Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
“Apa yang membuat sesuatu
tampak indah atau buruk?”
tanyamu pada sebuah jalan.
Arah keluar
Arah masuk
Rasa cemas akan tersesat.
Menjelang pesta besar,
Orang-oang mabuk
Senantiasa sibuk
Akan was-was
Kita siapkan tungku sedini mungkin
Di awal pesta pernikahan, di upacara perkawinan
Suka-duka itu, Bu
kita masak dan bumbui. Sedap jadi tawa
Sebab esok, yang kenyang tak boleh hanya perut
Tapi hati kita juga.
Anak-anak menaruh bahagia dan sedih pada peluk, pada peluk
Karena ia lugu,
Peluk:
seperti lapar yang mengenyangkan
rumah yang menenangkan
Esok hari anak-anak menunggu bapak datang, menjemput
mengajak pulang,
Sambil berharap
bapak tanya:
“Besok mau Bapak datang lagi?”
Ulian sepagi ini bunga-bunga ladang mekar
senyum
Bapak di pintu rumah
Adakah yang hendak ia tawar kepada ibu
yang sibuk menata harap ke arah sujud?
Jangan terburu gugup, lalu takut, Pak
Ada sebagian perjalanan hidup
akhir lahirkan awal
Rasa lapang,
Terbuka bagi segala harap
Bagi segala cemas yang datang atau
berpulang.
Sampai laut,
anak-anak menawar
selembar harap kain tenun
ulatan gelang tangan,
“Untuk bekal,” serunya
Angin mengulum pintanya,
melebar buntalan ucap ke tengah-tengah laut
Lalu matahari berulang datang dan pulang ke arah yang pasti,
Ke tempat misteri
Anak-anak hari,
Jadi harap
setiap nanti
Jadi kelak
penuh mimpi
KLIK untuk BACA puisi-puisi lain
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...