Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
Ndul, kemarin dapat kabar, ada yang meninggal dunia. Kalau kebanyakan orang akan bilang "Turut Berduka Cita", ada makna kedukaan dari kalimat tersebut.
Tapi, keluarga yang ditinggalkan, malah bilang, "Nak, Ayah dan Ibu sayang kamu, tapi Tuhan lebih sayang kamu".
Meskipun mereka sedih, tapi berani mengungkapkan kalimat demikian. Kita sama-sama tahu, Ndul, semua yang ada di dunia ini adalah titipan Tuhan. Kalau udah titipan, ya berarti kapan saja bisa diambil oleh pemiliknya.
Aku masih bingung lhoo,Ndul. Kok bisa ya, orang tuanya kuat bilang begitu. Sebagai manusia dan berperan sebagai orang tua, berat lhoo, Ndul. Berusaha mengambil sisi terbaik dari sebuah ketetapan Tuhan, mencoba menguatkan diri dan keluarga, untuk belajar sabar, tegar, dan mengikhlaskan.
Saat bingung dengan sikapku, aku coba bertanya pada orang pintar, Ndul. "Kalau bayi yang meninggal dunia, bagaimana ya, pak?" tanyaku.
Orang pintar tersebut, menjawab, "bersedihlah secukupnya, bayi yang meninggal belum ada dosa, Tuhan akan menempatkannya di surga". Kata orang pintarnya begitu, Ndul.
Akhirnya aku mengerti, owh pantas saja, orang tuanya merespon 'kehilangan' dengan cara seperti itu, ternyata anaknya sudah dijanjikan surga, Ndul.
Aku belajar banyak, dari kejadian itu. Termasuk menemukan kata yang tepat dalam memaknai kehilangan. Bukan menggunakan "turut berduka cita". Tetapi aku akan menggunakan, "selamat jalan, dan hutang rasa". Kalimat itu, disampaikan oleh Mbah Sudjiwo Tedjo dalam memaknai kehilangan.
Dan benar saja, menurutku, sebenarnya orang yang telah meninggal dunia, tidak benar-benar meninggal, tapi tetap hidup di dalam hati orang-orang yang menantikan kehadirannya pada dimensi yang berbeda.
Kalau kata eyang Sapardi Djoko Damono, manusia abadi, yang fana itu waktu. Begitu Ndul, kira-kira beberapa orang memaknai kehilangan. Kalau dirimu, bagaimana Ndul, memaknai kehilangan? [T]
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka kesalahp...
PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan melemparkannya ke arah depan, seolah men...
APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era reformasi bukan pada keamanan akan tetapi tidak adanya kepastian hukum. Ada tiga&...
Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif mas...
PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis berdiri di Bali sebelum periode kemerdeka...
“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan, atau perilaku yang dianggap lumrah dalam perg...
JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk jenjang S1, S2, S3, profesi,...
“Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya, Made Jembar sedang men...