"Tiada pencapaian tertinggi dalam sebuah pembelajaran, selain mampu memberikan inspirasi. Setiapmimpi besar dimulai dengan seorang pemimpi. Ingatlah selalu, kamu memiliki kekuatan, kesabaran, dan hasrat untuk meraih bintang-bintang untuk mengubah dunia"
Banyak cerita inspiratif dari pengalaman mengajar para guru, terlebih di saat pandemi. Nurani guru terasah, untuk tetap terdepan dalam peran mencerdaskan kehidupan bangsa, inspiratif dari pengalaman mengajar para guru, terlebih di saat pandemi. Bergerak hebat, dedikasi, kesungguhan guru untuk bergerak mencari solusi agar proses belajar anak-anak tidak terhenti.
Guru telah mencoba berbagai metode pembelajaran. Ada yang melakukan pembelajaran secara dalam jaringan (daring). Ada guru yang mengatur anak didiknya dalam sebuah kelompok belajar berskala kecil dan didatangi bergiliran. Ada pula yang bergilir masuk sekolah, melakukan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Selain itu, ada yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua untuk membantu proses belajar mengajar. Dengan semangat juang yang tinggi dan kesabaran guru semua, pembelajaran tetap terus berjalan meski dengan segala keterbatasan. Ini adalah bukti bahwa guru adalah pewaris semangat para pejuang yang tidak mau menyerah dengan keadaan. Mampu beradaptasi dengan terus belajar, berbagi dan berkolaborasi.
Tatanan ideal ini belum terjadi di sekolah saya. Guru-guru di sekolah saya belum mempunyai kepercayaan diri, baik kemampuan menyajikan materi di tempat umum maupun kompetensi terhadap mata pelajaran yang diampu. Hal ini saya dapatkan, ketika saya berdiskusi dan observasi secara umum dengan guru-guru di sekolah saya. Mereka beranggapan apa yang sudah dilakukan sudah cukup untuk diberikan kepada siswa, tanpa mau mengisi diri untuk perkembangan anak didik dan diri sendiri.
Memotivasi pengembangan diri dengan dengan berkegiatan ilmiah
Dalam paparan strategi untuk membantu guru baru berkembang, Elaine Margarita Mendez (2020), menyitir perlu merencanakan kerangka kerja untuk mendukung guru baru untuk dibimbing dan diawasi, mulailah dengan mengumpulkan umpan balik mereka sehingga kita tahu apa yang mereka butuhkan dan memiliki kumpulan data untuk dikerjakan.
Melakukan hal itu tidak hanya memberdayakan suara guru dan menumbuhkan lingkungan belajar profesional di mana mereka merasa bebas untuk mengungkapkan keprihatinan mereka dan meminta dukungan, tetapi juga memberi informasi penting untuk menyusun alat dan sumber daya untuk mendukung kinerja guru selanjutnya.
Inspirasi pemikiran di atas, saya melakukan hal-hal yang dapat menginpisasi guru-guru mengembangkan diri dan kompetensi. Untuk terus menjaga semangat guru dalam melakukan perbaikan kualitas pembelajaran dan penilaian, saya terlibat sebagai pengajar praktik guru penggerak, saya mendapatkan inspirasi mengubah pola kepemimpinan dalam mengelola sekolah.
Berbagi praktik baik dan informasi kegiatan yang dapat diikuti guru, menjadi pemantik semangat bagi guru untuk terus mengsisi diri dan meningkatkan kompetensi. Kesempatan-kesempatan yang ada untuk mengisi diri, dimanfaatkan dengan baik oleh guru untuk berbagi dan menambah wawasan. Inilah awal kebangkitan guru untuk menjadi insan pembelajar yang lebih kreatif dan inovatif. Rencana inovasi pembelajaran yang dilakukan guru akan saya motivasi untuk diikutkan dalam ajang kegiatan ilmiah guru.
Memotivasi pengembangan diri dengan mengajar di RRI
Mengutip pendapat Joshua Block (2013), belajar adalah proses yang berantakan, komunal, bolak-balik. Seperti memandang teman sebaya dan inspirasi dari luar untuk memperkaya pengajaran dan pembelajaran sendiri, bahwa siswa membutuhkan keseimbangan antara struktur dan pilihan. Terlalu banyak struktur dapat menghilangkan investasi dan kreativitas individu. Ketika pilihan tidak didukung dengan model ekspektasi dan pedoman yang jelas, banyak yang tidak yakin bagaimana melanjutkannya. Sebagai pendidik, jika lebih memperhatikan tarian struktur dan pilihan, memungkinkan lebih banyak siswa untuk menghasilkan karya yang kuat dan mendalam.
Saya terus mengikuti acara-acara yang memberi pencerahan, membaca literatur kepemimpinan sekolah, dan berbagi dengan teman sejawat. Saya mengajar lewat RRI di sekolah, yang kebetulan RRI mengundang guru-guru di Bali untuk berbagi disana. Hal ini ternyata menginspirasi guru-guru untuk terlibat dalam proses pembelajaran di RRI Pro 2 Denpasar, banyak guru-guru yang tidak percaya diri, baik dari segi kemampuan komunikasi, akademik, dan kemampuan TIK. Namun akhirnya, ketika saya dapat melakukan dengan baik, guru-guru terinspirasi untuk menjadi pengajar di RRI Pro 2 Denpasar. Guru-guru terinspirasi untuk mulai mempersiapkan diri untuk mengajar di RRI Pro 2 Denpasar.
Memotivasi pengembangan diri melalui PBL
Michelle Murphy dan Heather Beam (2011), mengingatkan ruang kelas mandiri telah dianggap sebagai lingkungan belajar paling eksklusif di dalam sekolah, tempat di mana guru dapat mengakomodasi siswa secara individu dan kelompok. Ruang kelas masih dianggap oleh guru, hanya dibatasi dinding tembok yang kokoh.
Sejalan dengan pemikian di atas, Harry Shearer (2005), menyadari bahwa mengajar tidak dimulai dari tempat guru berada, berdiri di atas gunung pengetahuan dan memanggil siswa, tetapi dari mana siswa secara inheren ingin tahu, tetapi terlalu dirangsang oleh omong kosong dan bosan dengan perintah. Guru harus mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar dalam cara guru mendekati materi. Guru juga dapat memiliki kesempatan luas untuk menunjukkan kepada anak-anak perbedaan antara apa yang dikatakan di depan umum dan apa yang sebenarnya terjadi. Humor adalah salah satu hal yang tidak bisa diajarkan.
Hal senada juga terungkap oleh Katie Klinger (2010), perlu menggunakan pendekatan holistik untuk menangani spektrum kebutuhan peserta didik yang luas, dari siswa yang didiagnosis ringan/sedang sampai siswa yang paling berbakat.
Saya sadar bahwa semangat Merdeka Belajar bertujuan menjadikan pendidikan berkualitas bagi seluruh insan masyarakat. Setiap inisiatif Merdeka Belajar selalu mewujudkan profil pelajar Pancasila, pelajar yang mampu menelorkan profil pelajar yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, berkebhinekaan global, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri. Disinilah dipentingkan guru-guru untuk melakukan proses pembelajaran sesuai dengan berpedoman pada potensi dan talenta anak.
Guru perlu senantiasa didorong untuk memiliki panggilan jiwa lebih tinggi. Dalam hal ini tanggung jawab sosial dan profesional guru harus betul-betul dipikul dengan sungguh-sungguh. Jadi tidak bisa lagi menjalankan profesi hanya sekadar memenuhi jam mengajar. Dalam menciptakan peserta didik yang berkarakter, guru-guru juga dituntut memberikan keteladanan.
Contohnya, guru harus bisa menjelaskan suatu penilaian yang diberikan kepada siswa atas tugas-tugasnya. Banyak guru-guru yang memberikan tugas ke peserta didik, diperiksa atau tidak, tetapi muncul hasil penilaian kepada peserta didik. Ini merupakan PR semua pihak yang mempunyai komitmen untuk mendorong guru mempunyai integritas yang tinggi.
Guru memiliki peran strategis dalam menanamkan pendidikan karakter untuk menuju profil pelajar Pancasila. Guru-guru menjadi ujung tombak, karena insan yang paling dekat dengan peserta didik. Dalam memberikan pembelajaran dan penugasan kepada peserta didik, saya memotivasi guru agar memberikan tugas dan pembelajaran dalam bentuk project based learning.
Pencapaian ini tidak hanya sekadar pada capaian KD-KD yang esensial, tetapi penugasan tersebut bisa pada bentuk pendampingan serta bagaimana internalisasi nilai-nilai Pancasila. Dalam konteks ini guru harus membekali diri dengan contoh-contoh kasus yang related, sehingga peserta didik bisa mengambil contoh sesuai dengan perkembangan zaman, dan sampai terkesan menggurui.
Menempa Mental Melakukan Inovasi
Lompatan Merdeka Belajar diharapkan dapat menghasilkan kualitas pembelajaran dan penilaian yang kreatif mulai dari penyiapan bahan ajar yang diramu dengan baik. Guru harus berani berinovasi, namun tidak lepas dari nilai-nilai dan karakter yang berkembang di lingkungan sekitar. Merdeka Belajar dapat dijadikan kawah candradimuka untuk menempa mental dan budaya guru dalam melakukan inovasi.
Inovasi tidak harus berlandaskan teknologi yang hebat, tetapi lebih menyentuh kepada sisi-sisi pribadi peserta didik yang menginspirasi. Guru tidak seharusnya merasa yang paling tahu, dan menganggap diri paling benar. Sikap terlalu melindungi pun tidak menguntungkan pendidikan. Siswa akan menjadi tergantung dan merasa terjamin sehingga siswa dapat berprilaku mengusai dan menjadi rentan terhadap tantangan zaman.
Saya mulai bisa melihat, guru-guru saya telah berupaya untuk terus menggali ilmu secara ilmiah agar tidak ketinggalan dengan temuan-temuan ilmu pendidikan yang paling mutakhir, membuka diri untuk menerima masukan di bidang mata pelajaran yang menjadi tanggung jawab guru, tegas terhadap pendirian yang benar, memiliki rencana masa depan keilmuan yang tidak ada hentinya, mandiri, dan tidak tergantung kepada kekuatan di luar keilmuan.
Jadikan momentum Merdeka Belajar untuk selalu berinovasi dalam mengembangkan potensi diri guru secara mandiri, membangun suluh dan teladan akan pentingnya membangun asa serta merintis jalan guna mencapai cita-cita. [T]
Daftar bacaan:
Dr. Katie Klinger. September 27, 2010. Di Luar Kotak: Merancang Sekolah Piagam Jam Non-Sekolah.
Elaine Margarita Mendez. December 3, 2020. Strategi untuk Membantu Guru Baru Berkembang.
Harry Shearer. 2005. Mengajar Karakter: Belajar Dari Mentor yang Berkesan.
Joshua Block. October 28, 2013. Pemodelan Strategis: Menyeimbangkan Struktur dengan Pilihan.
Michelle Murphy and Heather Beam. 2011. 4 Kiat untuk Kelas Mandiri yang Berhasil.
Setiap bertemu orang yang bertanya, “Sudah kerja? Kerja di mana sekarang?” Saya kesal. Selalu kesal. Bukan lantaran karena tak punya pekerjaan. Namun betapa bingung mesti dengan ap...
Judul Buku: Cupak Tanah – Enam Naskah Drama
Pengarang : Putu Satria Kusuma
Penerbit : Mahima Institute Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : xvi + 216 halaman
ISBN :978-60...
Lucu itu pembawaan, tak bisa dipaksakan. Tidak banyak orang yang fasih melucu. Kebanyakan orang gigih mencoba melucu, justru jadinya tidak lucu. Kalaupun kemudian ada yang tertawa,...
SETIAP zaman punya ciri khasnya masing-masing. Zaman kita saat ini adalah zaman ‘dunia maya’. Dan, setiap zaman selalu melahirkan sejumlah konflik. Zaman kita sekarang ini melahirk...
Bila ditanya, manakah karya sastra yang benar-benar mampu berbaur dengan segala hal, barangkali puisilah jawabannya. Sebagaimana ia diistilahkan dengan berbagai nama di setiap bida...
KETIKA ideologi komunis atau sosialis dikatakan bangkrut, lantas apa yang mendasari kedatanganku ke kuburan Karl Marx, lelaki yang identik dengan ideologi itu?
"Untuk memenuhi ras...
Bali memahami konflik dengan sangat bijaksana. Ia adalah konsep rwa binedha, pertentangan yang menjadi satu, pertentangan yang melahirkan dinamika dan keberlangsungan hidup.
Ada ru...
Judul Buku: EKSPLO(RA)SI TUBUH - ESAI-ESAI KURATORIALSENI RUPAPenulis: HardimanPenerbit: Mahima Institute IndonesiaTebal : viii + 307 ISBN : 978-602-18311-7-5 Buku Eksplo(ra)si Tub...
Judul Buku : Perempuan Tanpa Nama
Pengarang : Kadek Sonia Piscayanti
Penerbit : Mahima Institute Indonesia
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : x + 288 halaman
ISBN :978-602-18311-...
Berbahagia sekali saya masih diberi kesempatan untuk bernapas, kemudian tadi pagi masih berak dengan lancar, dan menyusun pidato ini dengan keadaan suhu tubuh serta kejiwaan yang n...