Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
ada tanya yang muncrat
"jejak siapakah itu?"
tak ada bunyi di tengah gelap
hanya sekelebat jejak lewat di atap.
"itu pikiranku yang sudah mati menjadi hantu"
jawab turun dari
tepi bibir mulut nurani.
hari berganti,
diganti menggunakan remot tv.
sunyi menari, merayakan
hari yang lewat, dan
waktu yang lenyap.
wacana ini wacana itu, gagal.
digagalkan kalimat yang hanya sepenggal.
perasaan bermuara dengan pikiran jelimat.
dan ketika itu, hanya taubat yang bisa menjadi obat.
Jembrana, 24 Maret 2023
laba yang jumlahnya triliunan
diabadikan dalam buku tabungan,
yang harganya hanya ribuan,
tapi sangat berbahaya bila ketahuan.
di dalam gudang data
nama orang yang tak tahu cerita
tiba-tiba menjadi pemilik mobil mewah,
sedangkan membuat tabungan saja
orang itu tak tahu bagaimana caranya.
malapetaka tiba dari anak yang pamer harta,
tapi sayang tabungan tak bisa beri pertolongan,
karena buku tipis itu adalah pengawas jiwa
kekayaan orang-orang yang haus perhatian.
Jembrana, 24 Maret 2023
o, seperti nirguna
bangun pagi, mandi, dan gosok gigi,
sedangkan onak tetap tajam dan berduri,
riuh kehidupan tetap tinggi dan wara-wari.
jika hanya bersih-bersih dianggap paling berarti
buruh pabrik ibadah semestinya manusia tersuci,
tapi mengapa anak bayi yang penuh ompol
menjadi analogi transisi ruh ilahi pertama kali.
onak berduri tak bisa mati dengan bangun pagi
jua rejeki tak menghampiri seusai mandi
lebih lagi, makanan tak disarankan masuk setelah gosok gigi.
mati! jika kau memaknai hidup hanya seperti ini.
Jembrana, 24 Maret 2023
sabun cuci terakhir kali
menjadi kuah nasi
sebab tak ada lagi materi
untuk membeli kebutuhan sehari-hari
senang sekali, meski makan sabun cuci
tak ada satu pun janji yang harus dilunasi.
ini berbeda jauh dari orang yang makan di
warung bergengsi, tapi gelisah setiap hari
memikirkan janji, janji, janji, janji, janji.
Jembrana, 23 Maret 2023
[][][]
KLIK untuk BACA puisi-puisi lain
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...