Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Pengantar penyair: Terlahir di keluarga Hindu di Negara, Jembrana, Bali memberi saya kesempatan luas untuk mengapresiasi keyakinan lain di luar agama saya. Pergaulan dengan kawan-kawan beragam menciptakan pengalaman lintas-agama yang meneduhkan. Kini makin hilang di tengah formalisasi agama. Berikut puisi-puisi saya, sebuah apresiasi terhadap keberagaman di Bali. Selamat menikmati dan mengapresiasi. Terima Kasih.
Kutemui lagi kesederhanaan dan
kebersahajaan. Sore hari, para gadis
pergi mengaji. Mengeja aksara
zaman melaju cepat. Rumah
panggung masih seperti dulu,
saksi leluhur datang dari jauh.
Di manakah nenek pedagang nasi
itu? Dia tak berjualan lagi, alzheimer
merenggut harinya—rahasia dapur
dibawanya pergi.
Orang-orang bangun lebih pagi
Berjuang hidup demi sesuap nasi
Kota sepi, mari kita isi dengan
puisi, rahasia sunyi semesta kata
Suara adzan ini membawaku
Pulang ke haribaan-Nya. Semoga
damai senantiasa. Sepotong surga
di pulau tercinta. Assalamualaikum!
2018
Kota terlelap dalam mimpi
Sepi ditinggal penghuni
Pulang ke tanah kelahiran
Hari raya nan suci, kembali
ke hakikat diri. Polos bagai
kanak-kanak, hati bersih
tempat Tuhan bertahta
Bagai musafir, kuarungi
waktu, jejakkan kaki
di bumi tua-renta
Belajar banyak hal
Dari orang-orang
Berjalan sendiri
Temukan diri
Tafakur, teringat
diri kufur penuh
noda dan dosa.
Cinta-Mu lah
Kurindu. Kucari
di banyak masjid
Pada malam tahajud
Beribu sujud ingin
Bersatu dengan-Mu
Kulihat Engkau
Di mana-mana
Mataku terbuka
Beribu cahaya
Terangi jalan
2018
Pada ayat-Mu aku akan kembali
Pulang ke pelukan kasih-sayang
Di sini tak ada seru sembahyang
Aku tiba-tiba rindu suara muadzin
Sehatkah engkau, wahai lelaki tua
Membangunkanku di pagi dingin
Pergi ke surau kecil depan rumah
Membaca keabadian tanda-tanda
Kudengar kau pergi ke Mekkah
Mencium batu hitam kau rindukan
Air mata menetes di tanah keramat
Puluhan tahun kau menunggu itu
Bagilah kebahagiaan itu padaku
Ajari aku menyanyikan doa-doa
Hening yang menjadi saksi kita
Malaikat pun datang melihatnya
Air mata kebahagiaan di sajadah
Mendedah sepi selama ini kurasa
Penuhi aku dengan kalam malam
Kusebut nama-Mu selalu, Kekasih.
2019
Ayat-ayat tak asing di telinga
Kudengar merdu dan syahdu
Bapak tua penjual makanan
Berjumpa dengan karib lama
Mereka saling bertanya kabar
Kesepian terasa di masa tua
Saat berpisah doa dipanjatkan
Tangan menggenggam harapan
Aku bayangkan diriku tua nanti
Bersama istri setia temani hari
Jauh dari keluarga di kampung
Kerinduan tertinggal di terminal
Adakah cintai itu abadi adanya
Atau hanya hiasan di bibir saja
Kusesap kopi yang mulai dingin
Bertanya pada angin sepi berlalu
2019
Menggapai-Mu di malam hening
Ayat kudengar merdu di telinga
Tutupi luka di sekujur tubuhku
Masa lalu terasa begitu berat
Adakah aku pantas kembali
Teguran kudengar sangat jelas
Dosa-dosa tak bisa lagi kuhitung
Dunia adalah rumah sakit jiwa
Engkau maha menyembuhkan
Sembuhkan aku dari kekeliruan
Datang, datanglah wahai Kekasih
Rindu ini semoga tak jadi sembilu
Bertahun-tahun kutunggu dirimu
Beribu bintang di langit nurani
Bulan separuh terangi gelap hati
Peperangan sejati dalam batin
Melawan nafsu murka angkara
Kubersujud di kamar dini hari
Sepertiga malam bersama doa
Aku menghadap-Mu, ya Rabb
Air mata basahi kering sajadah
Bawalah aku pada madah jiwa
Tak ingin mengulang kesalahan
Terlahir menjadi manusia baru
Seperti bayi polos tanpa noda
2020
Malam ini kau rindu suara takbir
Jauh dari kampung halaman
Tak ada melebihi hari suci
Pulang bertemu ibu terkasih
Setelah lama di tanah rantau
Berjibaku dengan hidup lirih
Di kedai kopi, kita nikmati lagu
kenangan; prajurit kalah di medan
perang, berpisah dengan kekasih
Mati dalam kecemasan dan depresi
Ingatkan kau pada lelaki masa lalu
Percintaan sisakan duka dan lara
Kematian datang tanpa kabar
Bersedikap, tangis tak henti berlalu
Bertahun kemudian saat kau di pelukku
Di masa dan tempat berbeda, tak kau
kira bahkan dalam mimpi sekalipun
Cinta dan nasib begitu misterius
Pagi datang setelah malam berlalu
Kelam menghilang dalam bayang
Di matamu bahagia menjelang
Selamat tinggal kegetiran!
2018
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...