Baduy Luar, Etalase Pariwisata Banten
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
RUPANYA, 'berperang' di Jakarta, tidak seekstrim yang dibayangkan setengah tahun yang lalu lhoo, Ndul. Kesan ekstrim perlahan pudar, setelah bertemu beberapa orang dari berbagai daerah, karakter, dan gaya. Dari mereka banyak kisah dan pengalaman yang bisa didengar dan diambil pelajaran, Ndul.
Salah satu nasehat dari orang yang pernah ditemui, yaitu, teruslah membaca dan belajar, Ndul, mengikuti perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti saat ini. Minimal, informasi ter-update yang sedang terjadi, coba diamati dan dianalisa. Beliau, menyampaikan itu, Ndul.
Coba Ndul, tebak, apa yang selanjutnya beliau sarankan? Betul, Ndul, selanjutnya adalah mencari peluang. Tentu dari berbagai informasi yang didapat, akan ada permasalahan yang menarik minat untuk diselesaikan to, Ndul? Nah, dari situ bisa mengambil peran tersebut, sebagai lahan belajar dan pengembangan potensi, Ndul.
Beliau tahu, Ndul, tidak semua peluang, menjadi kapasitas ku untuk menyelesaikan. Tapi, Ndul, beliau memberi saran untuk mengambil yang diminati saja. Minimal dengan minat tersebut, bisa menjadi langkah awal untuk mau belajar membuka peluang.
"Jika minat, ambil dan mainkan. Apa yang tidak bisa? Semua informasi sudah ada, ini eramu, lakukanlah, mainkan!" Kata beliau menegaskan, Ndul. Setidaknya, menurut beliau, di umurku saat ini, try and error sudah menjadi lumrah dilakukan, agar tidak menyesal hari kemudian, minimal pernah mencoba.
Demi menguatkanku, beliau membandingkan di eranya dulu, Ndul. Saat itu, mencari referensi saja, membutuhkan waktu yang lama. Ditambah masih minim infrastruktur pendukung penelitiannya, dan teknologi belum pesat seperti sekarang, Ndul, dirimu pahamlah, bagaimana era itu.
O iya, Ndul, beliau jago lhoo soal teknologi, padahal, umurnya lebih kurang setengah abad. Beliau memaksakan diri untuk beradaptasi dengan era ini lhoo, Ndul, tapi beliau merasa bukan eranya lagi untuk tampil. Beliau butuh penerus untuk mengambil peran dan beliau siap untuk membantu generasi muda untuk tumbuh.
Makanya Ndul, beliau sangat berharap besar, pada generasi muda, untuk mengambil peran di era sekarang, meskipun dalam lingkup terkecil dan terdekat, asalkan sesuai minat. Pada akhirnya, dari proses yang dilakukan secara konsisten, akan ketemu karakter yang pas untuk mengambil peran to?
Tinggal bagaimana beliau, sabar atau tidak membersamai dan merawat 'tanaman' yang mulai tumbuh ini. Atau 'tanaman' ini yang takut dengan 'sinar matahari' dan 'hama' yang datang. Bagaimana menurutmu, Ndul? [T]
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah mengatakan “pilihan kata (diksi) meng...
SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Wantilan yang biasanya digunakan...
REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pertanahan. Selama puluh...
MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan, P...
DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus penjaga nilai-nilai keh...
Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata, India. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga terpelaj...
DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa...
BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang menyimak. Malam pertama Juni 2026, itul...
JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat itu adalah Buleleng. Tepat pada...