Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
NDUL, AKU INGIN BERPESAN, menjawab pertanyaanmu yang kemarin. Manusia dalam perjalanan hidupnya, akan menemukan dua kondisi, hal baik dan hal buruk. Hanya dua kesan itulah yang melekat pada manusia.
Tentu menjadi manusia akan menginginkan hal baik dalam hidupnya. Tapi tidak bisa semuanya baik, ada hal buruk yang juga melekat. Satu paket tersebut sudah termasuk skenario terbaik Tuhan dalam penciptaan manusia.
Namun menjadi persoalan, Ndul, sudahkah manusia menikmati fase tumbuh dalam hidupnya?
Manusia terdiri dari detik ke menit, dari menit ke jam, dari jam ke hari, dari hari ke pekan, dari pekan ke bulan, dari bulan ke tahun, dan seterusnya. Mungkin gak, Ndul, manusia akan mengalami fase hal baik terus? Atau fase hal buruk terus?
Pastinya dirimu akan menjawab dan membayangkan hidup seperti roda, kehidupan terus berputar, fase hidup selalu berganti. Nah, terus masalahnya apa, Ndul, kalo manusia mengalami hal buruk? Bukankah Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk manusia? Kenapa seolah masih ragu, hal buruk yang menimpa?
Misalnya ada hal buruk terjadi padamu, Ndul. Yaitu, bolpoinmu hilang. Padahal sebentar lagi mau dipakai untuk tanda tangan berkas dan harus dikumpulkan segera ke atasan. Tentu sikap manusia ada yang marah, panik, menggerutu, mengeluarkan energi negatif dan mungkin menimbulkan masalah yang lain.
Okelah, Ndul. Mungkin manusia perlu menyalurkan emosi yang ditimbulkan. Tapi, Ndul, efek kekecewaan manusia yang muncul sering menghambat kegiatan yang lain. Dirimu baiknya tetap stabil, karena kehidupan ini harus tetap dilanjutkan, tanggungjawab yang melekat pada dirimu terkadang tidak bisa dikompromikan dengan masalah yang sedang menimpamu.
Saat bolpoinmu tidak ketemu dan berkas tidak bisa dikumpulkan tepat waktu, atasan akan marah. Maka pada saat itu dirimu butuh energi positif untuk tetap stabil dalam menghadapi amarah dari atasan.
Dalam waktu singkat, dirimu mengubah mood sesuai keadaan. Kalo tadi saat bolpoinmu hilang dirimu akan mengeluarkan energi sesuka hatimu (termasuk energi negatif), karena dirimu berkuasa atas bolpoin tersebut. Sedangkan dengan atasan, dirimu akan berpikir ulang untuk berkelit, memberi alasan apalagi marah-marah.
Transisi mood juga perlu latihan, dirimu harus menemukan sudut pandang masalah yang 'menyenangkan' saat menghadapi amarah dari atasan untuk hubungan tetap berhubungan baik dengan atasan.
Oleh karena itu, Ndul, pesannya, segera temukan strategi yang sesuai untuk ber dialektika dengan keadaan yang tidak sesuai dengan kehedakmu dan inginmu. Bukankah begitu Ndul?
Manusia akan menjadikan 'peristiwa dimarahi atasan' adalah hal yang buruk, tapi saat dirimu tidak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut malah menjadi lebih buruk, Ndul. Bisa jadi dirimu akan jatuh pada lubang yang sama. Kan baiknya tidak demikian, Ndul.
Siapa tahu setelah dimarahi atasan menjadi bagian proses tumbuhmu menjadi baik. Maka menikmati setiap fase kehidupan akan menjadi menarik kan, Ndul?
Pun sama halnya dengan hal baik, tentu dirimu lebih paham bagaimana cara ber dialektika dengan hal baik, bagaimana cara menjaga hal baik yang sudah melekat, menjaga kepercayaan sudah berjalan. Dirimu paham soal itu Ndul, maka nikmatilah segala proses tumbuh yang sedang berjalan dalam hidupmu. [T]
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...