TATKALA.CO -- Untuk meningkatkan performa brand atau bisnis perlu dirancang strategi marketing yang relevan agar pemasaran bisnis dapat menjangkau pasar yang luas.
Strategi marketing itu bisa dilakukan dengan cara konvensional. Namun teknik strategi marketing secara modern memiliki potensi lebih besar daripada teknik tradisional.
Salah satu teknik jitu dalam memanfaatkan internet adalah dengan melakukan strategi digital marketing.
Digital marketing ada dua jenis, yaitu berbayar dan organik.
Digital marketing berbayar adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk memasarkan produk atau jasanya, misalnya dengan membuat iklan untuk customer berdasarkan minat, usia, lokasi, atau interaksi mereka terhadap sebuah brand.
Jenis-jenis paid marketing adalah Search Engine Marketing (SEM), display marketing, dan influencer marketing.
Di sisi lain, ada juga digital marketing yang tidak berbayar alias ‘gratis’. Layanan ini lebih akrab disebut Search Engine Optimization (SEO). Meski layanan ini tidak sepenuhnya gratis, tetapi tetap memiliki biaya yang lebih rendah dibanding dengan Search Engine Marketing (SEM).
Search Engine Optimization atau sering disebut dengan SEO ini juga cocokuntuk menghasilkan prospek customer jangka panjang. Teknik SEO merupakan teknik optimasi website agar tampil optimal di mesin pencari.
Saat ini, perusahaan harus mulai menjalankan SEO pada website mereka. Hal ini dikarenakan jika suatu perusahaan menerapkan SEO, maka produk atau jasanya akan jauh lebih dikenal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Dalam menjalankan SEO tentu dibutuhkan strategi yang tepat dan mengikuti kaidah-kaidah SEO. Sebagai salah satu digital marketing agency yang fokus di layanan SEO, Digitalic memiliki track record yang panjang dalam memberikan konsultasi dan juga menjadi mitra banyak perusahaan, mulai dari startup fintech, logistik, hingga e-commerce.
“Ketika Digitalic akan menjadi mitra perusahaan dalam menjalankan kampanye SEO, kami gak langsung memberikan harapan ranking dan lainnya,” kata Jarot Triguritno, Co-Founder Digitalic.
“Tapi, kami akan bertanya tujuan apa yang ingin dicapai, setelah itu kami mengaudit, mulai dari kesehatan, kecepatan, kemudahan, dan keterbacaan website,” lanjut Jarot.
Memang, mencari mitra atau agensi SEO perlu berhati-hati, dan harus melihat track record, agar strategi yang dilakukan bisa berjalan dengan apa yang ingin dicapai oleh perusahaan.
“Harapannya, banyak perusahaan harus sudah mulai melirik dan menggunakan strategi SEO, sebab SEO yang baik bisa berdampakpada bisnis jangka panjang dan berkelanjutan,” tutup Jarot Triguritno. [T][Bns/*]
Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending'
Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending (kegalauan) y...
TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel pendek. Dalam perbi...
Roses are red
Violets are blue
106,20 KM?
WTF is wrong with you?
SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas diangkat oleh seorang warga negara asing, tepat sebel...
SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa ke mana? Pertanyaan itu membawa ba...
CITRA Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni rupa tahunan Sove...
DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan hanya dari a...
Pernahkah Anda mendengar seseorang kecewa dan mengeluh bahwa ia sedang patah hati kepada sebuah negara?
Saya sendiri kerap mendengar orang mengeluh patah hati karena urusan asm...
JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi di ruang diplomasi. Presiden Prabowo Subianto hadir mengenak...
“Ini tarian paling susah yang pernah dipelajari sejauh ini.”
Kalimat itu meluncur pelan dari Ni Mas Ayu Rasitha setelah usai mementaskan Legong Kembang Ura di Wantilan Pura Des...
DALAM salah satu bukunya, I Gde Aryantha Soethama menulis bahwa orang Bali tidak punya tradisi berwisata ala Barat. Berwisata dalam arti plesir yang dalam Bahasa Bali disebut mala...