BULELENG | TATKALA.CO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 56 miliar untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Buleleng. Sementara, Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) mengajukan usuan anggaran Rp 10 miliar.
Usulan jumlah anggaran itu terungkap dalam rapat koordinasi membahas anggaran Pemilukada 204 antara Ketua KPU, Bawaslu, dan Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu, 8 Februari 2023.
Atas usulan itu, Lihadnyana mengatakan Pemkab Buleleng sudah menyiapkan anggaran itu.
"Ini memang sudah kita siapkan anggaran ini, dan sesuai dengan surat dari Mendagri paling lambat untuk penyiapan 40 persen itu akhir Mei,” kata Lihadnyana.
Anggaran itu, lanjut Lihadnyana, sudah dirancang sejak awal. Rapat koordinasi dilakukan untuk menyepakati agar dari KPU, Bawaslu juga secepatnya merevisi usulan hibah pada usulan anggarannya.
“Yang jelas Pemkab sudah siap," kata Lihadnyana.
Lihadnyana menegaskan, penganggaran dalam Pemilukada ini tidak boleh melenceng dari aturan yang ada.
"Ini karena menggunakan anggaran negara, tadi sudah kita sampaikan, norma standar prosedur kriteria harus menjadi pedoman dalam mengeksekusi anggaran," ujar Lihadnyana.
Sesuai dengan aturan Mendagri, kata Lihadnyana, Pemerintah Daerah wajib untuk memfasilitasi Pemilukada agar berjalan dengan lancar.
"Astungkara memargi antar. Mohon doa restunya, mohon dari media juga bisa menginformasikan agar bersama-sama memiiki komitmen yang kuat bagaimana tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Buleleng ini juga bisa meningkat. itu salah satu bentuk tanggungjawab terhadap pembangunan yang ada di Buleleng," harap Lihadnyana.
Sementara itu, Ketua KPU Buleleng Komang Dudhi Udiyana, ST mengatakan, usulan dana sebesar 56 miliar lebih itu akan digunakan untuk belanja kebutuhan logistik dan sosialiasasi.
"Dalam susunan anggaran itu kita sudah susun berdasarkan besarannya, jika dipertanyakan yang besar, itu kebutuhan logistik dan sosialisasi," kata Dudhi.
Dhudi mengatakan, akan ada revisi kembali terkait besaran anggaran Pemilukada tersebut. Hal tersebut sesuai dengan saran dari Pj. Bupati Buleleng pada rapat ini. Saran tersebut yakni menghilangkan anggaran covid yang tertera dalam usulan KPU yang angkanya mencapai 6,9 miliar.
"Kita disarankan oleh Pj. Bupati untuk merevisi anggaran Covid karena sudah dihilangkan program itu, dan kita juga sudah bersedia merevisi,” ujarnya.
Namun ada catatan, Dudhi meminta kepada Pemda untuk didukung apabila nanti Covid ini merebak kembali.
“Pemda menyiapkan anggaran kalau misalnya pandemi merebak kembali dan Pak PJ Bupati sudah menyanggupi," kata Dhudi. [T][Ado]
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...