17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
BULELENG | TATKALA.CO -- Para pemuda dari Yowana Manik Hasta Gina Desa Adat Sangket, Kecamatan Sukasada, turut semangat mengikuti lomba ogoh-ogoh menjelang Hari Suci Nyepi tahun 2023. Para pemuda itu membuat ogoh-ogoh dengan konsep, ide,d an tema "Nandisuara".
Putu Satrya Adi Saputra, selaku koordinator pembuatan ogoh-ogoh Nandisuara itu mengatakan, tema ogoh ogoh ini disepakati bersama.
“Setelah sebelumnya ada beberapa tema yang diusulkan, kemudian untuk sinopsisnya juga ada ceritanya," ucap koordinator Yowana Manik Hasta Gina.
Dalam tema yang sudah disepakati itu, ogoh-ogoh tersebut menggambarkan wujud manusia dengan lembu, dan hal itu merupakan symbol dari ketabahan dan pengabdian. Dimana, ketabahan adalah nandi yang bertapa begitu lama mendapatkan wahyu mengabdi kepada Dewa Siwa.
"Pengabdian inilah yang kemudian dalam era sekarang diharapkan agar generasi muda mengabdi dengan ikut serta mendukung dan menjalankan program program pemerintah serta menaati aturan aturan yang ada sebagai warga negara yang baik," tegas Satrya.
Pada proses pembuatannya dilakukan 1 bulan sebelum perlombaan tepatnya pada bulan Februari 2023. "Proses pembuatannya, kami lakukan saat jam pulang kerja dan hari-hari tertentu seperti Sabtu dan Minggu," katanya.
Dalam prosesnya, Satrya menyampaikan ogoh-ogoh dibuat dengan menggunakan bahan ramah lingkungan seperti besi, bambu dan lain sebagainya. Pada bagian kaki, kepala dan trisula Dewa Siwa ditambahi dengan setelan dinamo. Hal ini supaya ogoh-ogoh tersebut bisa bergerak.
"Rangkanya itu menggunakan bahan seperti pelat pelat besi agar gerakan itu harmonis maju mundurnya, kemudian formasi juga cuap cuap di mulutnya," katanya. [T][Ado/*]
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...