Kaliwungu, April 2023
SEPOTONG PESAN BUAT HARIMAU JAWA PENGHABISAN
harimau jawa jika kau masih ada jangan tunjukkan dirimu bahkan pada rumput, semak dan ranting-ranting hutan jangan sampai siapapun dan apapun tahu keberadaanmu walau itu burung atau kupu-kupu atau jin lebih-lebih manusia (kecuali tuhan dan para malaikat) jika kau masih, wahai hewan mengagumkan larilah sejauh kau mampu, larilah dari keramaian dan bersembunyilah bersembunyilah serapi mungkin dari pandangan apapun (kecuali tuhan dan para malaikat) bersembunyilah, o hewan bermantel indah carilah gua tergelap dan terdalam, seperti gua qathmair bersembunyilah kau di sudutnya bersama keluargamu yang tersisa (jika memang masih ada) dan tidurlah layaknya ashabul kahfi bersembunyilah kau, harimau jawa dan tidurlah layaknya ashabul kahfi walau tak ada anjing menjagamu tidurlah dan jangan bangun jangan bangun-bangun walau mimpi tak pernah hadir dalam tidurmu atau hanya mimpi buruk yang mengejar-ngejar jiwamu seperti ketika kau di alam bebas tetaplah tidur walau mimpi buruk mengejar-ngejar dirimu mimpi itu tak akan membunuhmu atau kalau kau terbunuh juga di dalam mimpi itu akan lebih baik karena kau hanya mati di alam mimpi jadi kau bisa terus tidur sampai berabad-abad kemudian layaknya ashabul kahfi tidur beratus-ratus tahun sampai tuhan membangunkanmu ratusan tahun yang akan datang mungkin di masa itu dunia akan lebih baik mungkin manusia bisa lebih beradab terhadap apapun jadi kelak kau bisa hidup dengan tenang dan aman bebas berkeliaran di manapun seperti kucing-kucing kecil kerabatmu berkeliaran di mana saja tanpa rasa takut akan dibunuh
Kaliwungu, 11 April 2023
KEPADA PEMBURU JEJAK HARIMAU JAWA
kepada: Didik Raharyono
yakinkah kau jika harimau jawa masih ada? percayakah kau jika sang legenda itu belum habis?
tak lelah kau jelajah seluruh hutan pulau jawa hingga kau kenal tiap sudutnya seperti kau kenal halaman rumahmu sendiri
kau kenal tiap rasa udara yang menghadirkan hujan atau sekedar embun dari usapan angin di kulitmu kau tahu siapa yang menjejak di tanah-tanah yang kau lewati dengan melihat goresan yang membekas di tiap benda kau tahu apa yang melintas di pucuk pepohonan atau bergelayutan di cabang-cabang rimba hanya melihat dahan-dahan yang bergoyang kau bisa bedakan tiap suara yang menggema di tengah sepi hutan atau di riuhnya gemerisik dedaunan dan hembusan angin dengan sebelah pendengaranmu
kau mengerti semua kehadiran tiap langkah di hutan di tanah, di batang-batang, di cabang, di ranting dan dedaunan di semak, di rumputan dan timbunan humus dan akar-akar dan di seluruh isi hutan
tapi aum kucing besar itu tak pernah melintas meski hanya gemanya di pendengaranmu kehadiran sosoknya hanya kau terima dari kabar burung-burung yang terbang para perambah hutan yang tiap kau tiba di tempat konon si loreng muncul yang kau lihat hanya bayang-bayang matahari yang hampir tenggelam menembus rimbun pepohonan
"tapi banyak kemungkinan berawal dari tidak mungkin," ujarmu dan terus melangkah menembus rimbun hutan-hutan pulau jawa yang semakin habis dengan gairah, tanpa merasa lelah tanpa sedikitpun kehilangan harapan apalagi putus asa
(semoga bagi banyak orang sudah tidak mungkin benar-benar jadi mungkin pada dirimu semoga)
Kaliwungu, 13 April 2023
TAK ADA HUTAN UNTUK HARIMAU DI PULAU JAWA
hutan tempat harimau di pulau jawa tinggal sepelemparan batu tak bisa untuk menyembunyikan loreng kulitnya tak cukup untuk tempat berburu
hutan-hutan di jawa telah berganti menjadi hutan konsumsi, kebun dan ladang dan bangunan menjadi hutan kota, hutan industri, hutan rekreasi kebun karet, kebun pinus kebun kopi, kebun kakao, kebun sengon
hutan-hutan di pulau jawa telah berubah menjadi hutan pabrik-pabrik kayu hutan para wisatawan, hutan penjelajah alam kebun penyadap karet penyadap pinus, penyadap gula ladang petani tebu, petani jagung dan singkong menjadi hutan-hutan gedung dan beton hanya sisa sepelemparan batu itupun tak lepas dari tangan-tangan perambah hutan
hutan tempat harimau di jawa hanya sisa sepelemparan batu dan suara aum harimau akan menembus dinding-dinding kamar penghuni kampung dan kota tepi hutan menciptakan ketakutan dan ancaman dan runcing taring harimau tak kan sanggup menandingi tajamnya pisau manusia loreng kulitnya tak kebal mesiu senjata dan mengaum di hutan yang sisa adalah kematian
hutan tempat harimau di jawa hanya sisa sepelemparan batu hewan yang tinggal di dalamnya hanya tikus, ular dan serangga dan mungkin monyet ekor panjang tak ada lagi hewan buruan dan harimau di hutan jawa akhirnya mati kelaparan atau mati bunuh diri karena merambah tempat warga
tak ada lagi hutan tempat harimau di pulau jawa jika masih ada harimau di pulau jawa ingin hidup ia harus tinggal di kandang kebun binatang di penangkaran para pelindung hewan di balik pagar taman rekreasi atau berlatih bersama badut-badut menjadi pemain sirkus
Kumendung, 16 April 2023
BANTENG-BANTENG HUTAN BALURAN
wahai, banteng-banteng hutan baluran adakah yang pernah bertanya apa yang kau impikan terakhir kali sebelum mereka menembakmu mati lalu mengambil daging atau tandukmu? adakah yang pernah memikirkan keinginan apa yang terlintas di benakmu sebelum terkapar di savana atau semak belukar (karena sakit atau usia tua) lalu mereka menemukanmu tinggal rangka?
bermusim-musim sudah waktu berlalu hijau hutan dan rerumputan itu adalah surgamu di dunia tak kau tahu tempat lain selain yang kau kenal kini tak kau tahu dunia lain selain hutan itu ke mana lantas harus bersembunyi jika ketakutan akan kematian selalu memburu? ke mana pula harus menghindar jika bayang-bayang kepunahan terus menghantui?
hari ini para penjaga hutan masih bisa menghitungmu mengikuti jejakmu tahu ke mana kau berendam8 atau sekedar bergerombol melepas lelah hari ini mereka masih bisa melihatmu menikmati rerumputan savana masih bisa menanda tanduk dan punukmu dan para wisatawan masih bisa memotret dan merekam semua aktifitasmu meski harus menunggu saat-saat tertentu mengabadikanmu dalam dunia digital dan maya
tapi suatu ketika nanti semua hanya akan jadi kenangan penjaga hutan yang mengikutimu di kamera pengintai hanya sekilas melihatmu melintas lalu menghilang tak tahu ke mana pergimu jangankan tanduk atau kerangka jejak pun tak tertanda di tempatmu berkubang
dan kelak di savana itu para wisatawan hanya bisa memotret rimbun rerumputan dengan kupu-kupu dan capung beterbangan di atasnya dan kau, banteng-banteng? tinggal tengkorak dengan sepasang tanduk (koleksi para penjaga hutan) berjajar rapi dalam etalase kaca tertutup
dan kehadiranmu di hutan baluran kelak hanya tinggal cerita di portal-portal berita on line dalam blog-blog para traveler dalam catatan pelajaran anak-anak sekolah ditengah dongeng-dongeng legendaris pengantar tidur
Sebuah Slide yang Mengusik Kesadaran
TERKADANG, inspirasi lahir bukan dari buku tebal atau hasil penelitian yang rumit, melainkan dari sebuah kalimat sederhana. Itulah yang say...
ETIKA lingkungan merupakan suatu perspektif moral yang menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar objek eksploitasi untuk memenuhi kepentingan m...
SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada akhir tajuknya Festival Cerita Rasa 0.4. Ang...
PERJALANAN nasib hidup dan mati cerita rakyat ditentukan oleh sikap pemiliknya. Cerita rakyat pun dengan beberapa alasan dikubur. Hal ini dialami oleh banyak sekali cerita rakyat...
TIGA buku tersusun rapi di atas meja. Sampulnya berbeda-beda, tetapi lahir dari ruang akademik yang sama. Ada ‘Lawaté Surup Ring Balé Gedé: Pupulan Puisi Bali Anyar’, ‘Geguritan D...
MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak jauh dari kota kabupaten. Daerah yang...
MUSIM libur kenaikan kelas dan pascakelulusan sekolah di Bali selalu menghadirkan dua tontonan besar. Yang pertama, Pesta Kesenian Bali (PKB). Yang kedua, Seleksi Penerimaan Murid...
Bagi anak-anak, Rekasadana (Pergelaran) Karya Legendaris Maestro Wayan Berata yang dipersembahkan Sanggar atau Sekaa Gong Gita Bandana Praja, Banjar Belaluan Sadmerta, Desa Dangin...
SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna, editor yang mengolah naskah, literary...
SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu malam, 16 Juni 2026, yang ditampil...