17 Agustus 2016, Belum Semua Anak Indonesia Merdeka
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
BULELENG | TATKALA.CO – Kabupaten Buleleng menjadi proyek percontohan untuk inovasi teknologi Wolbachia. Dan dengan proyek percontohan ini, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana berharap kasus demam berdarah di Bali Utara menurun.
Harapan Lihadnyana tidak berlebihan. Tentu saja karena kasus demam berdarah di Kabupaten Buleleng pada Januari 2023 mencapai 101 kasus. Data menujukkan adanya tren peningkatan, di mana selama setahun, yakni 2022, jumlah kasus mencapai 875.
Banyaknya kasus demam berdarah dipicu musim penghujan.
Guna mengendalikan kasus, World Mosquito Program (WMP) dan Pemerintah Provinsi Bali didukung Pemerintah Australia dan Gillespie Family Foundation melakukan proyek percontohan di kabupaten Buleleng dan kota Denpasar.
Inovasi pengendalian kasus demam berdarah menggunakan bakteri wolbachia diapresiasi Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat membuka sosialisasi terkait di Kecak Hall Hotel Banyualit Lovina Jumat (3/2).
"Kami menyambut baik inovasi ini mudah-mudahan bisa dilakukan secara nyata di Buleleng. Setelah ini ada satu fakta yang kita harapkan yaitu penurunan," ungkapnya.
Lihadnyana menjelaskan sosialisasi secara masif mesti dilakukan. Agar mempercepat program pengendalian.
"Makanya saat ini mengundang dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa adat," kata Lihadnyana.
Lihadnyana juga menegaskan agar OPD terkait cepat tanggap dalam menangani kasus demam berdarah. "Jangan tunggu sampai ada yang meninggal," ujarnya.
Apa itu Wolbachia?
Inovasi wolbachia dapat menahan virus dengue dalam tubuh nyamuk sehingga tidak menular ke manusia. Inovasi ini dikembangkan WMP dengan memasukkan bakteri wolbachia kedalam nyamuk aedes aegepty.
Selanjutnya nyamuk yang telah berisi bakteri wolbachia akan dilepas pada lingkungan untuk selanjutnya berkembangbiak. Nyamuk jantan biasa jika kawin dengan nyamuk betina berbakteri wolbachia tidak akan bisa berkembangbiak.
Sebaliknya jika nyamuk jantan yang berbakteri wolbachia, maka akan menghasilkan larva nyamuk berbakteri wolbachia. Dengan menekan jumlah nyamuk aedes aegepty yang tidak berbakteri wolbachia akan mampu menurunkan kasus demam berdarah. [T][Rls/*]
MERAYAKAN Hari Kemerdekaan memang bukan sebuah keharaman. Wajar saja rakyat Indonesia merayakannya. Betapa tidak, karena kemerdekaan ini diraih dengan iuran darah para pejuang terd...
Semalam di tengah gempita dentuman suara sound sistem, saya mengkhayal dibayar 150 juta untuk mengajar 34 jam per minggu, wah pasti kaki saya tidak akan pernah pegal saat berdiri d...
KETIKA mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat yang pada intinya alas kaki tidak...
BANGKUNG mepalu adaang di Buleleng, jeg pasti rame! Asal gratisss! Iya, babi betina saling sruduk digelar di Buleleng, pasti ramai penontonnya. Apalagi Slank pentas gratisan. Kutik...
MENJELANG Hari Galungan biasanya banyak warga adat menggelar karya gede di Pura. Karya Gede di sebuah Pura merupakan hari yang ditunggu-tunggu warga. Di situ banyak orang akan mema...
ADA semacam mitos yang tampaknya bisa menghantui keluarga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Buleleng dalam Pilkada, Februari 2017. Yakni, kenyataan bahwa sejak era refor...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin kare...
HALO, kawan sebangsa dan setanah air, sudah makan apa hari ini? Tahu? Tempe? Semoga Tuhan selalu memudahkan rejeki kita, agar tahu dan tempe selalu dapat terbeli. Tahu dan tempe m...
KISAH percintaan memang tak pernah habis jika dibicarakan. Virus-virus cinta dapat tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tak seorangpun bisa menduga hal tersebut. Salah satu ajang ya...
I dan Ni oleh banyak orang dianggap title “wong jaba” padahal ini adalah honorific yang generic. I dan Ni adalah honorific. I semacam Mr dan Ni semacam Ms. I dan Ni bukan hanya di...