Perang Iran dan Kebangkrutan Solidaritas Multipolar
OPERATION Epic Fury sudah berjalan sebelas hari. Lebih dari 1.700 orang tewas. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dibunuh dalam serangan pembukaan 28 Februari 2026. Se...
BULELENG | TATKALA.CO – Perayaan Bulan bahasa Bali di Kabupaten Buleleng diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari siswa SD, SMP dan SMA/SMK, hingga kelian adat atau bendesa adat. Siswa, paiketan karma istri dan kelian atau bendesa adat itu turut terlibat dalam lomba-lomba yang mereka ikuti.
Ada 6 kategori lomba dalam perayaan Bulan bahasa Bali di Kabupaten Buleleng yang diikuti perwakilan dari masing-masing kecamatan se-Buleleng. Total jumlah pesertasebanyak 72 peserta.
Lomba-lomba dan perayaan Bulan bahasa Bali untuk Kabupaten Buleleng diselenggarakan di halaman Wantilan Sasana Budaya Singaraja.
Adapun 6 katagori lomba yang diselenggarakan, diantaranya lomba Nyurat Aksara Bali tingkat Sekolah Dasar (SD), lomba Nyurat Lontar tingkat SMP, lomba Debat Mebasa Bali tingkat SMA/SMK, lomba Ngewacen Lontar tingkat remaja, lomba Nyatua Bali tingkat paiketan Krama Istri dan lomba Pidarta antar Kelian/Bendesa Adat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa membuka secara resmi pelaksanaan berbagai kegiatan Bulan bahasa bali di Buleleng, Kamis, 9 Februari 2023, di Wantilan Sasana Budaya..
“Bulan Bahasa Bali sebagai landasan untuk bisa bisa memperkuat, mendorong serta mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda untuk bisa melestarikan bahasa dan aksara Bali,” kata Sekda Suyasa usai membuka pelaksaan Bulan bahasa Bali itu.
Menurut Suyasa, pelaksanaan berbagai kegiatan dalam Bulan Bahasa Bali ini adalah upaya-upaya penting untuk menyadarkan masyarakat, terutama anak-anak muda di Bali, bahwa bahasa Bali harus dilestarikan karena menjadi suatu keunikan.
“Mari jadikan Bulan Bahasa Bali ini sebagi momentum untuk melestarikan aksara dan sastra Bali,” katanya.
Bali, kata Suyasa, dikenal menjadi destinasi pariwisata yang diakui dunia karena memiliki berbagai keunikan. Salah satu keunikan itu adalah bahasa Bali. Bahasa Bali itu bukan sekadar bahasa untuk berkomunikasi, melainkan juga bahasa yang mengandung teks-teks pemahaman tentang berbagai pengetahuan leluhur, terutama pengetahun tentang kearifan-kearifan masa lalu.
Sekda Suyasa menekankan, sesuai visi Gubernur Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali", menyebutkan bahwa semua hal yang bersifat kearifan lokal harus dilestarikan yang salah satunya melalui Bulan Bahasa Bali ini.
"Jadi, kita di daerah wajib mendukung upaya-upaya kelestarian kearifan lokal itu," sambung Suyasa yang pernah menjabat sebagai Kadisdikpora Buleleng itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Nyoman Wisandika mengatakan memasuki Bulan Bahasa Bali yang ke 5 pada tahun ini, yang mengambil tema "Segara Kerthi "Campuhan Urip Sarwa Prani" yang diartikan sebagai Bulan Bahasa Bali sebagai altar pemuliaan bahasa, aksara dan sastra Bali untuk memaknai laut sebagai awal dan akhir kehidupan makhluk.
Dengan pengertian seperti itu, kata Wisandika, maka dalam Bulan bahasa Bali ini diadakan beberapa perlombaan guna meningkatkan kembali budaya tentang aksara dan sastra Bali setiap tahunnya.
Ia berharap, kegiatan seperti ini bisa sebagai ajang penggalian potensi generasi muda dalam melestarikan budaya aksara Bali. “Dimana pemenang dari masing-masing perlombaan akan kembali diikutsertakan mewakili kabupaten dalam perlombaan Bulan Bahasa Bali tingkat provinsi,” kata Wisandika. [T][Ado/Adv]
OPERATION Epic Fury sudah berjalan sebelas hari. Lebih dari 1.700 orang tewas. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dibunuh dalam serangan pembukaan 28 Februari 2026. Se...
MELALUI sejarah kita tahu bahwa dari zaman ke zaman, kekuasaan selalu memiliki semacam bahasa untuk menjelaskan wajah kekuasaan itu. Dalam sejarah feodal, kita lihat kekuasaan mem...
KEMAJUAN ilmu kedokteran telah membuat banyak penyakit menular sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun meningkatnya kembali kasus campak menjadi pengingat bahwa ancaman...
DEWAN Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Buleleng mengelar pertemuan penting guna membahas arah pembangunan daerah ke depan serta validasi data sosial. Rapat berlangsung di Ruang Rap...
DI antara deretan karya dalam Lomba Sketsa Ogoh-ogoh pada Kasanga Festival 2026, sebuah gambar berjudul “Gangga Maya” menarik perhatian dewan juri. Sketsa karya Garas Prahmantara...
TULISAN I Gede Joni Suhartawan mengenai Lakon Lobi Pedidian Bali di Pusat di tatkala.co membuka kotak pandora yang selama ini kerap ditutupi oleh narasi-narasi keberhasilan semu....
Orang Bali memuja leluhur sebagai Jiwa Suci Personal (Pitara-Pitari) dan memuja leluhur sebagai Asal Muasal Kehidupan dan sekaligus Guru Kehidupan yang disebut Bhatara Guru (Sang...
SETIAP menjelang hari raya nyepi, masyarakat bali dan para pelancong yang sengaja datang ke bali menantinkan satu peristiwa yang meriah dan penuh kreatifitas, pengarakan ogoh-ogoh...
DI tengah riuh pengunjung dan hiruk-pikuk festival, sekelompok pemuda-pemudi justru sibuk memilah sampah. Di Kasanga Festival 2026, pengelolaan sampah bukan sekadar urusan kebersi...
DALAM tradisi spiritual di Bali, seringkali terjadi penyempitan makna mengenai pemujaan "Kawitan". Banyak yang mengidentikkan Kawitan hanya sebatas tokoh sejarah atau moyang dalam...