Topeng Tugek Carangsari – Memainkan Topeng Mengolah Karakter
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
ADA BANYAK BURUNG di hutan desa. Beberapa burung bersiap untuk menonton upacara Perang Pandan yang digelar setahun sekali di Desa Tenganan Pengringsingan.
"Heiii, Kenari ingat mandi ya, biar baumu harum," goda burung Cucak Rawa.
Burung-burung yang lain tertawa mendengar gurauan Cucak Rawa. Burung-burung itu tahu, kalau Burung Cucak Rawa memang begitu, dia tak akan puas kalau tidak dapat ngoceh dan bicara, makanya burung yang lain tak pernah menanggapinya terlalu serius.
Burung-burung yang lain juga merasa berterima kasih pada Cucak Rawa, karena kebiasaannya ngoceh dan bertanya ini itu, membuat keluarga burung banyak tahu tentang alam sekitar, termasuk tentang upacara Perang Pandan dan maknanya.
"Cit cit cit..., saya penasaran melihat para pemuda desa saling memukulkan pandan ke punggung lawannya. Hihihi, perih, " kata Burung Gelatik sambil bergidik membayangkannnya.
"Hihhh perihh, hihhh perihhh, " ceroteh Burung Beo menirukan Gekatik.
Burung-burung yang lain geli melihat kelakuan teman-temannya.
"Kurkurkurr kutukurrr, saya pernah melihatnya, saya tak tega, ada banyak darah dan luka, tiga hari sampai seminggu baru sembuh. Aneh sekali orang-orang itu, yang kena dan sakit malah disoraki, disemangati," kata Burung Tekukur.
" Iya, kenapa dipukul dengan gulungan daun pandan berduri, kan tajam, pasti perihlah, kenapa tidak pakai daun kelapa saja, daun kelor atau daun gamal saja," Burung Dara ikut-ikutan berkomentar.
Burung Cucak Rawa yang biasa ribut dan mengabarkan teman-temannya akan adanya upacara Perang Pandan itu diam, ikut memikirkan apa yang dikatakan burung yang lain. Selama ini Burung Cucak Rawa hanya ikut-ikutan saja, menonton dan ikut bersorak-sorak, Ia tak pernah berpikir seperti yang dikatakan Burung Perkutut dan Burung Dara. Kadang-kadang Cucak Rawa juga ikut merasa perih saat ada pemain yang terkena duri pandan, tapi rasa itu akan hilang ditelan sorak sorai suara penonton.
Lama juga burung-burung itu terdiam dengan pikiran masing-masing, bertanya-tanya kenapa harus ada upacara Perang Pandan dan kenapa harus memakai duri. Burung Cendrawasih yang jarang bergaul dengan burung-burung lain, turun mendekati teman-temannya.
"Saya tahu yang kalian pikirkan. Baiklah akan saya beritahu pengetahuan yang diceritakan seorang Rsi Agung kepada kalian, " kata Burung Cendrawasih.
Burung-burung yang lain terkesima melihat bulu Cendrawasih yang Indah juga suaranya yang tenang dan lembut.
"Upacara Perang Pandan digelar karena dulu desa itu terkena wabah, ada orang yang kerauhan yang memberitahu agar menggelar upacara Perang Pandan agar terhindar dari wabah penyakit," jelas Cendrawasih.
"Kalau tentang itu saya pernah dengar, tetapi kenapa harus dengan pandan berduri," itu yang kami tidak dapat tahu," kata Cucak Rawa memotong cerita Cendrawasih.
Cendrawasih tersenyum melihat ketidaksabaran Cucak Rawa.
"Sabar... ketidaksabaran adalah ciri mahluk hidup yang belum mampu mengendalikan pikirannya. Pikiran itu tajam, banyak, panas, tak terlihat dan bebas, sama seperti duri-duri pandan. Jika kita tak hati-hati menggunakan pikiran, duri-durinya akan melukai orang lain dan diri sendiri," lanjut Cendrawasih lagi. Cucak Rawa diam menunduk, ia merasa sedang diingatkan.
"Keahlian menggunakan pikiran yang merupakan energi panas membuat manusia bisa menciptakan teknologi yang terlihat maupun tak terlihat. Pikiran adalah energi api, bisa membakar, melebur dan mengubah bentuk-bentuk energi yang bisa dikirim melalui zat padat, zat cair, api, gas maupun ruang kosong. Energi panas bisa ditangkap dan dinetralisir oleh duri pandan yang tajam dan banyak, yang material padat dan berair. Pemakaian pandan berduri pada Perang Pandan adalah untuk mengingatkan kita agar berhati-hati menggunakan pikiran, juga mengajarkan kita tentang manfaat pandan berduri untuk menetralisir energi panas yang tercipta dari kecerdasan pikiran, "jelas Burung Cendrawasih.
Burung-burung yang lain hanya melongo, hanya Burung Tekukur dan Burung Dara yang manggut-manggut tanda mengerti. Burung Cucak Rawa malah menguap beberapa kali, membuat geli burung-burung lain.
Sebelum Cendrawasih terbang meninggalkan burung-burung lainnya. Burung Tekukur mengucapkan terima kasih dan memuji pengetahuan Burung Cendrawasih.
"Terima kasih atas pengetahuan yang kamu berikan Burung Cendrawasih yang indah dan suci, salam hormat kami pada Rsi Agung, pengabdianmu menemani orang suci itu memberimu pengetahuan suci dan membuatmu jadi burung suci, hormat kami untukmu, janganlah pernah lelah untuk berbagi pengetahuan, " kata Burung Tekukur sambil melambaikan sayapnya, diikuti oleh burung-burung lain. [T]
KLIK untuk BACA dongeng menarik lainnya
KALANGAN Ayodya di Taman Budaya Bali, malam itu begitu riuh. Gelak tawa dan tepuk tangan terus berganti. Penonton berjejalan. Duduk berdesak-desakan. Banyak yang akhirnya duduk les...
JIKA di atas meja belajar anda terdapat dua buah benda yaitu gadget dan buku, manakah yang akan anda pilih? Saya percaya, demi sinetron kesukaan ibu-ibu di tivi, kebanyakan dari a...
LAGU anak-anak itu kadang unik, terutama liriknya. Saat Taman Kanak-Kanak dulu kita tidak begitu hirau dan memang tak banyak mengerti arti dan maksud lagunya itu apa. Cuma nyanyi d...
BALI merupakan kepulauan seribu pura yang telah terkenal sejak zaman dahulu. Masyarakat Bali tak lepas dari Tri Hita Karana yang merupakan landasan kehidupan beragama dan beradat....
JIKA benar harga rokok setinggi langit biru, dan jika benar harga tinggi itu bisa menghentikan orang merokok, dan (siapa tahu) nanti benar-benar tak ada yang merokok, bagaimana nas...
PERNAH nyuluh jangkrik? Zaman saya kecil, di desa saya di Jembrana, nyuluh jangkrik (memburu jangrik malam hari) adalah kegemaran saya dan teman sebaya. Jauh-jauh sebelumnya, bapak...
Cerpen: Putri Handayani HAMPIR setiap hari Griya Siwa tidak pernah sepi dari orang-orang yang ngayah1. Mulai dari membuat sarana upakara sampai meracik tirta, semua dilakukan oleh ...
KELAHIRAN istilah 'simakrama' menarik untuk ditelusuri. Awalnya istilah ini yang lebih mengarah pada padanan kata 'silahturahmi', yang mencerminkan keinginan untuk berbicara dan sa...
ADA serombongan remaja sedang berebut peran. Mereka akan menjadi pelakon sandiwara dalam perayaan Agustusan tingkat RT. Peran konglomerat, menteri, dokter, mahasiswa, semua mereka...
GARIS berliku itu menyerupai sungai. Lebar di hulu kemudian menyempit di hilir. Warnanya hijau, biru, dan jingga. Garis berliku serupa sungai itu membelah lukisan menjadi dua bagia...