Puisi-puisi Iin Valentine | Kursi Penumpang, Telusur, Kelana

Iin Valentine
by Iin Valentine — April 22, 2023 in Puisi

Tatkala.co

KURSI PENUMPANG

Semburat bulan
Menyelinap di sunyi barisan pinus
Sedang kita berusaha
Sibak kabut
Sisir bayang
Pada basah jalanan

Mengiratkan dingin
Sesekali kita kenang Les
Jua tak lupa
Menabung rindu untuk Pedawa
Sampai tiba saatnya
Bersemi dalam hangat perjumpaan

Namun jalan masih panjang
Gelap dan gerimis mesti ditempuh
Dalam saku baju hangatmu
Kubungkam gigil ujung jari
Tanpa tanya berapa jauh lagi
Kubenam lelah di balik punggung waktu

TELUSUR

Di tikungan malam
Langkahku pelan melintas
Kutaruh pandang kiri kanan
Kios-kios sibuk menjaja sunyi

Tak jauh
Kulihat sepasang pedagang
Bersihkan wajan dan piring
Dari kerak dan sisa lapar
Menggosokkan sabun
Agar kikis pula tumpukan lelah
Dan cemas hari tua

Langkahku terus
Memungut cahaya
Dari lampu yang hanya satu, dua, menyala

Di ujung jalan
Seorang penjahit memecah hening
Memintal kusut-kusut kepala
Merajutnya jadi satu, dua, cerita
Untuk tawa yang akan datang
Saat bertambah satu, dua, usia

DI PERJALANAN

Doa mengepul di perapian
Mengayun lamunan
Di sela gerai rambutmu

Candumu mendesakku agar bergegas
Menyapu gugur rindu di halaman
Kemudian kurapikan dalam kotak waktu pemberianmu

Di perjalanan
Aku sibuk merangkai kemungkinan
Burung-burung hinggap di pucuk pinus
Bunga-bunga riuh menanti
Kita pun larut dalam seikat pertemuan
yang rekah dari kopi pahit kehidupan ini

Takkan henti kudaki terjalmu
Walau debu dan kerikil begitu bertingkah
Kupastikan akan sampai
Sebelum bibir cangkir itu mencuri kecupanmu

KELANA

Seorang anak
sedang duduk di halaman
Lapang lamunan
membingkai gurat sesal bapak
yang tersesat pada ikal rambutnya

Dalam percakapan nyenyat
dilihatnya masa kecil mengudak
Menggagau wajah asing itu

Yang dulu membuyarkan lelap
dan permainkan igauku
hanya untuk bertanya siapa presiden Amerika
Diakah?

Yang kubuatkan kalimat bapak pulang malam
di buku tulis pertamaku
Dia juga?

Yang membiarkan celoteh masa kanakku tersiar di radio amatir itu
Dia?
Elehebeh!

Sekian lama kelana
belum jua matang mampunya
untuk bertanya
“Kapan kita pulang bersama?”

[][][]

KLIK untuk BACA PUISI-PUISI lainnya

https://tatkala.co/2023/04/15/puisi-puisi-kadek-desi-nurani/
https://tatkala.co/2023/03/18/puisi-puisi-mettarini-sebentar-lagi-gelap-gulita/embed/#?secret=LZGHzUbV6D#?secret=xaqsFBesyN
https://tatkala.co/2023/03/05/puisi-puisi-rai-sri-artini-dokumentasi-minggu-pagi/embed/#?secret=m5nl3DCjCy#?secret=5MjSQOo8T1
https://tatkala.co/2023/02/25/puisi-puisi-wulan-dewi-saraswati-sepucuk-kertas-yang-ditulis-di-eiffel-sebelum-saling-merindukan/embed/#?secret=ZalFwGKeeV#?secret=YP0PbO8vhB
https://tatkala.co/2022/11/05/puisi-puisi-santi-dewi-di-bawah-pohon-hujan/embed/#?secret=UeD0lDPojs#?secret=01YJIWtjIB
https://tatkala.co/2022/02/05/puisi-puisi-kadek-sonia-piscayanti-prihentemen/embed/#?secret=fDFagKnPjY#?secret=UYLHq8dYxl
https://tatkala.co/2022/02/13/puisi-puisi-pranita-dewi-episode-melingkar-ding/embed/#?secret=Up59wDT1xK#?secret=83nldBMFja
Tag: Puisi
Avatar

Iin Valentine

Related Posts
Esai

KLAKSON

BY Hartanto Juni 20, 2026

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya sedang belajar stir mobil. Sebab, suara klak...

Read More