“Full Day School”, Bentuk Generasi Emas atau Generasi Cemas?
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
Detik berganti
seiring waktu bergulir menyemai satu satu harapan
entah mekar
entah luluh lantak
musim ini tak lagi tentang dongeng
yang mengharu biru
ia hanya sederetan cerita tentang penghabisan waktu
menjemput renta
dan usia tergerus pasti
hanya ada geliat sinar
yang diam-diam menukik sudut mata di pagi hari
dan gelimang bintang beringsut
di antara gumpalan awan yang samar
ah, mengapa diriku laksana sejajar dengan rimbunnya pohon gersang
yang meranggas tua?
tiada melahirkan tunas apalagi memekarkan kelopak
pandang mata seperti tak elok menatap satu-satu,
hanya buram tanpa terjemah
terkadang menggelikan memoles raga dengan impian masa kini
sedangkan laju kakiku tak lagi seganas bara
nikmati saja,
mungkin kini atau nanti akan lebih mengerti
Maret 2023, menjelang 53
Seperti apa rasanya menimbun kemarau
di antara kerinduan akan hujan?
seperti apa rasanya mendendangkan lagu
di antara suara yang parau?
Adakah rintik itu telah menguap menjadi bayang semu,
yang diam diam pergi bersama sayap para malaikat?
Ada riak tak terangkai kata di sudut mata
ada denyut nadi tak terbaca arah mengaliri pembuluh darah
hingga lupa cara bernapas
bahkan cara memandang isyarat Ilahi
ke mana perginya tangan-tangan
yang bersiap mengangkatmu dari gulita ?
apakah Ia lelah menunggu tanganmu tercakup meyebut-Nya?
sedangkan Ia tetap memberimu tabir yang harus kau jawab
Maret 2023, menjelang Nyepi
Terkadang wajahmu bersemburat merah
Tiba-tiba kau tercekat
apa yang kau rasa, kawan?
sejauh ini kau kosong dari hiruk pikuk duniawi
juga tak terendus gelimang tahta semu mendongakkan rupa
ini hanya halusinasi
semua yang berawal pasti kan menuju akhir
terkulum lingkaran karma
seperti bulir padi yang luruh meninggalkan benih
seperti debu yang berserakan melahirkan perih
Ketika angan itu tak lagi milikmu,
ia tetap menjadi rahasiamu.
Ada kalanya kehidupan tetaplah teka-teki
Maret 2023
GELI juga membaca berita tentang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun...
HAY, ges, Salam Sejahtera untuk ges ges semua di seantero jagad Indonesia tercinta. Semoga semua masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu memegang teguh ideologi Panca...
RATUSAN anak mendadak berlarian dari sisi barat dan timur Taman Lumintang, Denpasar. Mereka menghambur begitu saja di tengah-tengah lapangan. Mereka menari, berlari, kejar-kejaran,...
Cerpen: Surya Gemilang PARA pengunjung Taman Palakosa dibuat menganga pada sore itu oleh kehadiran seorang pria bertubuh kekar yang wajahnya abnormal; ia bermata tiga—m...
RASANYA baru kemarin saya menjadi mahasiswa semester 6 dan kini sudah beranjak ke semester 7. Segala pahit getir hari-hari di semester 6 yang agak jahanam akhirnya bisa saya lalui...
“Dadi minum, sakewale abedik!” begitu pesan luhur dari Sembroli. Dan kalimat itu dikatakan berkali-kali. Setiap kali menyebut “pesan luhur”, ia selalu angkat gelas dan menenggak ar...
PAGI tadi aku duduk di sebuah kursi taman di belakang gedung kampusku yang baru. Sudah tiga hari aktivitas ini aku lakukan. Aku pun sebenarnya tidak betul-betul tahu untuk apa dan...
MEDIA Sosial tentunya memberikan banyak manfaat. Mulai dari sarana untuk mengekspresikan diri, bertukar informasi, mencari lebih banyak teman, bahkan untuk menjalankan sebuah bisni...
BELAJARLAH pencitraan dari kuliner khas Buleleng, terutama dari lawar getih. Karena pencitraan itu adalah pertunjukan tentang “rasa dan kesan” yang serupa antara apa yang dilihat m...
SINTHA Pramadewi terlihat serius melihat aksara demi aksara yang tertulis di atas selembar daun lontar. Dengan terbata-bata ia berusaha membaca aksara demi aksara, yang ukurannya t...