Baduy Luar, Etalase Pariwisata Banten
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
DENPASAR | TATKALA.CO – Perhelatan Bulan Bahasa Bali (BBB) ke-5 yang dilaksanakan Pemprov Bali melalui Dinas Kebudayaan Bali di Taman Budaya Provinsi Bali sudah berlangsung selama sebulan. Perhelatan itu akan ditutup, Selasa, 28 Februari 2023.
Sajian acara dalam setiap hari pada perhel;atan BB itu selalu menarik, sehingga ajang untuk membumikan aksara, sastra dan bahasa Bali, tidak terasa sudah akan berakhir.
Gubernur Bali Wayan Koster dijadwalkan menutup Bulan Bahasa Bali yang merupakan salah satu Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru itu. “Selasa, 28 Februari, Bulan Bahasa Bali ke-5 bakal ditutup,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gde Arya Sugiartha, Senin, 27 Februari 2023.
Prof. Arya mengungkapkan, selama sebulan, Bulan Bahasa Bali baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan hingga sekolah-sekolah lalu sampai ke desa berjalan dengan baik. Kalau dievaluasi, hasilnya cukup membanggakan, terutama dari segi partisipasi yang ada peningkatan yang signifikan.
“Kalau tahun lalu ada 277 desa yang tidak mengikuti pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, maka tahun sekarang ada 49 desa yang tidak mengikuti atau sekitar 6 persen. Oleh sebab itu kedepan akan kita dorong terus,” ucapnya.
Mantan Rektor ISI ini menyebutkan memang orientasi pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ke-5 ini, tidak lagi menyelenggarakan besar- besaran di tingkat provinsi, tetapi membumikan ditingkat akar rumput di desa desa. Itu, karena penggunaan bahasa Bali itu akan bisa membumi di masyarakat. Pelaksanaan mulai dari SD menjadi satu dengan desa adat dan desa dinas, hal ini terintegrasi dengan baik.
“Kalau sudah menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali di tingkat desa, saya kira upaya kita untuk membumikan bahasa Bali lebih efektif,” sebutnya.
Terkait dengan beberapa desa yang belum melaksanakan bulan bahasa, , nanti akan dicermati lagi akan disurati, sehingga untuk tahun depan bisa melaksanakan seratus persen.
“Kabupaten Klungkung 100 persen desa melaksanakan bulan bahasa, kalau kabupaten lain ada 2 desa, 4 desa yang belum melaksanakan. Dukungan dana sudah ada di semua desa yang sudah mempunyai APBDes,” ucapnya.
Demikian pula, Bapak Gubernur dalam setiap bertemu dengan kepala desa, bendesa adat selalu menyisipkan pembagian DPA yang dikelola oleh desa itu agar dilalokasikan untuk kegiatan budaya salah satunya kegiatan Bulan Bahasa Bali.
Terkait dengan konservasi lontar, kata Prof. Arya, pertama belum banyak yang dikonservasi. Tahun lalu 1.000 lontar, tahun ini sebanyak 1450, dan masih banyak masih ada di masyarakat yang belum dikonservasi.
“Sebenarnya masih ada program, setelah konservasi lontar itu akan dikaji. Tahun lalu ada kajian usada, dan tahun ini juga tetap terkait usada, karena disitu kita bisa membuat kebijakan baru tentang pengobatran tradisional,” harapnya. [T][Pan]
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah mengatakan “pilihan kata (diksi) meng...
SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Wantilan yang biasanya digunakan...
REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pertanahan. Selama puluh...
MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan, P...
DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus penjaga nilai-nilai keh...
Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata, India. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga terpelaj...
DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa...
BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang menyimak. Malam pertama Juni 2026, itul...
JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat itu adalah Buleleng. Tepat pada...