Puisi-puisi IGA Maya Kurnia | Rindu Cinta Matiku

IGA Maya Kurnia
by IGA Maya Kurnia — Februari 04, 2023 in Puisi

Tatkala.co

DONGENG KITA

begitu sederhana
caramu mencintaiku
seperti bulan melambai pada langit
saat pagi terganti matahari

begitu menyeluruh
lagu rindumu padaku
seperti kibas cemara pada hujan
ketika angin menembus pucuknya

dongeng kita yang tertulis
terpintal dari banyak sisi terkikis
tentang kisah hati yang kembara
diantara helai benang demi warna

dongeng kita disampul kokon sutra
berserabut tercampur bahasa rasa
dan di setiap waktunya berderak
bagai pelangi semburat tak bergerak

betapa birunya
kanvas dongeng kita
dan kamu cuma ingin:
aku
di halamannya
bukan jiwa yang lain

16/11/16

TIGA HARI LALU

seporsi cinta di ujung hari
menyisakan tanya di terali hati
kamukah yang tak merelakan
atau aku tak ingin ikhlaskan diri

tiga hari lalu saat lonceng berdering
bibirmu menempel lama di kening
dan kita terjaga, terangkum rindu
berseteru tak mau berlalu

lagu hujan sejak sore menghentak
karena hasrat terus bergerak
luruh merobek fatamorgana ini
enggan berbagi meski terbagi

tiga hari lalu pada satu mimpi
tentang rumah batu di antara jati
tentang menyapa bulan di masa tua
tentang di mana kita akan bercinta

kelak jika hendak perahumu
merapat di pinggir dermagaku
kabari aku lagi
seperti tiga hari lalu
saat kepalamu rebah
menyentuh pipi

11/11/16

PERTEMUAN KITA

deru hujan ini mengeras
mengingatkan aku pada rengkuhanmu
mengendapkan getaran rasa hingga ke jiwa
luruh menggerus halaman cinta

debar yang terangkum di arteri jantung
seperti harum melati menyusup di rusukku
seperti hembus napasmu sembunyi di punggungku
ingin sekali kulekatkan telingaku di tubuhmu
lebih lama dari biasanya

dan getar suara rindumu saat itu
semburatkan pelangi di akhir bulan sepuluh
entah kenapa, aku berharap kamu lupa
pada sebidang cerita yang tak bersayap
di setiap kisah yang melantun lewat cahaya
tapi kamu masih mengingat

pertemuan kita
bukan karena sebait lagu
atau kalimat puisi cinta
pertemuan kita
karena dua sungai bergelora
rindu bertemu di samudera

31/10/16

RINDU CINTA MATIKU

saat mendengarmu mengulas kisah
selalu ada getar beradu binar
seperti tak ingin lepas pisah
dan jiwamu di sini menimbun debar

saat matahari rindu kepada bintang
selalu ada rasa untukku ketika malam
melewati jeda waktu larut merentang
sentuhanmu di sini perlahan meredam

saat rindu cinta matiku melangit
senyum angin menerbangkan daun
tak pernah risau menghunjam bumi
karena rengkuhan misterimu menanti

kamu yang menyekatku di sukma
menyisakan karat merah dan meradang
saat rindu cinta matiku melaju terbang
meronta ingin selalu di pelukmu

tapi di mana kamu akan mendekapku?

 
16/10/16

MERINDUMU

hujan angin memburu
riuh
aku rindu padamu
sungguh

hari ini:
aku menghirup aroma tubuhmu
di desau putih bunga kopi
saat sayong bergulung mengalir
dan deru pucak membiusku
lupa cara menukar ragu

deras air menggerus
lurus
aku juga ingin menujumu
sepertimu

hari ini:
aku melihat senyummu melintas
menggesek daun lalang diatas rumput
memecah cinta yang tertaut
mungkin kamu juga tak ingat
seberapa erat
takaran rasa yang terikat

kenapa harus aku
yang kamu pilih
menyusun helai kehidupan lain
saat kisah terpisah boulevard panjang  

jingga jalan yang terkanvaskan
menyingkat waktu menyatu di mimpi
betapa pucak merindu ini
tak juga menjawabnya

tetaplah kamu di sana
dan aku di sini menanti  

08/10/16

KEPADA KAMU

ketika kuluruhkan segala cinta
kepada kamu
di kedalaman hati
di kesatuan jiwa
entah sudah berapa purnama
kita lewati dengan bahasa sukma

saat kuhanyutkan seluruh rindu
kepada kamu
di permukaan denyut nadi
di serambi simpul arteri
tak terhitung detik ke menit
kita berlayar menuju samudera surga

kini suara hujan menjadi pertanda
jika kamu merajuk udara
dan angin mengantarku ke pelukmu
lagu rintik air pun menghangatkan raga

kepada kamu yang kucinta
apakah aku membuat pelangi
di setiap waktumu

6/10/2016

  • Catatan: Puisi-puisi ini termuat dalam buku "Menunggu Hujan Membawakan Lagu Rindu" (Mahima Institute Indonesia, 2019)

[][][]

KLIK UNTUK BACA PUISI-PUISI LAIN

https://tatkala.co/2022/11/05/puisi-puisi-santi-dewi-di-bawah-pohon-hujan/
https://tatkala.co/2022/10/08/puisi-puisi-mettarini-jika-aku-jika-kau-menjadi-diri/
https://tatkala.co/2022/02/05/puisi-puisi-kadek-sonia-piscayanti-prihentemen/
Tag: Puisi
Avatar

IGA Maya Kurnia

Related Posts
Khas

Mengagumi Mobil Mini

BY Jaswanto Juni 22, 2026

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran International Automodified (...

Read More