“Full Day School”, Bentuk Generasi Emas atau Generasi Cemas?
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
“Apa yang membuat sesuatu
tampak indah atau buruk?”
tanyamu pada sebuah jalan.
Arah keluar
Arah masuk
Rasa cemas akan tersesat.
Menjelang pesta besar,
Orang-oang mabuk
Senantiasa sibuk
Akan was-was
Kita siapkan tungku sedini mungkin
Di awal pesta pernikahan, di upacara perkawinan
Suka-duka itu, Bu
kita masak dan bumbui. Sedap jadi tawa
Sebab esok, yang kenyang tak boleh hanya perut
Tapi hati kita juga.
Anak-anak menaruh bahagia dan sedih pada peluk, pada peluk
Karena ia lugu,
Peluk:
seperti lapar yang mengenyangkan
rumah yang menenangkan
Esok hari anak-anak menunggu bapak datang, menjemput
mengajak pulang,
Sambil berharap
bapak tanya:
“Besok mau Bapak datang lagi?”
Ulian sepagi ini bunga-bunga ladang mekar
senyum
Bapak di pintu rumah
Adakah yang hendak ia tawar kepada ibu
yang sibuk menata harap ke arah sujud?
Jangan terburu gugup, lalu takut, Pak
Ada sebagian perjalanan hidup
akhir lahirkan awal
Rasa lapang,
Terbuka bagi segala harap
Bagi segala cemas yang datang atau
berpulang.
Sampai laut,
anak-anak menawar
selembar harap kain tenun
ulatan gelang tangan,
“Untuk bekal,” serunya
Angin mengulum pintanya,
melebar buntalan ucap ke tengah-tengah laut
Lalu matahari berulang datang dan pulang ke arah yang pasti,
Ke tempat misteri
Anak-anak hari,
Jadi harap
setiap nanti
Jadi kelak
penuh mimpi
KLIK untuk BACA puisi-puisi lain
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
HAY, ges, Salam Sejahtera untuk ges ges semua di seantero jagad Indonesia tercinta. Semoga semua masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu memegang teguh ideologi Panca...
RATUSAN anak mendadak berlarian dari sisi barat dan timur Taman Lumintang, Denpasar. Mereka menghambur begitu saja di tengah-tengah lapangan. Mereka menari, berlari, kejar-kejaran,...
Cerpen: Surya Gemilang PARA pengunjung Taman Palakosa dibuat menganga pada sore itu oleh kehadiran seorang pria bertubuh kekar yang wajahnya abnormal; ia bermata tiga—m...
RASANYA baru kemarin saya menjadi mahasiswa semester 6 dan kini sudah beranjak ke semester 7. Segala pahit getir hari-hari di semester 6 yang agak jahanam akhirnya bisa saya lalui...
“Dadi minum, sakewale abedik!” begitu pesan luhur dari Sembroli. Dan kalimat itu dikatakan berkali-kali. Setiap kali menyebut “pesan luhur”, ia selalu angkat gelas dan menenggak ar...
PAGI tadi aku duduk di sebuah kursi taman di belakang gedung kampusku yang baru. Sudah tiga hari aktivitas ini aku lakukan. Aku pun sebenarnya tidak betul-betul tahu untuk apa dan...
MEDIA Sosial tentunya memberikan banyak manfaat. Mulai dari sarana untuk mengekspresikan diri, bertukar informasi, mencari lebih banyak teman, bahkan untuk menjalankan sebuah bisni...
BELAJARLAH pencitraan dari kuliner khas Buleleng, terutama dari lawar getih. Karena pencitraan itu adalah pertunjukan tentang “rasa dan kesan” yang serupa antara apa yang dilihat m...
SINTHA Pramadewi terlihat serius melihat aksara demi aksara yang tertulis di atas selembar daun lontar. Dengan terbata-bata ia berusaha membaca aksara demi aksara, yang ukurannya t...